Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Kemarahan Mentari


__ADS_3

Kedua orang yang tengah berpelukan itu pun menoleh ke arah suara dan begitu dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang begitu mereka usahakan untuk tidak mengetahui hal diantara keduanya.


Bulan dan Radit pun reflek memisahkan diri dari dekapan masing masing dan menatap penuh kebingungan.Bingung harus mulai dari mana menjelaskan kondisi keduanya saat ini.


"Ka_kalian?apa apaan ini?dasar adik tidak tahu diri.Bulan kamu tahukan siapa pria yang baru saja kamu peluk itu,hah?dan kamu Mas ya tuhan tega kamu Mas.Dia itu Adik aku Mas,dia Adik aku kenapa kalian seperti ini?hah?jangan bilang kalau ayah anak itu adalah kamu Mas?"bentak Tari tak percaya menemukan sang Adik dan sang Suami tengah berpelukan mesra.


"Kakak"lirih Bulan menundukan kepalanya.


"Aku bisa jelasin apa yang terjadi Tari.Ayo duduk kita bicara baik baik"ucap Radit berusaha menenangkan Mentari istrinya.


"Jelasin?jelasin apa?kalau kalian saling mencintai hingga kalian melupakan norma dan menghasilkan anak haram?ya tuhan serendah itukah harga dirimu Bulan?demi lelaki kamu rela mengorbankan harg diri kamu"sergah Tari tak peduli dengan tangis sang adik yang terlihat syok melihat amarah sang Kakak.


"Dia tidak seperti itu Tari.Berhenti mengatakan hal buruk pada Bulan,dia tidak seperti yang kamu katakan"jawab Radit tak terima mendengar cemoohan Mentari untuk Rembulan.


"Wah hebat,sebesar itukah cintamu padanya Mas?hingga kamu terang terangan membelanya dihadapanku?dasar Adik tidak tahu diri,wanita murahan,kurang ajar"teriak Tari lagi sembari melangkah maju dan hampir menyerang Bulan kalau saja tidak segera dihalangi oleh Radit.


"Stop Tari jangan seperti ini,biar aku jelaskan semua nya"ucap Radit memeluk tubuh Tari yang terus berusaha menyerang Adiknya yang berdiri gemetaran dibalik punggung Radit.


"Lepas Mas,biar aku kasih tahu Adik tidak tahu diri itu agar mengetahui posisi nya.Dasar kurang ajar,wanita murahan kamu Rembulan"teriak Tari lagi frustasi karena tak dapat meraih tubuh Bulan karena Radit terus memeluknya.


"CUKUP MENTARI,DIA TIDAK SEPERTI APA YANG KAMU KATAKAN DAN ASAL KAMU TAHU DIA ADALAH KORBAN DARI KEEGOISAN KAMU"bentak Radit sembari menghempaskan tubuh Mentari yang terus berusaha menyerang Bulan yang sudah gemetar ketakutan.

__ADS_1


"A_apa ma_maksud kamu Mas?korban ke egoisan aku?yang benar saja"tanya Mentari dengan nafas yang naik turun akibat emosi menyelimuti dirinya.


"Masuk kekamar Dek.Biar Kakak yang akan tangani ini"titah Radit dan di angguki oleh Bulan.


Bulan pun bergegas berlari kekamar dan menutup pintu kamarnya rapat rapat.


Bulan menjatuhkan tubuhnya yang masih bergetar karena ketakutan dengan amarah sang Kakak.Pecah sudah tangisnya kini.


Entah akan seperti apa keluarganya kelak.Namun saat ini Bulan hanya ingin berlari sejauh mungkin dan bersembunyi disela sela bumi yang terdalam hingga siapapun tidak bisa melihat hidupnya yang menyedihkan seperti saat ini.


*


"Duduk Ta,kita bicara dengan kepala dingin.Aku akan jelaskan semua nya agar kamu tidak salah paham dengan Bulan"ucap Radit mencoba membujuk Tari untuk berbicara baik baik dengan nya.


"Tidak perlu Mas,aku sudah tahu semuanya.Kamu keterlaluan Mas,kamu jahat"ucap Mentari lalu berlari keluar apartemen milik Bulan.


"Tari tunggu Tari,aku mohon dengar dulu penjelasan aku Tari"ujar Radit mencoba mengejar Tari dan ternyata sia sia.


Mentari sudah masuk kedalam lift yang akan membawanya kelantai dasar gedung apartemen itu dimana mobil miliknya terparkir tidak jauh dari mobil Radit berada.


"Sial..."pekik Radit menendang udara karena tidak dapat mengejar Mentari dan menjelaskan semua nya.

__ADS_1


Melihat Tari sudah hilang dari pandangan nya Radit pun memutuskan untuk kembali kedalam apartemen milik Bulan.


.


tok tok tok....


.


"Buka pintu nya Dek,biarkan Kakak masuk"ujar Radit setelah mengetuk pintu kamar yang dikunci dari dalam oleh Bulan.


Ceklek...


Pintu pun terbuka sedikit menandakan kalau orang yang berasa diluar kamar sudah boleh memasuki area pribadi Bulan.


Radit menarik tubuh Bulan saat melihat calon Ibu sari anaknya nampak syok dan berantakan.


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2