
Bulan mengusap lembut rambut Radit yang kini sudah tertidur dengan lelap dipangkuan nya.Setelah mengeluarkan semua unek uneknya dan semua yang di alami nya selama berhubungan dengan Mentari akhirnya Radit tertidur dengan paha Bulan sebagai bantalan.
Jujur Bulan begitu terkejut mendengar semua cerita Radit tentang sikap Mentari selama ini.Bulan tidak menyangka kalau Mentari akan nekad melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Mentari memang anak pertama yang begitu orang tua nya tunggu tunggu.Bahkan butuh waktu hampir tujuh tahun untuk kedua orang tua nya mendapatkan Mentari.
Karena itulah Mentari selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya namun dengan demikian kedua orang tua nya tidak pernah membeda bedakan antara kedua anaknya.
Hanya saja di antara Mentari dan Rembulan,Mentarilah yang jauh lebih manja dan lebih banyak ke inginan tidak seperti Rembulan yang hanya akan meminta jika memang dia membutuhkan.
Karena itulah Mentari jauh lebih kekanakan ketimbang Rembulan yang bersikap dewasa padahal usianya masih terbilang remaja.Dan hal itulah yang membedakan di antara keduanya.
*
*
Bulan tersenyum tipis saat meneliti wajah tampan yang terlelap dipangkuan nya.Bulan tidak pernah menyangka kalau pria yang dulu begitu dia segani kini bisa tertidur dipangkuan nya.
Dan bukan hanya itu si pria dewasa yang begitu dia hormati itu sudah membuat hatinya bergetar kala dekat dengan pria yang tidak seharusnya dia tempatkan dilubuh hati yang terdalamnya.
__ADS_1
Rasa marah,kecewa juga benci yang sempat ada didalam hatinya pun kini telah luluh oleh sikap bertanggung jawab yang ditunjukan Radit selama beberapa bulan mereka bersama.
Walaupun kini Bulan tengah mengandung anaknya tapi Radit tidak pernah sekalipun menyentuh Bulan tanpa seijin wanita muda itu.
Radit begitu menjaga dan melindungi Bulan bahkan Radit nampak menghormati Bulan.Karena itulah hati Bulan pun mulai luluh oleh sikap dewasa dan pembawaan Radit yang cukup tenang itu.
Merasa yakin kalau pria yang ada dibawah nya sudah terlelap Bulan pun memberanikan diri memajukan wajahnya dan memberi kecupan manis didahi Radit.
"Lagi dong"
Bulan membelalakan matanya saat sebuah suara yang meminta untuk mengulang ciuman nya terdengar berasal dari si pria yang dia yakini tengah tertidur lelap itu.
"Kenapa berhenti?ayo lagi dong,masa beraninya saat aku tidur,hhmmm"
"Ka_Kakak tidak tidur?kena___mmmtttt"
Belum sempat Bulan menyelesaikan ucapan nya Radit sudah menarik tengkuknya dan ******* bibir ranum Rembulan.
"Kakak..."lirih Bulan disela nafasnya yang ngos ngosan karena ulah Radit yang tiba tiba saja mencium dan ******* habis bibirnya.
__ADS_1
Radit pun kemudian bangkit dan mengambil posisi duduk disamping Bulan dengan menghadap kearah Bulan lalu menyilakan kedua kakinya diatas sofa.
"Mas,panggil aku Mas.Cepat atau lambat kita akan menikah jadi panggil aku dengan panggilan Mas"ucap Radit merangkup kedua bahu Bulan.
Bulan menatap ragu wajah pria yang begitu yakin akan mempersunting dirinya.Radit memang bertekad untuk menikahi Bulan ada atau tidaknya rasa cinta di antara keduanya.
Karena saat ini Bulan memang membutuhkan Radit sebagai pria yang telah menitipkan benihnya dirahim Bulan untuk bertanggung jawab penuh akan kehidupan Bulan dan si calon bayinya kelak.
"Ma_Mas"lirih Bulan menundukan kepalanya menutupi rona merah diwajahnya.
Radit langsung menarik tubuh Bulan masuk kedalam dekapan nya.Dipeluknya erat tubuh Bulan yang kini sudah berubah menjadi lebih gemuk dari sebelum hamil yang memiliki tubuh proposional.
"Malam ini boleh Mas menginap disini lagi?"bisik Radit tepat ditelinga Bulan yang membuat tubuh Bulan meremang.
Saking gugupnya Bulan hanya bisa mengangguk lemah didalam pelukan Radit yang menghangatkan.Sungguh kali ini Bulan benar benar melupakan kalau pria yang kini memeluknya itu masih terikan ikatan suci dengan sang Kakak yang masih terbaring lemah dirumah sakit.
Bulan pun membalas pelukan Radit tak kalah eratnya dengan pelukan calon ayah dari anak yang kini dia kandung.Bulan menghidup aroma tubuh Radit yang membuat hati dan juga perasaan nya tenang.
Begitu pun dengan Radit.Kekalutan nya hilang seketika kala bersama dengan gadia yang bahkan tidak pernah terpikirkan untuk bisa seperti sekarang.
__ADS_1
Radit memang menyukai Bulan yang ceria dan mampu menghidupkan suasana dengan canda tawa yang keluar secara natural dari dalam diri Bulan.
Namun hanya menyukai dan menyayangi layaknya seorang Kakak pada Adiknya sebelum insiden yang kini menyatukan dan mengikat mereka dalam satu hubungan yang terlarang namun tidak bisa terhindari kala takdir menarik keduanya dengan begitu kuat hingga mereka tidak bisa lagi terlepas dari jeratnya.