Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Kejujuran Radit


__ADS_3

Radit melangkah pasti kedalam rumah utama keluarga Laksono dengan sebuah map ditangan nya.Seminggu sudah dari kejadian Bulan pergi dan hingga saat ini belum satu orang pun dari sekian banyaknya orang suruhan Radit untuk mencari Bulan melaporkan penemuan Rembulan.


Mentari pun sudah pulang kerumah kembali kepada kedua orang tuanya.Seminggu lalu kedua orang Tari yang masih diluar kota terpaksa pulang saat memdapati laporan kalau anak sulung nya itu masuk rumah sakit.


Bu Rahayu dan juga Pak Bisma begitu syok mendapati anaknya terbaring lemas dirumah sakit karena percobaan bunuh diri.Entah apa yang mendasari Mentari melakukan itu hingga saat ini baik Mentari atau Radit tidak ada satu pun yang mau bicara prihal alasan dibalik kejadian naas itu.


Bahkan kedua orang tua Mentari pun belum pernah bertemu lagi dengan menantu nya itu dan itu cukup membuat kedua nya merasa kebingungan karena selama ini hubungan mereka baik baik saja.Namun seiring keluarnya Bulan dari rumah itu hubungan Mentari dan Radit pun seperti tidak baik baik saja.Keduanya nampak sibuk dengan diri masing masing namun baik Bi Rahayu maupun Pak Bisma tidak bisa ikut camput terlalu jauh karena itu adalah masalah pribadi anak anaknya.


"Siang Bi,Mamah sama Papah ada dirumah?"tanya Radit saat melihat art keluarga Laksono membukakan pintu untuknya.


"Ada den lagi berkumpul diruang keluarga.Tapi aden kemana saja kenapa baru pulang?"tanya Bi Yati yang memang sudah mengenal lama sosok Radit dan merasa heran karena beberapa minggu ini tidak melihat menantu satu satunya dikeluarga itu pulang kerumah padahal sang istri masih dirumah bahkan salam kondisi sakit.


"Maaf aku sibuk dikantor Bi jadi sering lembur dan menginap dikantor.Ya sudah kalau begitu saya masuk ya ada yang harus saya bicarakan dengan Mamah dan Papah"


"Iya baik den,silahkan"

__ADS_1


Radit pun masuk kedalam rumah mewah yang sudah 2 tahun ini menjadi rumahnya.Namun karena kasusnya dengan Bulan dan juga Mentari Radit pun sudah tidak pulang lagi kesana dan memilih tinggal di apartemen Bulan.


Tidak ingin masalahnya lebih runcing dan lebih rumit lagi kedepan nya Radit pun mantap mendatangi keluarga mertuanya untuk menjelaskan semua yang terjadi setelah mengantongi jadwal sidang putusan perceraian nya dengan Mentari.


"Siang Mah,Pah"sapa Radit saat tiba diruang keluarga rumah keluarga Laksono.


Merasa ada yang menyapa kompak ketiga orang yang ada disana pun menoleh ke arah suara dan binar bahagia terpancar dari wajah Mentari yang melihat suaminya pulang kerumah.


"Mas,akhirnya kamu pulang Mas Aku kangen"ujar Tari berlari berhambur kedalam pelukan Radit.


"Nak Radit?kemana saja Nak,kok baru pulang?"tanya Bu Rahayu pada menantunya itu.


Mendengar pertanyaan dari Ibu mertuanya Radit pun mengurai pelukan Tari ditubuhnya.Radit berjalan melewati Mentari tanpa mengharaukan Tari yang masih berdiri mematung ditempatnya dan duduk dibersimpuh dihadapan kedua mertu nya.


"Nak Radit apa yang kamu lakukan?bangun Nak duduk dikursi jangan seperti itu"ucap Bu Rahayu yang syok melihat menantunya tiba tiba berlutut dihadapan nya.

__ADS_1


"Ada apa ini Nak Radit kenapa kamu melakukan itu?ayo cepat bangun dan duduk disofa Nak"kini giliran Pak Bisma yang mengeluarkan suaranya.


"Saya akan bangun setelah saya menyelesaikan apa yang saya ingin sampaikan kepada Mamah dan Papah.Pertama tama saya ingin mengakui dosa besar saya terhadap keluarga ini"jawab Radit yang membuat kerutan didahi kedua mertuanya.


"Dosa?dosa apa Nak?"tanya Bu Rahayu tidak mengerti dengan apa yanh di katakan menatunya itu.


"Tidak Mas jangan,jangan katakan apapun.Aku mohon Mas"pekik Tari berlari ke arah Radit dan menghalangi Radit untuk mengatakan kebenaran nya.


Merasa sudah tidak bisa mentoleri sikap Tari lagi Radit pun bangkit dari berlututnya dan menarik Tari naik kelantai dua untuk menuju kekamar mereka.


Dengan cepat Radit membawa masuk Tari kedalam kamar dan mengambil kunci yang tergangung dihandel pintu kamar itu.Tanpa sepatah kata pun Radit kembali keluar lalu menutup dan mengunci pintu kamar itu dari luar dan kembali turun kelantai bawah untuk menemui kedua mertuanya mengabaikan suara teriakan Tari dan gedoran pintu yang Tari lakukan dari dalam kamar yang terkunci dari luar.


Radit menghela nafas panjang sebelum mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada kedua mertunya yang sudah dia anggap orang tua sendiri itu.


"Mah,Pah sebenarnya Radit lah pria yang sudah menghamili Bulan"

__ADS_1


__ADS_2