Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.58


__ADS_3

Karena rasa rindu yang begitu menggebu dan juga suasana yang begitu mendukung entah siapa yang memulai lebih dulu namun kini keduanya begitu larut dalam penyatuan dan pangutan bibir kenyal keduanya.


Saling bertukar saliva dan berbelit lidah,saling memenuhi rasa haus keduanya akan hasrat yang selama ini terpendam.


Bulan memberanikan diri menatap wajah Radit disela nafas yang terengah engah akibat pangutan keduanya.


"Aku merindukanmu Bulan,sungguh"ucap Radit yang menatap Bulan penuh dengan kerinduan.


"Ayo kita pulang dan menikah.Aku tidak mau lagi kehilangan kalian berdua,cukup 5 tahun lalu aku kehilangan kamu dan juga Bintang,kini ijinkan aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan dan memberikan status yang jelas untuk Bintang"pinta Radit membelai sayang wajah wanita yang selama ini dia rindukan.


"Tapi aku takut Kak"lirih Bulan menundukan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihan yang selama ini selalu menemani malam malam nya.


Namun dengan gerak cepat Radit menarik dagu Bulan agar kembali bisa bersitatap dengan nya.


"Apa yang kamu takutkan?ada aku,aku akan menjaga dan melindungimu Bulan"

__ADS_1


"Tapi aku takut Kak,bagaimana kalau orang tua dan keluarga kita tidak mau menerima aku dan Bintang?"jawab Bulan dengan mata yang kembali mengembun dan dalam satu kerjapan saja air mata itu akan kembali membasahi wajah cantiknya yang kini sudah nampak jauh lebih dewasa.


Melihat Bulan kembali menangis Radit pun kembali memeluk erat tubuh Bulan dan membelai kepala hingga punggung Bulan,memberikan ketenangan untuk Bulan yang begitu ketakutan kalau saja keluarganya maupun keluarga Radit tidak mau menerima dan menolak kehadiran Bintang.


"Ssssttttt,jangan berpikir terlalu jauh Dek.Kita coba dulu saja memperkenalkan Bintang kepada Kakek dan Neneknya akrena mereka mau pun Bintang berhak tahu keberadaan mereka.Dan asal kamu tahu kalau Mamah begitu mengharapkan kamu pulang dan membawa cucunya"jelas Radit yang membuat tangisan Bulan terhenti.


"Be_benarkah?Ka_Kakak tidak bohongkan?"tanya Bulan lagi meyakinkan apa yang baru saja Radit katakan.


"Tentu saja,untuk apa aku bohong.Ayo kita bawa Bintang pulang dan memperkenalkan nya kepada seluruh keluarga kita dan setelah itu kita akan menikah,agar Bintang memiliki status yang jelas.Kamu maukan menikah denganku?"


"Ma_maksud Kakak apa?me_menikah,kita menikah?"tanya Bulan gelagapan karena begitu kaget mendengar Radit memintanya menikah dengan nya.


"Iya kita,kita akan menikah setelah kita pulang ke Jakarata dan kamu tidak punya hak untuk menolak"tegas Radit yang membuat Bulan menelan salivanya.


*

__ADS_1


*


Sementara itu diluar toko milik Bulan nampak seorang pria yang masih memakai pakaian kantor berdiri dengan kedua alis yang menyatu karena merasa heran dengan kondisi toko yang nampak sepi dan tertutup itu.


"Aneh kenapa tokonya sudah tutup?padahal inikan masih jam oprasionalnya?"gumam nya yang masih mengamati toko milik Bulan itu.


Pria itu pun beranjak dan berjalan menuju ke arah rumah Bulan yang memang tidak jauh dari tokonya.Hanya butuh waktu 15 menit berjalan kaki hingga dia pun tiba didepan rumah Bulan.


Namun saat tiba disana si pria pun dibuat heran dengan keberadaan orang yang begitu akrab dipenglihatan nya.


Orang yang selama ini nampak sibuk dengan berkas berkas dikantor pusat milik keluarga nya kenapa bisa ada disana dan bersantai didepan rumah Bulan,batin si pria yang baru saja tiba dirumah Bulan saat ini.


"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya si pria yang membuat Dani terkejut dan tersedak oleh minuman nya.


"Uhhhuukkk...uuhhuuukk...tu_tuan"

__ADS_1


__ADS_2