Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.73


__ADS_3

Tepat disaat keduanya membahas Mentari ponsel Bulan tiba tiba mendapat pesan dari orang yang Bulan percaya untuk menjaga tokonya selama Bulan diJakarta.


Bulan mengernyitkan dahinya saat mendapatkan informasi kalau ada seorang wanita berhijab datang dan mencarinya.


"Mah apa Kak Mentari sekarang pakai hijab?"tanya Bulan yang memang tidak tahu akan perubahan sang Kakak.


"Iya,sebelum pindah ke Kairo Mentari sudah memutuskan berhijab dan semoga istiqomah,aamiin.Memang kenapa?"tanya Mamah Ayu balik.


"Sepertinya Kak Tari ada di Bali Mah.Baru saja Bulan dapat informasi kalau ada wanita berhijab mitip aku datang ke toko aku di Bali dan mencariku"


"Pantesan belum nyampe rumah lah langsung libutan toh.Ya sudah biarkan saja biar dia melakukan apa yang dia mau selama itu aman dan tidak membahayakan Mamah tidak masalah"


Keduanya pun cukup merasa lega saat me dapati kabar dari seorang gadis bernama Laras yang bertugas menjaga toko Bula diBali.


*


*


DiBali...


DiBali sendiri nampak Abra yang masih mondar mandir kesana kemari demi menunggu seseorang yang dia hubungi untuk membantu menjaga Mentari karena Abra tidak bisa melakukan nya karena Mentari selalu menangis dan ketakutan saat melihat dirinya.


Ting tong....

__ADS_1


Akhirnya Abra bisa bernafas lega saat suara bel apartemen nya berbunyi.Itu tandanya orang yang dia tunggu tunggu sudah tiba.


Dengan langkah cepat Abra menuju ke arah pintu untuk membukakan pintu untuk orang yang sudah sedari tadi dia tunggu.


Cklek...


"Kemana aja sih?kok lama?"pekik Abra begitu melihat orang yang sudah dia tunggu tunggu kedatangan nya.


"Kalau mau cepat kenapa nggak jemput aku?bisa nya cuma nyuruh nyuruh aja"gerutu orang yang baru saja datang itu sembari nyelonong masuk kedalam rumah.


"Ya maaf,nanti Kakak transfer uang jajan deh ya.Tapi beneran bantuin Kakak ya Kakak nggak bisa jagain dia sendirian.Lebih tepatnya dia takut sama Kakak"jawab Abra memohon pada sang adik yang dia mintain bantuan menjaga dan merawat Mentari.


"Nggak janji deh,lihat nanti aja"jawab nya malas.


"Memang dia siapa sih?terus dia kenapa?kok sampe tinggal disini tapi takut dengan pemilik rumah ini,aneh"


"Dia dikamar,nanti aku jelasin ya ceritanya panjang"


"Ok tapi janji harus cerita dan satu lagi Mamah kangen sama Kakak,kalau sempat pulanglah kerumah Mamah"


"Iya nanti Kakak pulang.Akhir akhir ini Kakak beneran sibuk sama kerjaan dari Papah"


"Ya sudah aku kekamar lihat dulu orang nya"

__ADS_1


"Makasih adikku sayang"


"Lebay..."


Laras pun segera memasuki kamar sang Kakak dimana Mentari ada disana dan tengah melamun dengan mata yang sembab dan juga tatapan kosong lurus kedepan.


Cklek...


Sebuah suara pintu kamar yang dibuka dari arah luar pun nampaknya tidak membuat Mentari terganggu dari lamunan nya.


Laeas membeku ditempat matanya membola saat melihat wanita berhijab yang baru saja dia bahas dengan Bulan melalui aplikasi pesan diponselnya.


"Ka_Kak Mentari?"gumam nya lalu kembali keluar kamar dan mencari sang Kakak yang ternyata ada di dapur tengah menyiapkan makan malam untuk mereka.


"Kakak kenal Kak Mentari?kenapa dia ada disini Kak?ada apa dengan kalian?"tanya Laras pada Abra yang tengah berkutat didepan kompor.


Mendengar pertanyaan dari sang adik Abra pun menghentikan gerak tangan nya lalu menoleh ke arah Laras yang berdiri dibelakangnya.


"Kamu mengenalnya Dek?"tanya Abra yang cukup kaget kalau ternyata Laras mengenal Mentari.


"Kita nggak kenal cuma aku tahu dia,dia adalah Mentari Kakak kandungnya Kak Sekar dan baru saja aku membahasnya.Dia bilang sudah dua hari Kakak nya tidak bisa dibubungi.Lalu kenapa dia disini Kak?ada apa dengan kalian?"jelas Laras lagi.


"Sekar?siapa Sekar?"tanya Abra yang memang belum pernah bertemu dengan Sekar alias Bulan.

__ADS_1


__ADS_2