Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Kekesalan Fabian


__ADS_3

Selang satu jam kemudian mobil Bian yang membawa Bulan pun tiba dipekarangan sebuah rumah sakit yang terdekat dengan lokasi toko Bu Asih.


Bian kembali membawa tubuh Bulan dalam gendongan nya lalu bergegas menuju keruangna IGD agar Bulan segera mendapat penangan Dokter karena kini Bulan sudah begitu kesakitan.


"Suster tolong teman saya Dok,sepertinya dia mau melahirkan"ucap Bian saat tiba di IGD dan bertemu dengan sustyer jaga disana.


"Baik Pak mari baringkan disini dan kami akan membawanya untuk dilakukan pemerikasaan"jawab suster itu sembari menyodorkan brangkar kosong untuk Bulan tempati.


Bian pun membaringkan Bulan disana untuk dibawa oelh suster untuk dilakukan pemeriksaan.Sementara Bulan diperiksa Bian dan juga Bu Asih menunggu diluar ruangan pemeriksaan.


"Maaf apa kamu mengenal Nak Sekar?"tanya Bu Asih saat keduanya sudah duduk tenang dikursi tunggu


"Sekar?"tanya Bian bingung karena setahu Bian itu adalah Bulan.


"Iya itu namanya tadi Nak Sekar,Sekar Ayuning.Kamu mengnalnya?"tanya Bu Asih lagi dengan tatapan penuh dengan rasa curiga.


"Ah i_iya Bu saya mengenalnya tapi saya biasa memanggilnya Ayu bukan Sekar"jawab Bian meyakinkan Bu Asih walaupun Bian sendiri masih kebingungan dengan situasi saat ini.

__ADS_1


"Oh baguslah kalau kamu mengenalnya.Sekarang dia sudah tidak sendiri lagi karena memiliki teman.Kasihan dia,diusia mudanya harus menjalani kehamilan tanpa suami"cerita Bu Asih tentang Bulan pada Bian.


"Memang suami Sekar kemana Bu?saya sudah lama tidak bertemu dengannya jadi saya tidak tahu kabarnya yang terbaru"ucap Bian yang memang benar adanya.


Bian merasa kebingungan begitu Bulan hilang tanpa jejak.Bahkan saat ditelusuri Bian pun tidak mendapat informasi apa apa prihal kepergian Bulan.


Dan kini Bian begitu tercengang disaat kembali lagi bertemu dengan Bulan,dia tengah hamil besar dan akan melahirkan.


"Sebenarnya apa *yang terjadi denganmu Lan?kenapa kamu menghilang dan mengganti namamu?sebenarnya ada apa dengan hidupmu Rembulan*?"gumam Bian setelah mendengar cerita dari Bu Asih tentang Bulan.


*


*


Bu Asih tak henti hentinya mengucap syukur atas keselamatan dan kesehatan Bulan serta bayinya.Sedangkan Bian sendiri masih diliputi rasa penasaran akan sosok pria yang begitu tega meninggalkan Bulan dalam kondisi hamil.


Setelah menjalani masa observasi Bulan dan juga bayi mungilnya kini sudah dipindahkan keruangan rawat inap.

__ADS_1


Bulan menatap haru wajah mungil yang begitu mirip dengan Radit namun persi perempuan.Tak henti henti nya Bulan tersenyum saat melihat setiap lekuk wajah mungil milik sang anak.


"Siapa bajingan itu Lan?"suara bariton milik Bian memecah keheningan diantara keduanya.


Saking senang dan bahagianya Bulan saat dipertemukan dengan sang anak menbuat Bulan lupa kalau kini ada Bian disisinya.


"Ma_maksud ka_kamu apa Bi?"tanya Bulan menutupi rasa gugupnya saat Bian menanyakan siapa pria bajingan yang sudah membuatnya hamil lalu meninggalkannya.


"Aku rasa kamu bukan orang bodoh yang nggak tahu maksud dari pertanyaanku Lan.Siapa dan dimana bajingan itu sekarang?aku akan menyeretnya kemari untuk bertanggung jawab atas perbuatan nya"jawab Bian dengan berapi api.


Kesal rasanya disaat wanita yang kita sayangi dan kita cintai disia siakan begitu saja oleh pria bajingan yang tidak bertanggung jawab.


Eh tunggu dulu.Cinta?Bian cinta sama Bulan?dan jawaban nya iya.Bian memang sudah menyukai Bulan dari mereka masih duduk dibangku SMA.Namun Bian selalu menutupi rasa suka dan rasa cintanya pada Bulan karena tidak ingin pertemanannya dengan Bulan ruksak hanya karena rasa suka itu.


"Ja_jangan lakukan itu Bi.Biarkan dia bahagia dengan pasangan nya dan aku juga akan bahagia dengan anakku"jawab Bulan yang kembali menatap wajah mungil jiplakan dari pria bernama Raditya Baskoro Herlambang itu.


"Tapi Lan dia ha___"

__ADS_1


"Tidak Bi.Tolong hargai keputusanku,dia sudah menikah dan bahagia dengan istrinya dan aku,aku tidak punya hak atas dirinya karena aku adalah orang ketiga Bi".


__ADS_2