Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Penjaga untuk Mentari


__ADS_3

Bulan mengerjapkan matanya saat sinar matahari mulai memasuki kamarnya lewat celah jendela yang tidak tertutup sempurna.Bulan merasa ada sesuatu yang berat menindih bagian perutnya yang kini sudah membuncit.


Bulan membuka matanya dengan sempurna dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari calon bayinya.


Bulan tersenyum saat meneliti lebih dekat lagi wajah tampan yang masih terlelap damai itu.Merasa gemes dengan wajah rupawan si pria Bulan pun mengulurkan tangan nya dan mencubit pelan hidung mancung milik pria yang masih tertidur dengan memeluk tubuhnya.


"Geemmeeess"bisik Bulan sepelan mungkin agar tidak mengganggu si pemilik hidung itu.


Greeppp...


Bulan membulatkan matanya saat tangannya yang masih berada diatas hidung Radit digenggam begitu erat oleh si pemilik hidung mancung itu.


"Apa nya yang bikin gemes?hidungnya apa orangnya?"tanya Radit sembari membuka matanya dengan sempurna.


"Kakak"lirih Bulan yang kembali harus menahan malu karena lagi lagi kepergok tengah mengagumi wajah tampan Radit.


"Kakak?"


"Eh maaf,Ma_Mas sudah bangun?a_ayo kita sarapan kalau Mas sudah bangun"ujar Bulan mencoba menghindari pertanyaan yang Radit layangkan.

__ADS_1


Namun baru saja berbalik hendak menurunkan kakinya untuk bangkit dari ranjang tiba tiba Radit menariknya kembali kebelakang lalu mengungkung tubuh Rembulan.


"Ya ampun Mas,le_lepas Mas aku mau mandi"ucap Bulan yang merasa gugup kala berada dalam kungkungan Radit.


"Jawab dulu pertanyaan Mas baru akan Mas lepaskan"


"Pe_pertanyaan?pertanyaan yang mana?"


"Apanya yang bikin gemes?hidungku atau aku,hhmm?"


Mendapat pertanyaan seperti itu dari Radit sontak membuat Bulan merona karena gugup dan juga malu reflek Bulan pun memalingkan wajahnya kearahg samping.


Tubuh Bulan meremang seketika saat Radit berbisik tepat ditelingannya dan sedikit menggigit kecil daun telinga Bulan yang membuat tubuhnya Bulan berdesir hebat.


"Hi_hidung Mas"lirih Bulan mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak hebat akibat ulah Radit.


"Masa?yakin cuma hidungku?"bisik Radit lagi kini dengan nada sedikit mendesah membuat suara yang dikeluarkan Radit terdengar begitu seksi ditelinga Radit.


Belum lagi dengan serangan Radit yang tiba tiba menciumi telinga,pipi hingga kini turun ke arah leher dan juga area dada Rembulan yang memang sedikit terbuka karena Bulan memakai baju tidur untuk ibu hamil dengan hanya tali kecil untuk menyangga baju itu ditubuhnya.

__ADS_1


"Mas jangan begi___mmmtttt"


Lagi lagi Bulan tidak dapat melanjutkan ucapan nya kala Radit sudah membungkam bibir Bulan dengan Bibirnya.


"Boleh Mas mengunjungi Baby Bintang?"bisik Radit ditengah deru nafas yang memburu akibat ulahnya sendiri saat tautan dibibir keduanya terlepas.


"Ta_tapi ini sudah siang Mas"jawab Bulan tak kalah lirih dengan Radit.


"Tapi aku merindukan rasa itu.Aku membutuhkanmu Bulan"jawab Radit sembari menjatuhkan kepalanya dibahu Rembulan.


"Bagaimana?apa boleh?"tanya Radit lagi sembari menegakan tubuhnya yang agar bisa melihat wajah gadis yang sudah menbuatnya susah move on dari rasa penyatuan cinta.


Dengan sedikit rasa takut,malu dan juga gugup akhirnya Bulan menganggukan kepalanya pertanda untuk Radit kalau Bulan mengijinkan pria itu untuk bertandang ke inti tubuhnya.


Kini kedua nya telah sama sama diselimuti hasrat yang membuncah.Tidak dapat dipungkiri kejadian malam kedua untuk keduanya begitu membekas dihati masing masing.


Bahkan Radit sudah mulai candu dengan bibir ranum Bulan dan tentu saja harapan akan penyatuan diantara keduanya begitu menggebu.


Rasa nikmat yanh dirasakan saat penyatuan itu membuat Radit dan juga Bulan kian dekat dan lupa sejenak dengan apa yang di alami Tari saat ini.

__ADS_1


Iya Tari sendiri masih terkurung diruangan rawat inap VVIP yang khusus dipesan oleh Radit agar Tari mendapatkan yang terbaik.


Bukan hanya itu Radit juga menempatkan beberapa orang untuk berjaga didepan pintu takut takut Tari akan melakukan hal yang sama setelah tahu kalau Radit sudah melayangkan gugatan cerainya kepengadilan Agaman.


__ADS_2