
Bulan menatap haru dua orang yang kini tengah asik melakukan kegiatan pagi hari didalam dapur.Entah apa yang keduanya bicarakan dan lakukan Bulan tidak bisa mendengar begitu jelas karena posisinya yang cukup berjarak.
Namun yang Bulan lihat keduanya nampak begitu bahagia bisa bersama dan melakukan apa yang mereka mau secara bersama sama.
Menyaksikan bagaimana tawa bahagia antara Bintang dan Radit membuat sudut mata Bulan membasah.Seketika perasaan bersalah menyelimutinya saat ini.
Dimana Bulan dengan begitu egoisnya memisahkan ayah dan anak itu.Namun Bulan juga tidak bisa menampik rasa takut yang dia rasakan disaat Mentari mengungkapkan akan niat Radit yang akan memisahkan nya dengan sang anak setelah dia dilahirkan.
Bulan yang dirundung rasa takut pun akhirnya memilih pergi tanpa meminta penjelasan dulu kepada Radit.
"Itu Mamah sudah keluar"tunjuk Radit ke arah Bulan yang menyadarkan Bulan untuk segera menghapus air mata di ujung matanya.
Dengan senyum mengembang dibibir ranum yang sudah menjadi candu untuk pria yang sudah membuatnya menjadi ibu,Bulan berjalan mendekati ayah dan anak yang kini tengah asih menghabiskan waktu bersama.
"Kalian lagi ngapain sih?asik banget kayanya?"tanya Bulan yang begitu mendekat langsung ditarik masuk kedalam pelukan Radit.
__ADS_1
"Mas ih,ada Bintang malu"bisik Bulan saat tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Radit.
Namun Radit begitu tidak peduli dengan protes sang calon istri malah semakin mengeratkan pelukan nya.
"Nggak apa apa kok Mah.Bintang suka lihat Mamah sama Papah begini dengan begitu Bintang bisa segera dapat adik"seru Bintang yang membuat kedua orang tuanya melongo tak percaya.
Bagaimana bisa anak seumuran nya sudah mengerti hal yang sensitif seperti itu?pikir Bulan dan juga Radit.
"Hey anak Papah tahu dari mana tentang adik?"tanya Radit yang masih syok dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut sang anak.
"Gusti.Gusti bilang kalau aku lihat Mamah sama Papah pelukan itu jangan marah karena itu adalah proses buat Bintang dapat adik.Gusti juga katanya gitu,saat melihat Mamah dan Papahnya pelukan eh tidak lama Mamah nya Gusti hamil lagi"jelas Bintang yang mampu membuat Bulan dan juga Radit membolakan matanya.
"Anak Mas juga"protes Bulan.
"Iya anak kita,anak kita sayang"keduanya pun terkekeh melihat betapa pintarnya anak mereka sekarang ini.Rasa bangga pun muncul dihati Radit karena Bulan sudah menjaga dan mendidik Bintang hingga tumbuh dengan baik bahkan lebih pintar di antara anak seumuran nya.
__ADS_1
*
*
Lain Bulan dan Radit yang tengah berbahagia karena bisa kembali berkumpul bersama.Disebuah pantai nampak seorang pria yang begitu kacau.
Ingin rasanya marah namun entah harus marah pada siapa dan marah karena apa?sunggu dilema besar untuknya saat ini.
"Kenapa harus dia pria yang kamu cintai Bulan?dan kenapa juga harus dia yang menjadi ayah kandung Bintang"gumamnya dengan cukup lirih.
Sakit dan juga kecewa begitu dirasakan oleh Bian saar ini.Penantian nya selama hampir 7 tahun itu berakhir sia sia bahkan tanpa sisa dan tanpa celah sedikit pun.
Namun Bian pun tersadar kalau selama ini Bian hanya diam tanpa mau mengungkapkan perasaannya pada Bulan.Bian tidak tahu jika pria yang sudah mencuri hati Bulan itu adalah sang Kakak yang begitu besar kemungkinan nya untuk bertemu kembali.
Bian pikir ayah Bintang adalah pria bajingan yang lepas tanggung jawab begitu saja sehingga perlahan tapi pasti Bian dapat merebut hati Bulan dari ptoa bajingan itu.
__ADS_1
Bian tidak menyangka kalau ayah kandung Bintang adalah Radit.Bian tahu betul bagaimana bertanggung jawabnya Radit akan apapun yang dilakukan dan pada siapapun dia melakuka kesalahan akan Radit pertanggung jawabkan bahkan rela mengorbankan kebahagiaan nya.
Dan itu terbukti dengan pernikahan nya dengan Mentari dulu.Merasa bersalah akan apa yang dilakukan Mentari membuat Radit dengan ikhlas menjalani pernikahan yang sebenarnya tidak dia inginkan.