
"Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Mamah Sinta pada Bian dan juga Laras yang kini duduk disofa didepan Mamah Sinta.
"Dia pake cincin yang aku beli Mah,wajar dong aku minta cincin itu"jawab Bian dengan nada kesalnya.
"Tapi ini tuh cincin Laras tante"jawab Laras tidak mau kalah.
"Cincin kamu beli dimana?jelas jelas itu tuh aku yang desain dan aku pesan khusus buat melamar seseorang"jawab Bian lagi yang begitu kesal dengan gadis disamping nya.
"Iya tapi lamaran kamu ditolak terus kamu buangkan cincin ini?dan aku nemu cincin ini so,cincin ini milik aku dong"bela Laras lagi.
Melihat kelakuan dua anak muda didepan nya Mamah Sinta hanya bisa geleng geleng kepala dan memijit dahinya yang berdenyut.
"Tetap saja itu masih cincin aku lah aku belum nyasih buat siapa siapa"sewot Bian lagi.
"Siapa suruh dibuang,lagian ya barang yang sudah dibuang itu sudah hak milik yang nemuin"balas Laras tak kalah sewot.
Mamah Sinta pun hanya melihat kedua anak muda yang tengah adu mulut itu secara bergantian.
"Kalian bisa diem nggak?"ucap Mamah Sinta yang membuat keduanya bungkam.
__ADS_1
"Bian jika memang kamu sudah membuangnya kenapa harus di ambil kembali?biarkan saja,kamu tinggal pesan dan bali lagi kenapa dibikin repot sih?"
"Tapi Mah,yang aku pertahankan kan sejarah ceritanya"lirih Bian menunduk sendu.
"Lalu kenapa juga kamu membuangnya kalau begitu?"
"Waktu itu aku terlalu marah dan kecewa"lirih Bian semakin sendu.
Melihat Bian yang seperti itu Laras pun jadi merasa tidak tega dan terenyuh.Laras tidak tahu kalau cincin itu begitu berharga untuk Bian.
"Aku keluar dulu tante,sudah dicariin Mamah"ujar Laras bangkit dan berlalu dari ruangan itu dan sebelum pergi Laras menyimpan cincin itu tepat ditelapak tangan Bian yang membuat Bian kaget dan menoleh ke arah Laras yang sudah menghilang dibalik pintu.
"Baiklah sayang,istirahatlah"
Laras pun segera berlalu menujunke arah kamar yang sudan disediakan untuk seluruh keluarga.Perdebatannya dengan Bian tadi membuat moodnya jelek dan ingin segera mengakhiri hari ini dengan tidur lalu pulang ke Bali esok hari.
Dengan begitu mungkin mood Laras akan kembali baik dan ceria seperti sedia kala.Sedangkan Bian sendiri kini tengah mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan namun tidak menemukan orang yang dia cari.
Karena tidak kunjung menemukan orang yang dia cari Bian pun memutuskan untuk kembali kekamar hotel tempatnya menginap saat ini.
__ADS_1
*
*
Paginya Laras nampak sudah rapih dengan barang bawaan yang sudah siap dia bawa pulang.Kejadian kemarin masih membekas didalam ingatan nya.
Bagaimana dia harus rela melepaskan dan mengembalikan barang yang begitu dia sayangi ke tangan si pemiliknya.
Dengan bergegas Laras keluar kamar dan segera menujunke lobby untuk mendapatkan sebuah taxi yang akan membawa nya ke Bandara untuk kembali ke Bali.
Laras enggan bertemu kembali dengan pria menyebalkan yang ternyata adalah adik ipar dari Sekar atau Bulan.
Dan tidak membutuhkan waktu lama Laras pun sudah tiba diBandara untuk kembali lagi ke Bali.
Bian kembali celingukan mencari seseorang ketika semua berkumpul untuk melakukan sarapan.
Namun nampaknya orang yang Bian cari belum ikut berkumpul disana.Ingin bertanya namun enggan takut semua salah paham terhadapnya yang tiba tiba saja mencari orang itu.
"Laras kemana jeng?kok nggak ikut sarapan?"tanya Mamah Sinta yang membuat Bian menoleh penuh dengan rasa penasaran tentang kabar gadis itu.
__ADS_1
...****************...