Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.89


__ADS_3

"Laras kemana jeng?kok nggak ikut sarapan?"tanya Mamah Sinta yang membuat Bian menoleh penuh dengan rasa penasaran tentang kabar gadis itu.


"Oh Laras ijin pulang terlebih dulu,besok adalah hari pertama nya masuk kerja dan Laras perlu mempersiapkan diri dan yang lain nya untuk bekerja.Maaf ya tidak sempat berpamitan karena dia mempunyai kesibukan lain nya"jawab Bu Asih yang sontak membuat Bian merasa kecewa.


Kecewa?loh kok kecewa?kenapa juga Bian harus kecewa dibuatnya?entahlah namun itulah yang saat ini dia rasakan.


Seluruh keluarga pun akhirnya berpisah tepat dijam 10 pagi untuk kembali kerumah dan kembali ke aktifitas masing masing.


Sementara Bu Asih,Mentari dan juga Abra sepakat langsung kembali ke Bali.Meski Mamah Ayu sempat protes karena ingin menemani masa masa ngidam Mentari namun karena Abra begitu sibuk Mentari pun membujuk sang Mamah untuk membiarkan nya kembali bersama sang suami.


Dengan berat hati Mamah Ayu pun akhirnya melepas si putri sulung untuk pergi bersama dengan suami dan keluarga barunya.Dan akan selalu mendoakan sang anak agar selalu salam lindungan Allah SWT dan selalu bahagia bersama keluarga barunya.


Semuanya pun kembali kerutinitas mereka masing masing.Untuk Bulan sendiri kini sudah pindah kembali ke Jakarta mengikuti Radit suaminya.


Sedangkan Bian kembali ke Bali untuk melanjutkan pekerjaan nya diresort yang sudah dipindah tangan kan dari sang Papah menjadi miliknya.


Ke indahan kota Bali pun membuat Bian berbetah diri tinggal disana.Selain banyaknya kenangan antara dirinya dan juga Bulan.

__ADS_1


Disana juga banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan milik Bian yang menjadi tempat kerja mereka.


Resortnya juga kini sudah berkembang pesat,dari yang awalnya hanya belasan kamar kini sudah memiliki puluhan kamar yang siap dipakai oleh penyewa nya dengan aman dan nyaman.


Berbagai fasilitas modern yang mampu memanjakan pengunjungnya pun terus diperbarui dan ditambah jika ada yang kurang sehingga kini tempat itu jadi incaran banyak pelancong yang datang ke Bali untuk liburan.


*


*


"Dek kenapa sih nggak masuk dan kerja di hotel Kakak aja?kenapa harus diresort itu?"tanya Abra yang tengah bersantap makan siang bersama Laras yang tengah istirahat dari pekerjaannya disebuah resort ternama.


Namun ada benarnya,dimanapun yang namanya kerja ya sama sama cape meski pemilik perusahaan nya sekalipun.


"Benar juga sih,tapi bagaimana kerja disana?bos nya baik atau galak?"


"Belum tahu,belum ketemu.Kata teman teman sih baik cuma memang tegas kalau urusan kerja"

__ADS_1


"Memang dia tidak sering datang ya?kok kamu belum ketemu sama dia?"


"Kata yang lain,beliau lagi ngurusin resort cabang yang ada di Ubud jadi sering ada disana.Gatau deh ga mau tahu juga,buat apa nggak penting.Yang penting buat aku saat ini adalah kerja,dapat uang shoping deh"


"Dasar gila shoping.Punya uang tuh ditabung bukan shoping mulu"


"Biarin,kan ini murni uang aku hasil karja keras aku jadi bebas dong mau apa juga"


Kedua adik kakak itu pun nampak akrab dengan mengisi acara makan siang keduanya dengan penuh canda tawa hingga tidak terasa semua makanan pun tandas dan hilang dari tempatnya.


"Ayo Kakak antar sampai tempat kerja kamu"ujar Abra saat keduanya keluar dari cafe itu untuk kembali beraktifitas.


"Boleh deh,biar hemat waktu dan tenaga"Laras pun kembali ketempat kerja diantar oleh Abra dengan mobilnya.


Setibanya disana Laras malah tidak sengaja berpapasan dengan Bian yang juga baru saja datang dan akan masuk kedalam resort.


"Kamu..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2