
"Sekar?siapa Sekar?"tanya Abra yang memang belum pernah bertemu dengan Sekar alias Bulan
"Tetangga yang tokonya dekat sama toko Mamah.Lalu bisa cerita dia kenapa dan apa yang terjadi dengan kalian?"selidik Laras lagi.
"Lalu bagaimana dengan Mentari?apa masih menangis?"
"Nggak Kak Mentari lagi tidur dan sekarang labih baik Kakak cerita sama aku ada apa dengan kalian?"
"Baiklah Kakak akan cerita.Kita duduk didepan saja biar lebih santai karena ceritanya cukup panjang"
Abra pun menuntun Laras untuk duduk disofa ruang televisi apartemen nya.Dengan perlahan Abra pun mulai menceritakan awal mula kejadian malam itu.
Malam dimana dia memaksa Mentari melayaninya bahkan hingga berkali kali sampai tubuhnya benar benar merasa lelah dan tertidur hingga suara tangisan Mentari membangunkan nya dari tidur lelapnya setelah lelah bergumul berbagi peluh dengan Mentari.
Laras yang mendengarkan cerita sang Kakak pun membolakan matanya menutup mulutnya yang menganga saking shock nya mendengar apa yang kakak laki lakinya lakukan.
__ADS_1
Bahkan Laras sampai merinding saat Abra mengatakan kalau dirinya terus memaksa Mentari melayani nafsu bejad nya.
"Ya ampun kak,itu parah banget tahu nggak?kakak.bahkan bisa dipenjara jika kaka Mentari melaporkan kakak kepolisi"
"Iya kakak tahu,tapi malam itu kakak juga melakukan nya karena pengaruh minuman beralkohol dek.Nggak mungkin banget kakak melakukan itu dalam keadaan sadar,kamu tahu kakak bagaimana kan?nggak mungkin kakak melakukan itu diluar nikah"
"Lalu apa rencana kakak selanjutnya?lebih baik bicarakan juga dengan Mamah dan Papah kak,biar mereka tahu dan siapa tahu bisa memberi solusi untuk masalah kakak ini"
"Kakak akan bicara dengan Mamah tapi tidak dengan pria tua itu,bertemu dengan nya saja sudah membuat kakak naik darah"ujar Abra yang masih begitu enggan menemui sang Ayah setelah perselingkuhannya diketahui langsung oleh Abra dan juga Laras yang kala itu dengan sengaja mengikuti kepergian ayahnya menuju sebuah hotel bintang lima seorang diri.
"Iya kakak tahu,kakak akan segera menemui Mamah dan bicarakan masalah ini.Baiklah kakak titip Mentari ya kakak harus kekantor dan setelahnya kakak akan mampir kerumah untuk bicara dengan Mamah"
"Iya baiklah,pergilah biar kak Mentari biar aku yang jaga.Oh iya nanti pulang nya jangan lupa bawakan makanan ya?"
"Baiklah,terima kasih ya karena kamu sudah mau bantuin kakak"
__ADS_1
"Tidak usah sungkan kak,lagi pula kita ini kan saudara.Tenang saja selama transferan lancar maka bala bantuan dari seorang Laras Dewi Shanaya akan lancar jaya"jawab Laras yang langsung dapat hadiah toyoran dijidatnya dari sang kakak.
"Aawww sakit tahu"pekik Laras mengusap keningnya yang kena toyor dari Abra.
"Lagian jadi orang matre banget sih?belum apa apa sudah transferan saja yang di omongin"ujar Abra sembari bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan adiknya yang masih berenggut.
*
*
DiJakarta sendiri kini tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan antara Bulan dan juga Radit yang akan digelar tiga minggu lagi.
Segala sesuatunya pun mulai dipersiapkan mulai dari gedung,baju pengantin,hidangannya dan pernak pernik untuk melengkapi acara bahagia yang akan menyatukan dua insan yang kini sudah meiliki seorang putri cantik yangh bernama Bintang Herlambang.
Bulan pun tidak lupa mengabarkan berita bahagia itu pada sang kakak namun sayang sedari seminggu lalu Mentari masih belum bisa dihubungi juga.
__ADS_1
Meski pun sudah tahu dimana Mentari saat ini namun Bulan belum juga merasa lega sebelum bisa berkomunikasi langsung dengan kakanya itu.