Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Terulang Kembali


__ADS_3

Radit membalikan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Bulan.Kedua netra itu saling mengunci satu sama lain.


Entah setan darimana yang membuat Radit berani meraih tengkuk Rembulan lalu membenamkan bibir kenyalnya diatas bibir manis nan lembut milok Rembulan.


Namun anehnya lagi tidak ada penolakan sama sekali dari Rembulan.Bulan malah memejamkan matanya dan begitu hanyut dalam buaian sang Kakak Ipar.


Dahaga akan pelepasan yang selama beberapa bulan ini tidak tersalurkan dengan baik dengan sang istri membuat Radit merasa haus dan begitu bersemangat saat mendapat lampu hijau dari lawannya.


Dan untuk Rembulan sendiri entah setan apa yang merasukinya saat ini sehingga dia begitu mendamba sentuhan sentuhan manja yang memabukan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya itu.


"Maaf,Kakak kelepasan"ucap Radit disela nafas yang memburu saat tautan itu terlepas.


Namun reaksi Bulan begitu mengejutkan nya.Bukan nya ketakutan Bulan malah menggelengkan kepalanya lalu dengan berani menarik balik tengkuk Radit lalu memnyatukan nafas mereka kembali.


Tautan itu pun terulang untuk kedua kalinya.Keduanya begitu larut dan hanyut dalam lautan hasrat yang telah menjerat keduanya dalam jalinan kasih yang terlarang.


Dan kini tautan itu semakin dalam diiringi dengan sentuhan sentuhan nakal tangan Radit yang mulai menjelajah diselutuh tubuh Rembulan.


Bahkan tanpa keduanya sadari kini tubuh keduanya telah hampir polos hanya dalaman nya saja tertinggal ditubuh kedua nya.


"Kamu yakin akan melakukan ini Bulan?"tanya Radit meyakinkan Bulan saat melepas tautan diantara keduanya.

__ADS_1


Radit tidak ingin meneruskan jika Bulan merasa tidak nyaman dengan aktifitas ranjang diantara keduanya walaupun dia begitu mendamba.Apalagi keduanya kini dalam kondisi sadar sesadar sadarnya


"Lakukan Kak.Ijinkan aku memilikimu walaupun hanya malam ini saja"jawab Bulan disela nafasnya yang memburu.


Mendapat respon baik dari lawan mainnya tentu jiwa kelelakian Radit bangkit dan bersemangat.Tubuhnya begitu bergairah saat tangan mungil Bulan bergriya ditubuh kekarnya yanh kini dalam kondisi polos tidak terhalang sehelai benang pun.


Radit dan Bulan tahu betul kalau apa yang keduanya lakukan salah dan melawan norma yang ada.


Namun apa boleh dikata jika hati masing masing kini telah terpaut dan terikat oleh ketidak sengajaan dan jalan takdir yang kuat yang menyerat keduanya memasuki pusaran hubungan terlarang ini.


*


*


Radit menarik tubuh polos Rembulan masuk kedalam dekapan nya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.


Sungguh malam yang indah untuk keduanya.Bahkan saking terlena nya Bulan Dan Radit melupakan masalah diantara keduanya dengan Mentari,seolah oleh nama Mentari tidak ada diantara mereka.


"Apa kamu menyesal?"tanya Radit sesaat sebelum keduanya tertidur


"Tidak.Maaf jika Bulan membuat Kakak tidak nyaman"ucap Bulan mencoba mengurai pelukan Radit takut Radit merasa risih dan tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini.

__ADS_1


Namun Radit malah semakin mempererat pelukan nya pada Bulan dan membenamkan beberapa kecupan pengantar tidur dikening mulus Rembulan.


"Lebih baik kita tidur.Ini sudah dini hari,tidak baik Ibu hamil tidur larut malam"ucap Radit yang merasakan kalau Bulan aka beranjak dari sisinya dan jujur entah apa yang terjadi dengan hatinya.


Radit begiti enggan ditinggalkan oleh gadis muda belia yang kini tengah mengandung buah hatinya yang tumbuh karena sebuah kecelakaan.


Keduanya pun terlelap dalam damai melupakan wanita yang kini masih belum berhenti menangis dikamar miliknya.


Hatinya begitu hancur saat mendapati kenyataan kalau sang suami nya lah ayah dari anak yang kini tengah berada dalam kandungan Adiknya sendiri yaitu Bulan.


Belum lagi dengan ketidak hadiran suaminya dikamar itu untuk membujuk atau memberi penjelasan padanya mengenai hal yang sore tadi baru diketahuinya


Menjelang pagi Mentari mengerjapkan matanya dan masih belum mendapati sang suami berada dikamar itu.Bahkan kasur bagian nya pun masih terasa dingin yang menandakan kalau si pemilik kasur masih belum menempati tempatnya.


Dengan amarah yang bergemuruh didalam dada nya Tari kembali kalap.Dia beranjak dari duduknya lalu mengambil pisau karter yang ada didalam laci meja kerja Radit lalu mengoreskan kambali pisau itu dipergelangan tangan nya.


Dimana pernah dia lakukan 3 tahun yang lalu disaat Radit memutuskan hubungan keduanya dan kini terulang kembali disaat dia mengetahui kalau Raditlah yang telah membuat Bulan hamil diluar nikah dan karena Radit lah yang membuat Bulan memilih untuk bungkam hingga berakhir dengan pengusiran sang ayah terhadap Rembulan.


*


*

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2