Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.81


__ADS_3

“Saya terima nikahnya dan kawinnya Mentari Anindi Laksono binti Bisma laksono dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana para saksi,sah?"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah"


Perasaan lega pun terasa setelah suara bariton Abra menggema mengucapkan kabul atas ijab yang sebelumnya diucapkan oleh Papah Bisma.


Resmi sudah kini seorang Mentari Anindi Laksono menjadi seorang istri dari seorang pria bernama Abra Dewa Adnyana.


Seorang CEO hotel berbintang 5 di Bali dan pria yang usianya lebih muda 2 tahun dari Mentari ini akhirnya resmi memperistri wanita yang bahkan tidak pernah dia kenali sebelum nya.

__ADS_1


Karena sebuah kecelakaan yang memgakibatkan keduanya terlibat ONS,Abra pun harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya pada Mentari.


Dengan berbalut baju pengantin muslimah syar'i berwarna putih gading Mentari nampak begitu cantik dan mempesona.


Bahkan saking terpesona nya Abra sampai tidak berkedip saat untuk pertama kalinya mereka dipertemukan setelah resmi menjadi suami istri.


Mendapat tatapan yang begitu intens dari pria yang sudah resmi menjadi suaminya Mentari pun mendadak salah tingkah dan itu membuat Abra semakin gemas saat melihat wajah merona Mentari.


Dengan tangan yang sedikit gemetar Mentari meraih tangan Abra untuk menyalaminya dengan takzim sebagai tanda bakti dirinya pada pria yang kini berstatus suaminya itu.


Tidak kalah dengan Mentari,Abra pun sedikit gemetar pada saat harus mencium kening sang istri untuk pertama kalinya dalam keadaan sadar sesadar sadarnya.


Lebih tepatnya Abra yang kala itu memaksa Mentari untuk melayani hasratnya yang sudah tidak tertahan kan lagi.


Dan ini untuk pertama kalinya lagi keduanya bersentuhan setelah menyandang status baru sebagai pasangan kekasih halal.

__ADS_1


"Selamat ya Kak akhirnya dipertemukan kembali dengan jodoh Kakak dan semoga ini untuk yang terakhir dan pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan"ucap Bintang yang berhambur memeluk sang Kakak setelah acara sungkeman selesai.


"Selamat Ta,semoga kali ini kita bisa menjalin silahturahmi yang baik sebagai saudara ipar"sambung Radit yang kini hanya mengatupkan kedua tangan nya didada demi menghargai mantan istrinya yang sudah berhijrah itu.


"Terima kasih Bulan,terima kasih Radit.Doa yang sama pun aku panjatkan untuk pernikahan kalian nanti,maaf sudah mendahului"sesal Tari yang memang mendahului pernikahan Radit dan Bulan.


Namun hal itu tidak dipermasalahkan karena mungkin akan lebih baik Tari Duluan yang menikah sebelum sisa ONS itu tumbuh dirahim nya.


Pasalnya keduanya melakukan hal itu tidak hanya satu kali dan itu bisa saja membuahkan hasil dan sebelum hal itu terjadi alangkah baiknya jika mereka segera menikah biar tidak ada anak yang hadir diluar nikah lagi seperti yang di alami oleh Bintang.


"Tidak masalah,jika itu yang terbaik kenapa tidak?toh kami tetap menikah dihari dan tanggal yang sama"jawab Radit yang tidak ingin membuat Tari dan Abra terbebani oleh pernikahan itu lantaran mendahului Bulan dan Radit yang sudah terlebih dahulu mempersiapkan segalanya.


Kedua keluarga itu pun larut dalam rasa suka cita menyambut anggota keluarga baru didalam keluarga masing masing.Senyuman bahagia pun nampak terus menemani kedua mempelai saat menyalami dan menerima ucapan selamat dan doa kebaikan dari para kerabat dan tetangga terdekat yang di undang secara dadakan ke acara pernikahan keduanya.


Abra pun terlihat sesekali mencuri pandang pada wajah cantik Mentari yang terlihat jauh lebih cantik dan mempesona saat tersenyum dan sudah tidak ketakutan lagi jika berdekatan dengan Abra.

__ADS_1


Bahkan Mentari pun menyambut baik genggaman tangan Abra yang sengaja Abra lakukan disela sela menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.


...****************...


__ADS_2