
Sementara di Jakarta.
Bulan yang begitu gugup harus bertemu dengan kedua orang tua Radit terus saja meremas kedua tangan nya.
Bahkan lengan kemeja Radit pun jadi sasaran remasan tangan nya hingga kemeja yang tadinya begitu rapih kini telah berubah menjadi kusut dan dekil akibat keringat yang menempel dikemeja itu.
"Tenanglah sayang,mereka tidak akan memakanmu"ucap Radit menangkap kedua tangan Bulan untuk menenangkan calon istrinya itu.
"Tapi aku takut Mas,aku takut mereka akan menolakku"jawab Bulan lirih.
"Mamah kenapa Pah?kok seperti ketakutan?memangnya Kakek dan Nenek galak ya?"tanya Bintang yang melihat betapa takutnya Bulan saat ini.
"Kakek dan Nenek baik kok Nak dan Mamah hanya gugup bukan takut"ucap Radit yang kini tengah menenangkan ibu dan anak itu.
Ketakutan Bulan semakin menjadi saat Radit membawanya masuk kedalam rumah dan sudah mulai terdengar suara orang orang yang nampaknya tengah berbincang bincang.
__ADS_1
Yang membuat Bulan dan Radit heran adalah nampaknya disana tidak cuma hanya ada Papah dan Mamah Radit namun nampaknya masih ada penghuni lain.
"Assalmualaikum"ucap Radit dan juga Bulan secara bersamaan dan membuat obrolan orang orang yang tengah berkumpul diruang keluarga itu terhenti dan menoleh kw arah suara seraya menjawab salam itu.
"Wa'alaikumsalam"jawab ke empat orang tua yang nampaknya tengah berkumpul bersama dan membahas sesuatu itu.
"Kamu sudah tiba sayang?hey apa ini cucu Nenek yang cantik itu?"tanya Mamah Sinta menghampiri Radit yang membawa Bintang dalam gendongan nya dan membelai sayang surai Bintang yang di ikat bagi ekor kuda itu.
"Iya Nenek kenalin ini cucu Nenek,namanya Bintang"jawab Radit mewakili sang anak yang nampaknya masih ragu untuk menyapa Nenek dari sang ayah yang kini tengah menyapanya.
Sementara Bulan yang sedari tadi menunduk mendengar suara sang Mamah langsung mengangkat kepalanya dan menatap sendu sang Mamah yang tengah berebut mengambil perhatian si kecil Bintang yang ada didalam gendongan Radit.
"Ma_Mamah"lirih Bulan saat melihat sang Mamah tengah berdiri didepan nya namun masih fokus dengan Bintang.
Sebelum pulang Radit terlebih dahulu menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tua Bulan dan sengaja mengundang kedua orang tua Bulan untuk berkumpul dirumah orang tuanya untuk menyambut kedatangan Bulan dan juga Bintang.
__ADS_1
Hingga kini disinilah semuanya nampak berkumpul membahas kelangsungan hubungan antara putra dan putrinya nanti kedepan nya.
"Bulan sayang,sini Nak kemarilah Mamah merindukan mu"ucap Mamah Ayu merentangkan tangan nya agar putri bungsunya itu bisa masuk kedalam pelukan nya.
Bulan pun segera berlari berhambur masuk kedalam pelukan sang Mamah dan memeluk erat tubuh wanita paruh baya itu.
"Maafkan Bulan Mah,maafkan Bulan"lirihnya.
"Iya sayang,Mamah sudah memaafkan kamu Nak"ucap Mamah Ayu pada Bulan yang sudah mulai menangis pilu dipelukan nya.
Kedua ibu dan anak itu pun menangis bersama meluapkan rasa rindu yang selama lima tahun ini terpendam dalam hati masing masing.
Radit mengusap sudut matanya yang basah saat melihat Bulan yang kembali bisa memeluk sang Mamah setelah berpisah selama lima tahun.
Suasana pun menjadi haru dengan adanya pertemuan ibu dan anak itu.Belum lagi tangis harunya yang melengkapi acara pertemuan keluarga kali ini.
__ADS_1
Sedangkan si kecil Bintang hanya menatap bingung kepada orang orang disekitarnya yang nampak nya tengah menangis bahagia karena sudah bisa berkumpul kembali walaupun tanpa kehadiran Mentari disana saat ini.