Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.86


__ADS_3

"Kenapa Mas harus marah sayang?anak ini buah hati kita,hasil perbuatanku,lalu kenapa aku harus marah?maaf tadi aku hanya bingung dan tidak tahu harus bagaimana"jawab Abra sebelum menghujani kecupan diwajah cantik Tari yang membuat Tari tertawa karena rasa geli karena ulah sang suami.


*


*


Senyum bahagia terus terlukis indah diwajah kedua pasang pengantin yang kini berdiri diatas pelaminan yang sama.


Dengan menggunakan gaun dan jas yang senada membuat Tari-Abra dan Bulan-Radit bak putri dan pengeran dalam negri dongeng.


Tidak lupa si kecil Bintang pun nampak hadir ditengah tengah empat mempelai pengantin itu.Meski belum lama kenal ternyata Tari dan juga Bintang sudah mulai akrab yang membuat suasana semakin hangat.


Kabar kehamilan Tari belum sempat disebarkan Abra,saking sibuknya seluruh keluarga hari ini membuat semuanya lupa pada kondisi calon ibu baru itu.


Namun hal itu tidak mengurangi rasa bahagia Tari dan Abra yang sebentar lagi akan memiliki seorang bayi kecil mungil yang lucu dan menggemaskan.


Abra pun tidak henti hentinya mengusap perut Tari yang masih rata,membuat sebuah kenyaman untuk calon ibu dan juga calon anaknya.Dan hal itu tidak luput dari pandangan Bulan dan Radit yang ada didekat keduanya.

__ADS_1


"Kak Tari kenapa?sakit perut ya?"tanya Bulan yang terus memperhatikan Abra yang terus mengusap ngusap perut Tari disela sela bersalam dengan para tamu undangan.


"Nggak,memang kenapa?"tanya Tari balik dengan wajah bingung.


"Itu perutnya dielus elus terus,kenapa?"


"Baby nya lagi manja sama Papahnya,makanya pengen di elus terus"kini bukan Tari yang jawab melainkan Abra yang tidak melepaskan tangan nya diperut Tari.


"Baby?maksudnya Kak Ta___aahhh,serius Kak?ada baby disitu?"seru Bulan yang kaget sekaligus senang mendengar kabar bahagia ini.


"Selamat ya,semoga sehat dan lancar hingga lahiran nanti dan semoga kami pun segera menyusul,aamiin"ucap Radit yang tidak mau kalah mesra dengan pasangan yang disampinganya,langsung memeluk mesra tubuh mungil Bulan.


Kedua pasangan itu pun larut kembali dengan lautan tangan menyalami keduanya untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kedua pasang pasangan itu.


*


*

__ADS_1


Diantara ratusan orang itu pun nampak gadis cantik nan ayu tengah sibuk memilih hidangan yang tersedia disana.


Namun saat akan mengambil sebuah dessert yang begitu nampak menggoda indra perasanya untuk mencicipi tanpa sengaja sebuah tangan kekar pun mengambil benda yang sama.


Dan terjadilan pegangan tangan yang tidak disengaja.Laras yang kaget hanya terpaku menatap tangan kekar yang bertumpu pada tangan mungilnya.


Sementara si pria justru malah fokus pada sebuah cincin yang melingkar indah dijari manis Laras.Sebuah cincin yang dulu sengaja dia pesan untuk melamar sahabatnya namun gagal.


Karena sang sahabat memilih kembali pada pria yang sudah memberikannya seorang anak.Karena kesal dan marah pada keadaan dan pada dirinya sendiri yang tidak pernah berani melangkah lebih jauh membuatnya harus kehilangan cinta pertamanya untuk bersama pria lain.


Merasa canggung dan sepertinya si pria tidak ada niat menyingkirkan tangan nya dari tangan Laras,Laras pun berinisiatif menarik tangan nya dari benda itu.


Namun saat akan pergi Laras merasakan tarikan yang kuat dipergelangan tangan nya sehingga mau tidak mau Laras kembali ketempat semula dan menatap heran pada pria yang kini menckram tangan nya.


"Kenapa cincin itu ada ditangan mu,hah?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2