Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Masih Mencari


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan satu setengah jam akhirnya mobil milik Bu Asih tiba disebuah halaman rumah kontrakan miliknya yang berjejer dengan rapih dan juga bersih yang terletak didaerah Ubud,Bali.


Sebuah tempat yang cukup tenang dengan suasana pedesaan yang asri nan sejuk dengan lingkungan yang masih dipenuhi oleh pepohonan.


"Ayo Nak Sekar kita turun.Ini kontrakan milik Ibu yang salah satu nya akan Nak Sekar tempati"ajak Bu Asih pada Bulan.


Bulan pun mengangguk dan segera turun dari mobil berjalan mengikuti langkah Bu Asih menuju ke arah rumah yang terletak paling ujung.


Walaupun rumah minimalis itu kosong namun nampak begitu bersih dan rapih.Sepertinya sang pemilik begitu menjaga kebersihan dan kerapihan kontrakan nya agar selalu nyaman untuk ditempati.


Bulan dan Bu Asih pun berhenti tepat didepan pintu yang bernomorkan angka 17 yang berarti itu rumah adalah rumah ke tujuh belas yang akan Bulan tempati sebagai seorang Sekar Ayuning.


"Nak ini kamrnya.Didalam terdapat satu kamar tidur,satu kamar mandi dan juga dapur kecil untuk Nak Sekar memasak dan juga satu ruang tamu,kecil sih tapi ya lumayanlah masih nyaman untuk ditempati"jelas Bu Asih sembari membukakan pintu rumah kontrakan nya untuk Bulan.

__ADS_1


"Iya Bu tidak masalah lagi pula sayakan sendiri jadi ini sudah jauh lebih dari cukup untuk saya.Terima kasih ya Bu sudah mau menampung saya"ucap Bulan tak henti henti nya berucap syukur karena kini dirinya punya rumah walaupun sebuah rumah kontrakan.


Bulan menelusuri setiap sudut rumah minimalis yang akan menjadi tempatnya berteduh dan juga mungkin akan menjadi tempatnya membesarkan baby Bintang nantinya.


"Ini rumah baru kita Nak.Mulai sekarang kita akan tinggal disini"ucap Ayu sesaat setelah mendudukan dirinya di atas kasur yang terletak didalam kamar seraya mengusap lembut perut buncitnya yang kini sudah memasuki bulan ke 7.


*


*


Radit menyandarkan tubuh lelahnya kesandaran kursi kebesaran nya.Walaupun kini dirinya sudah terlepas sepenuhnya dari Mentari namun Radit masih dirundung pilu karena tak kunjung menemukan calon istri dan juga calon anaknya.


"Apa masih belum ada kabar tentang keberadaan Bulan Dan?"tanyan Radit pada asisten nya yang bernama Dani.

__ADS_1


"Belum Pak.Terakhir Nona Bulan diketahui pergi ke Bandara dan mengambil penerbangan ke Bali.Namun disaat tim tiba diBali jejak Nona Bulan hilang begitu saja.Masih belum diketahui apa Nona Bulan masih di Bali apa sudah pergi ketempat lain karena kini tim sudah benar benar kehilangan jejaknya"jawab Dani menjelaskan proses pencarian Rembulan saat ini.


Lelah sudah pasti dirasakan oleh Radit saat ini.Namun Radit juga tidak bisa berhenti berusaha untuk menemukan anak dan juga calon istrinya.


*


*


Dan untuk Mentari sendiri,setelah putusan cerai yang telah diaah kan kemarin kalau kini dirinya dan juga Radit telah resmi berpisah masih merasa terpuruk dengan semua yang dia alami.


Kehilangam Radit sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.Mentari kira selama ini Radit memilih diam karena Radit akan selalu setuju dengan keputusan nya


Mentari tidak menyangka kalau diam nya Radit justru karena sudah terlalu dibuat kecewa olehnya hingga akhirnya sudah tidak dapat lagi menahan lagi diri dengan terus bersama Mentari yang terus menerus membuat Radit kecewa.

__ADS_1


Setelah pulang dari pengdilan Mentari mulai mengurung diri didalam kamarnya.Rasanya terlalu berat untuknya mengjadapi perpisahan dengan mantan suaminya itu.


Namun apalah daya kala rasa kekecewaan telah menyelimuti Radit dan hingga akhinya dia pun memilih pergi dari sisi Mentari.


__ADS_2