
"Baiklah,terima kasih Sel"
"Iya sama sama"jawab Selia langsung pergi dari apartemen milik teman nya itu dengan membawa rasa kecewa yang teramat mendalam.
Abra sendiri langsung kembali masuk kedalam kamarnya untuk melihat kondisi Mentari saat ini.Abra mengambil satu selimut besar dan tebal dari dalam lemarinya dan menyelimuti tubuh Mentari yang kini sudah tidak sepucat tadi karena mungkin badannya sudah mulai terasa hangat kembali.
Sembari menunggu Mentari bangun Abra pun berinisiatif untuk membuat minuman hangat untuk Mentari agar bisa membantu memulihkan tubuh Mentari secepatnya.
Banyak yang perlu dia bahas tentang kejadian kemarin malam dan juga langkah pertanggung jawaban seperti apa yang Tari inginkan untuk menebus semua kesalahan yang telah Abra lakukan padanya.
Dan pernikahanlah jawaban untuk keduanya saat ini.Jujur sebenarnya Abra masih belum siap untuk menikah selain karena dirinya baru saja terjun dalam dunia bisnis dan lagi Abra sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada Mentari.
Abra hanya tertarik karena Mentari begitu mirip dengan Bulan.Wanita yang pernah membuat hatinya berdebar dan jatuh cinta meski pun pertemuan keduanya terbilang singkat.
Namun jika dengan menikah akan membuat Mentari memaafkan nya maka Abra pun akan berusaha yang terbaik untuk pernikahan nya ini.
*
__ADS_1
*
"Euugghhh"
Mentari mengerjapkan matanya dan mencoba menetralkan pandangannya.Mentari mengerutkan dahinya saat netranya menangkap seisi kamar yang begitu asing untuknya saat ini.
"Kamu sudah bangun?"
Suara bariton itu membangunkan Mentari dari lamunan nya dan hal itu membuat Mentari kembali ketakutan.
Apalagi saat melihat wajah yang semalam begitu beringas menggahi tubuhnya membuat tubuh Mentari semakin gemetar karena rasa takut yang dia rasakan saat ini.
Mentari pun langsung mengambil sikap duduk dan menarik selimut yang dia gunakan lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut itu.
"Jangan mendekat,aku mohon lepaska aku.A_aku tidak akan menuntut apapun asalkan kamu melepaskan aku dan biar kan aku pulang"ucapa Tari yang begitu ketakutan melihat Abra didepan nya.
Tubuhnya pun sampai gemetar hebat saking takutnya pada pria itu.Melihat itu Abra pun semakin diselimuti rasa bersalah yang teramat mendalam.
__ADS_1
Dia begitu mengutuk orang orang yang malam itu sudah menbuatnya mabuk dan melakuka hal buruk itu pada Mentari.
Wanita yang sama seklai tidak tahu apa apa bahkan tidak mengenal pria yang sudah menidurinya semalaman.
"Mentari jangan takut,aku tidak akan melukaimu.Aku juga tidak akan macam macam lagi,maafkan aku atas apa yang sudah aku lakukan semalam.Sungguh aku tidak bermaksud melakuka hal itu padamu"sesal Abra yang semakin merasa bersalah saat melihat betapa frustasi nya Mentari saat ini.
Mentari pun kembali menangis histeris dan itu membuat Abra kebingungan.Tidak ingin membuat kondisi Mentari semakin memburuk Abra pun segera keluar kamar dan menghubungi seseorang untuk membantunya.
*
*
Sementara dijakarta nampak Bulan yang berkali kali menghubungi sang Kakak namun tetap tidak bisa.Ponsel Mentari mendadak tidak bisa dihubungi dan itu membuat Bulan merasa khawatir akan keadaan sang Kakak
"Mah,bagaimana apa sudah ada kabar dari Kairo tentang Kak Tari?"tanyq Bulan pada sang Mamah yang duduk disamping nya
Keduanya nampak duduk diruang keluarga dan sibuk dengan ponsel mereka masing masing untuk menghubungi Mentari yang sedari kemarin tidak bisa dihubungi.Sedangkan si kecil Bintang tengah berada disekolah barunya.
__ADS_1
"Teman satu kamar nya bilang kalau dia sudah kembali ke tanah air dari seminggu lalu.Tapi kenapa.belum tiba disininya?ponselnya juga malah mati,kemana anak itu?bikin khawatir saja"jawab Mamah Ayu yang tidak kalah khawatirnya dengan Bulan.