Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.83


__ADS_3

Bulan memejamkan matanya saat bibir kenyal Radit menempel sempurna di atas bibir ranum miliknya.Tidak hanya mengecup namun Radit kini ******* dan menghisap bibir lembut itu penuh dengan minat.


"Mamah,Papah"gumam Bintang yang terdengar jelas di indra pendengar Bulan dan juga Radit.


Mendengar suara anaknya memanggil sontak membuat keduanya memisahkan diri dan memberi jarak satu sama lain.Detik.kemudian Bulan langsung berlari keluar kamar karena terlalu malu aksi mesum keduanya kepergok sang anak.


Begitu pun dengan Radit yang kelimpungan berlari ke arah sisi ranjang bagian nya untuk merebahkan diri.Namun saat akan naik ke atas ranjang Radit dibuat melongo karena Bintang ternyata masih tertidur lelap dan Bintang bukan nya bangun melainkan hanya mengigau.


Radit pun terkekeh sendiri,merasa malu dengan tingkah kekanakan nya yang tidak bisa menahan hasratnya dan melupakan gadis kecil yang ada bersama dengan mereka saat ini.


Radit pun akhirnya merebahkan diri disamping Bintang dan mulai terlelap mengikuti jejak sang anak masuk ke alam mimpi.


*


*

__ADS_1


Dua Minggu Kemudian...


Disebuah hotel berbintang 5 sudah nampak kesibukan orang orang yang hilir mudik keluar masuk kedalam sebuab Ballroom yang ada didalam hotel itu.


Siang ini tepatnya jam 10 pagi akan dilaksanakan acara akad nikah antara Bulan dan juga Radit.Semua yang terlibat untuk membantu melancarkan acara tersebut pun sudah nampak sibuk sedari kemarin.


Calon mempelai sendiri kini tengah di makeup oleh MUA ternama untuk menampilkan penampilan terbaiknya sebagai Ratu sehari untuk hari ini.


Bukan hanya Bulan yang tengah bersiap menampilkan penampilan terbaik dan tercantiknya,disamping nya nampak juga Mentari yang tengah melakuka hal yang sama karena selain hari pernikahan Bulan dan Radit ini juga akan menjadi dimana resepsi pernikahan antara Mentari dan juga Abra.


Mentari sendiri sebenarnya sudah ikut bersama dengan Abra pindah ke Bali dua hari setelah mereka menikah.Dan dua hari yang lalu Abra dan juga Mentari datang kembali keJakarta untuk melakukan resepsi pernikahan bersama dengan pesta resepsi pernikahan Bulan dan Radit.


Sementara kamar untuk Mentari dan Abra ada disamping nya.Namun karena harus dirias untuk acara resepsi yang akan digelar beberapa jam lagi maka Mentari pun kini menunggu acara ijab kabul Bulan Radit selesai dikamar yang disiapkan untuk Bulan dan Radit karena MUA yang akan merias wajahnya ada dikamar Bulan,jadi disinilah dia.


"Sayang kok nggak keluar?"tanya Abra yang baru saja masuk kedalam kamar itu untuk mencari istrinya.

__ADS_1


"Aku sedikit pusing Mas,lemes juga"jawab Mentari yang entah kenapa merasa kurang enak badan.


"Kamu sakit,hhmm?kok pucat gitu mukanya?"tanya Abra lagi menghampiri dan segera mengecek suhu tubuh istrinya.


"Mau Mas ambilkan makanan?setelah itu minum obat ya"lanjut Abra beranjak dan kembali meninggalkan Mentari untuk mengambil makanan untuk Mentari makan.


Setelah mendapatkan satu porsi makanan dan sagu gelas air putih Abra pun kembali kedalam kamar dan mendapati istrinya tengah berbaring sembari memejamkan mata.


"Sayang bangun dulu,ini makan dulu biar lebih enakan lalu minum obat biar nggak pusing lagi ya"ujar Abra membelai lembut pipi istrinya yang terasa lebih hangat dari biasanya.


Mentari pun mulai membuka matanya namun bukan nya makan Mentari malah langsung berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan selurih isi perutnya.


Abra pun dengan paniknya mengikuti Mentari kekamar mandi dan memijit tengkuk Mentari agar merasa baikkan.


"Kamu kenapa,hhmm?apa masih mual?"tanya Abra yang masih memijit mijit tengkuk Mentari.

__ADS_1


"Aku ga suka bau makanan yang kamu bawa Mas,bau nya bikin aku mual"keluh Mentari yang merasa begitu lemas setelah memuntahkan semua isi perutnya.


...****************...


__ADS_2