Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Bab.76


__ADS_3

Mentari baru saja menutup matanya saat merasakan seseorang memasuki kamar itu.Rasa takutnya pun kini kembali muncul saat Mentari menyipitkan matanya Mentari melihat seseorang berbadan tegap tengah berdiri di ujung ranjang dan tengah menatapnya.


Tak ada pergerakan apapun yang dilakukan nya hanya terdiam dan menatap dengan wajah sendu.Suasana kamar yang hanya bercahayakan lampu tidur membuat Abra tidak menyadari kalau Mentari tidak benar benar tidur.


Bahkan Mentari dapat mendengar dengan jelas apa yanh digumamkan oleh Abra dan hal itu membuat Mentari gamang dengan perasaan nya.


Dia begitu takut dan ingin sekali membenci pria itu namun setelah memikirkan secara kepala dingin Mentari sama sekali tidak melihat kalau pria itu adalah pria brengsek seperti kebanyakan.


Bahkan dia sengaja menyuruh adiknya untuk menemani dan menjaga nya kala Abra tidak ada ditempat itu karena harus bekerja.


Lelah memikirkan semua yang terjadi padanya selama di Bali,Mentari pun akhirnya terlelap dengan sendirinya.


Bahkan saking lelapnya Mentari hingga melewatkan ibadah subuh nya dan baru terbangun saat jam dinding dikamar itu menunjukan pukul 10 pagi.

__ADS_1


Mentari langsung bangkit dari tidurnya saat melihat situasi kamar itu pun sudah terang diterangi sinar matahari yang masuk lewat jendela kamar yang sudah terbuka lebar.


Mungkin sudah di buka oleh Laras yang sudah terlebih dahulu bangun karena kini Laras sudah tidak ada ditempatnya tertidur semalam.


Cklek...


Sebuah suara pintu yang dibuka dari luar mengalihkan perhatian Mentari dan segera menoleh ke arah pintu yang memunculkan wanita paruh baya kira kira seumuran Mamah Ayu tengah masuk dengan nampan berisi sarapan untuknya.


Tidak lupa menampilkan senguman diwajah cantiknya.Meski sudah tidak muda lagi namun penampilan nya begitu menawan dan jiga cantik alami bahkan tanpa polesan makeup.


"Wa'alaikumsalam,Ibu ini siapa?"jawab Mentari yang membenarkan posisi duduknya lalu bertanya pada wanita paruh baya itu.


"Perkenalkan saya Ibu Asih.Mamah nya Abra dan juga Laras,jangan takut Ibu tidak akan menyakiti mu.Ayo lebih baik sarapan dulu ya setelah itu ada yang ingin Ibu bicarakan dengan Nak Mentari"ujarnya seraya menyodorkan nampan yang berisikan satu posri nasi goreng seafood dan juga susu hangat untuk sarapan Mentari.

__ADS_1


"Terima kasih Bu,maaf jika Tari sudah merepotkan Ibu dan juga Laras"Mentari pun meraih nampan itu dan mulai memakan makanan kesukaan nya itu.


Meski agar kurang nafsu namun tidak sampai hati menolak niat baik,apa lagi niat baik itu dari seorang Ibu yang begitu lembut dan penuh perhatian memperlakukan Mentari saat ini.


*


*


"Nak Tari sebelum nya Ibu mewakili Abra ingin meminta maaf atas apa yang sudah terjadi pada kalian berdua malam itu.Abra sudah menjelaskan semuanya pada Ibu,apa Nak Mentari mau memaafkan Abra dan menerima pertanggung jawaban nya?"tanya Bu Asih saat keduanya sudah bersantai bahkan kini Mentari pun sudah mau meninggalkan kamar dan duduk bersama dengan Bu Asih diruang tamu apartemen Abra.


"Sebenarnya saya masih bingung Bu,saya tidak tahu harus apa dan harus bagaimana?kejadian itu benar benar membuat saya shock dan tidak bisa berpikir apa apa.Saya membencinya Bu,saya ingin sekali memukul dan mencakarnya namun baru melihat wajahnya saja sudah membuat saya takut"jawab Mentari menunduk dengan kedua tangan yang saling meremas.


Melihat itu hati Bu Asih merasa tidak tega lalu menggenggam tangan Mentari yang saling meremas itu lalu berbisik.

__ADS_1


"Mau Ibu bantu buat balas dendam sama si brengsek itu?".


__ADS_2