Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Mantap Berpisah


__ADS_3

"Lalu bisa jelaskan bagaiman bisa Bulan mengandung anakmu?apa kalian saling mencintai lalu melakukan hubungan terlarang itu"tanya bu Rahayu dengan nada lirihnya sesaat setelah sadar dari pingsannya.


Terlalu sulit dan berat menerima kenyataan yang menimpa anak anaknya saat ini namun Bu Ayu juga harus tetap kuat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi didalam rumahnya.


"Tidak Mah kami tidak memiliki perasaan apapun saat itu,itu murni kecelakaan.Malam itu karena terlalu kecewa dengan keputusan Tari yang lagi lagi memasang alat pencegah kehamilan membuat Radit gelap mata dan mendatangi club malam untuk mengghilangkan kekesalan Radit pada Tari.Dan malam itulah Radit memaksa Bulan untuk melayani Radit.Radit yang mabuk beratpun menyangka kalau Bulan adalah Tari dan melakukan hal bejat itu berulang kali hingga kini Bulan hamil anak Radit mah"jelas Radit menceritakan apa yangh sebenarnya terjadi.


"Radit sudah berniat menceritakan hal ini sejak awal Bulan diketahui hamil namun Bulan mengancam akan mengakhiri hidupnya dan juga anak kami jika Radit mengatakan yang sebenarnya pada Mamah dan Papah tentang kebenaran nya.Radit tidak punya pilihan selain tetap bungkam walaupun rasanya terlalu sulit dan berat.Apalagi Bulan harus jauh dari keluarga nya karena Bulan tetap bungkam prihal ayah dari calon anaknya dan itu Bulan lakukan demi menjaga Tari baik baik saja.Namun Tari dengan teganya membuat Bulan pergi dalam ke adaan hamil besar"lanjut Radit yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya saat menceritakan Bulan pada mertuanya itu.


Bu Ayu kembali menangis,sakit rasanya mendengar permasalahan antara kedua anaknya.Kesibukannya menemani sang suami menjalani beberapa perjalanan bisnis membuatnya lupa akan kondisi putri putrinya.


Sementara Pak Bisma sudah tidak bisa berkata apa apa lagi disaat menyadari kekeliruannya mengusir Bulan keluar dari rumah dalam keadaan hamil.

__ADS_1


Rasa marah dan juga kecewa dengan sang anak membuatnya gelap mata hingga tidak peduli lagi dengan nasib putri bungsunya itu.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"tanya Pak Bisma pada akhinrya membuka suara setelah sekian lama memilih bungkam dan hanya menjadi pendengar dari penjelasan sang menantu.


"Radit akan fokus mencari Bulan Pah.Dalam kondisi kehamilannya Bulan pasti akan mengalami kesulitan dan itu tidak bisa Radit biarkan"jawab Radit yakin.


"Tidak Mas.Kamu tidak akan kemana mana.Kamu akan tetap disini"pekik seseorang yang baru saja menerobos masuk kedalam kamar Bu Ayu.


Sementara Radit menatap tajam penuh dengan kebencian pada wanita yang dulu pernah mengisi hatinya itu.


"Aku mohon Mas jangan pernah mencari Bulan.Biarkan dia hidup bersama dengan anaknya dan kita,kita juga akan bahagia bersama anak kita nanti ya"ucap Tari seraya memeluk erat tubuh kekar Radit yang kini bahkan sudah enggan menatapnya.

__ADS_1


"Bagaimana kita bisa memiliki anak jika kamu terus menanam alat itu dirahimmu Ta?aku sudah lelah menunggu kesiapan mu.Dan saat ini ada wanita lain yang jauh membutuhkan aku Ta"jawab Radit dengan nada dingin dan juga datarnya.


Sudah tidak ada lagi getaran cinta dihatinya setelah untuk kesekian kalinya merasa dikecewakan oleh sikap sang istri yang ternyata tidak pernah mencoba berubah.


Radit mengurai pelukan Mentari berlalu pergi setelah berpamitan dengan kedua orang tua Mentari yang tak lain adalah mertuanya.


"Nggak Mas.Jangan pergi aku akan berubah Mas aku akan menuruyi semua keinginan kamu Mas.Aku mohon jangan pergi Mas"pekik Tari


Mentari mencoba mengejar dan menahan Radit agar tidak pergi meninggalkan nya namun kali ini Papah Bisma menahan nya agar tidak lagi menahan atau menghalangi jalan yang telah dipilih oleh menantunya itu.


Papah Bisma juga sudah tidak bisa lagi membuat Radit terbebani dengan ikatan bersama sang anak jika hubungan itu hanya membuat anaknya bahagia dan siksaan bagi Radit.

__ADS_1


"Cukup Mentari.Sudah cukup kamu menyiksanya selama ini,jika memang kamu mau berubah kenapa tidak kamu lakukan sejak awal kalian menikah dan bukannya sekarang disaat semuanya sudah sangat terlambat"ucap Pak Bisma meninggikan suaranya agar sang anak tidak lagi memaksakan kehendaknya yang membuat orang lain menderita.


__ADS_2