
"Malam ini Mas bolehkan menginap disini?"tanya Radit yang masih betah memeluk tubuh Bulan dalam pangkuannya.
"Boleh,tapi tidur dikamar Bintang"jawab Bulan yang kini sudah berani menyandarkan kepalanya didada bidang Radit.
Keduanya kini nampak begitu menikmati waktu bersama mereka.Jujur interaksi keduanya dulu yang walaupun hanya beberapa hari sebelum akhirnya Bulan memutuskan pergi dan menghilang.Menumbuhkan benih benih cinta yang kini seakan hidup kembali.
Radit yang banyak dikecewakan oleh wanita pertamanya seolah menemukan hidupnya kembali saat bersama dengan Bulan yang lembut dan mandiri,namun bisa bersikap manja diwaktu waktu tertentu dan Radit menyukai itu.
Berbeda dengan Mentari yang cenderung begitu manja bahkan selalu minta diprioritaskan tanpa abai pada Radit.
*
*
Radit membawa masuk Bulan kedalam kamar dengan menggendongnya.Saking rindunya Radit bahkan tidak mengijinkan Bulan beranjak dari pangkuannya hingga Bulan pun terpaksa tidur dalam pangkuan Radit karena merasa lelah dan terus menangis hingga Bulan tidak bisa lagi menahan kantuknya.
__ADS_1
Perlahan Radit membaringkan tubuh Bulan ke atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil yang sudah berhasil mrlahirkan anak untuknya.
Sebelum beranjak menuju kekamar Bintang,Radit membelai rambut dan mengecup kening Bulan terlebih dahulu lalu beranjak dan keluar kamar Bulan dan pindah kekamar Bintang untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.
Paginya Bulan terjaga didalam kamarnya seorang diri.Bulan bangkit dari tidurnya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri lalu setelahnya keluar untuk menyiapkan sarapan untuk Bintang dan juga Radit yang semalam menginap dirumahnya.
Bulan tersenyum saat melihat wajah anak dan ayah yang bagaikan pinang dibelah dua namun beda versi tertidur dengan gaya yang sama yaitu dengan satu tangan dibawah kepala dan satunya lagi diperut.Sungguh pemandangan yang begitu menggemaskan.
Bulan pun mengambil ponselnya dan mengabadikan momen langka itu.Lalu setelah nya keluar kamar dan menutup pintu kamar itu secara perlahan dan melangkah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ini dengan porsi yang agak banyak karena adanya anggota keluarga tambahan.
Nasi goreng seafood serta telur mata sapi akan menjadi menu sarapan nya kali ini dan saat Bulan tengah asik berkutat dengan alat alat tempurnya didapur Bulan terkesiap saat sepasang tangan kekar memeluk erat butuhnya dari arah belakang.
"Masak apa sayang,hhmm?"tanya Radit dengan suara srak khas orang bangun tidur seraya menjatuhkan kepalanya dipundak Bulan.
"Mas jangan begini.Kalau masih ngantuk lebih baik tidur saya lagi sana dikamar"Bulan mencoba menggerak gerakan pundaknya agar Radit melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Namun Radit bergeming dan mengabaikan pergerakan Bulan yang nampak tidak nyaman dengan Radit yang memeluknya dari belakang.
"Ayo kita tidur bersama.Lagi pula ini hari libur sayang masa sudah sibuk aja"gerutu Radit yang seperti anak kecil yang baru bertemu dengan ibunya
"Aku mau masak buat sarapan kita Mas,ayo lepas dulu pelukan nya"protes Bulan pada Radit yang nampak enggan melepas pelukkan nya.
"Aawww,Masapa yang kamu lakukan?turunin aku Mas"pekik Bulan saat tiba tiba Bulan merasakan tubuhnya melayang.
Bukan nya menjawab Radit malah mengangkat tubuh Bulan dan membawa Bulan dalam gendongan nya dan masuk kembali kedalam kamar.
Namun kali ini bukan kamar Bintang melainkan kamar Bulan.Radit menurunkan tubuh Bulan diranjang lalu kembali lagi ke arah pintu dan mengunci pintu kamar Bulan.
Bulan membolakan matanya saat melihat apa yang Radit lakukan saat ini.Bulan tidak habis pikir kenapa Radit begitu nekad disaat masih ada Bintang didalam rumah itu.
Radit pun kembali mendekati Bulan lalu menarik Bulan masuk kedalam pelukan nya.
__ADS_1