
Mendapat suport dari sang Mamah Radit pun kini mulai memperbaiki pola hidupnya menjadi lebih teratur dalam segala hal.
Bahkan untuk urusan pekerjaan pun Radit menjadi lebih tertib lagi.Radit sudah tidak lagi memaksakan diri atau bekerja diluar jam kerja.
Radit akan selalu pulang tepat waktu dan menghabiskan waktunya dirumah atau apartemen milik Bulan.
Setelah kepergian Bulan Radit meminta khusus pada Bu Ayu agar mengijinkan dirinya tinggal disana.Karena dengan tinggal ditempat itulah easa rindu yang begitu besar pada Ibu dari anaknya itu sedikit terobati.
Dan satu hal yang membuatnya kembali bersemangat ialah tekadnya untuk menemukan Bulan dan juga anaknya yang kemungkinan sudah lahir kedunia secara sudah terhitung 4 bulan lamanya Bulan pergi menghilang tanpa jejak.
Sementara Radit kembali memulai kehidupan nya dengan harapan san semangat menemukan si buah hati dan juga Ibu nya.
Bulan sendiri tengah menikmati hari hari nya menjadi seorang Ibu dan orang tua tunggal untuk Bintang.
Rasa lelah dan juga kesedihan nya kali ini lenyap sudah dengan hadirnya bidadari kecil yang begitu menggemaskan.
Dengan bantuan Bian dan juga Bu Asih Bulan mampu menjalani masa masa sulitnya menjadi orang tua tunggal.
__ADS_1
*
*
5 Tahun Kemudian...
Disebuah Kantor nampak pria yang kini sudah jauh lebih matang dan lima tahun yang lalu yang nampak begitu kacau tengah disibukan dengan berkas berkas yang ada dimeja kerja nya.
"Apa masih belum ada kabar tentang Bulan?"tanya Radit memecah keheningan yang terjadi selama satu jam lebih diruang kerjanya dan mengejutkan Dani asistennya yang tengah fokus dengan pekerjaan nya.
"°Belum Pak,maaf"jawab Dani menunduk karena merasa gagal menjalankan tugasnya.
"Bintang?siapa Bintang Pak?"tanya Dani yang baru kali ini mendengar nama Bintang dari mulut Radit.
"Bintang,dia anakku bersama dengan Bulan.Mungkin kini sudah berusia 5 tahun dan aku tidak pernah melihat bagaimana wajahnya"ucap Radit menatap lurus kedepan dengan tatapan kosongnya.
Dani tertegun begitu melihat wajah Radit yang tiba tiba menyiratkan kesedihan yang mendalam ditambah dengan matanya yang mulai berkaca kaca.
__ADS_1
Dani pun hanya bisa menghela nafas panjang nya.Entah apa yang sebenarnya terjadi dan entah karena apa sehingga begitu sulit untuknya menemukan wanita yang bernama Rembulan.
Padahal segala upaya sudah dia lakukan bahkan menyewa seorang detektif handal namun tetap hasilnya nihil.
Mungkin kini Dani maupun Radit harus benar benar pasrah akan jalan nya takdir yang memang sudah tidak berkehendak akan kebersamaan mereka.
Walaupun sulit dan juga berat untuk dijalani Radit bersiteguh untuk tetap menunggu Bulan walapun entah kapan mereka akan dipertemukan kembali.
*
Radit berjalan gontai menelusuri lorong yang akan membawanya kesebuah tempat yang akan mengobati rasa rindunya pada Bulan.
Dimana lagi kalau bukan di apartemen milik Bulan yang pernah juga dia tempati bersama walaupun hanya beberapa hari namun menyimpan kenangan yang begitu mendalam.
Entah perasaan apa yang kini Radit punya untuk Ibu dari anaknya itu.Namun yang pasti dia begitu merindu gadis belia yang pernah dia sakiti dan dia hancurkan hidupnya itu.
"Kamu dimana Dek?belum cukupkah hukuman yang kamu berikan untukku?pulang Dek,Mas kangen sama kamu"lirih Radit kala memandangi wajah Bulan yang terdapat disebuah bingkai yang cukup besar yang tersimpan didalam kamar yang sempat menjadi tempat bersejarah keduanya.
__ADS_1
Dimana dikamar itulah Radit dan juga Bulan kembali menyatukan tubuh keduanya dalam keadaan sadar sesadar sadarnya.