
"Bagaimana proyek kita yang di Bali?sudah sampai mana perkembangan nya?"tanya Radit pada Dani yang menanyakan proses renovasi dari resort yang kini dipegang oleh Bian.
"Sudah mencapai 70% Pak.Hanya saja belum ada laporan lebih lanjut karena Pak Bian sedang berada Dubay,menggantikan tuan besar untuk menghadiri pembukaan resort disana"jawab Dani.
"Mmm,baiklah.Kalau begiti atur penerbangan kesana,biar kita yang urus pengembangan disana selama Bian pergi"
"Baik Pak akan segera saya lakasanakan"
*
"Mah,Papah Bian pergi lagi ya?"tanya Bintang dalam perjalanan pulang dari sekolah Bintang.
"Uncle Bian kan pergi untuk kerja sayang.Nanti juga kalau sudah selesai pasti pulang dan nemuin princess cantiknya ini"jawab Bulan dengan gemas nya mencubit hidung mancung Bintang.
"Mamah kenapa sih nggak nikah aja sama Papah Bian?kan kalau Mamah nikah sama Papah Bian,Bintang jadi punya Papah yang bisa Bintang peluk kalau Bintang mau tidur"
"Eh,tahu dari mana kata nikah?memang Bintang tahu arti kata nikah?"tanya Bulan semakin gemas dengam putrinya yang kini sudah samakin pandai berbicara bahkan meminta hal yang seharusnya orang dewasa saja yang mengerti.
__ADS_1
"Tahulah,ibu guru bilang nikah itu menyatukan antara pria dewasa dan wanita dewasa seperti Mamah dan Papah Bian oleh petugas KUA.Setelah kata sah maka Mamah dan Papah akan langsung jadi suami istri dan itu artinya Papah Bian juga resmi jadi Papahnya Bintang"jelas Bintang yang membuat sang Ibu melongo tak percaya kalau kini putrinya sudah mulai paham dengan pernikahan.
"Ya ampun anak ini kenapa bisa sepintar ini sih?"gemas Bulan kembali mencubit hidung putrinya dan terkekeh mendengar celotehan anaknya itu.
"Ya sudah lebih baik kita pulang Mamah mau ke toko tadi nene Asih bilang toko cukup ramai jadi Mamah harus segera kesana"ucap Bulan lagi mencoba mengalihkan penbicaraan nya dengan sang anak mengenai pernikahan.
"Mah nanti boleh nggak aku main sama Gusti?katanya ada pembukaan resort disekitar rumahnya dan disana ada acara yang ada badutnya.Bintang bolehkan kesana?Bintang mau lihat badut"ucap Bintang yang ingat akan perkataan teman satu permainan nya dilingkungan rumah.
Walaupun rumah keduanya cukup berjarak namun tak menghalangi mereka untuk berteman dan bermain bersama.Kaduanya akan menghabiskan waktu bersama sambil menunggu orang tua mereka masing masing pulang berjualan karena orang tua Gusti juga metupakan seorang penjual sama dengan Bulan hanya saja kedua orang tua Gusti menjual berbagai makanan khas Bali.
"Bolah tapi awas harus hati hati ya.Jangan pernah mau di ajak bicara sama orang asing apalagi di ajak pergi,mengerti?"imbuh Bulan memberi peringatan untuk anaknya saat Bintang meminta ijin main dengan teman nya yang bernama Gusti.
*
*
"Gusti..."pekik Bintang saat melihat seorang anak laki laki yang seumuran dengan nya tengah berdiri didekat bangku taman yang terdapat disamping resort yang tengah mengadakan acara pembukaan resort barunya.
__ADS_1
"Kamu kemana ajah sih Bin,kok lama?"tanya Gusti berenggut karena cukup lama dia menunggu teman nya itu.
"Sudah nanti saja marahnya,lebih baik sekarangnkita kesana nanti keburu acara nya selesai"jawan Bintang sembari menatik tangan Gusti menuju ke arah resort itu dengan berlari karena acara sudah berlangsung cukup lama.
Bruggkkk...
Namun disaat kedua anak itu berlari tiba tiba tubuh bulan menabrak seseorang hingga terpental
"Aawww..."pekik Bintang saat tubuh mungilnya mendarat dijalanan aspal.
"Bintang"seru Gusti yang kaget karena pegangan tangan nya dengan Bintang terlepas.
"Ya ampun kamu nggak apa apa Nak?"tanya seorang pria dewasa yang baru saja bertabrakan dengan Bintang.
Seketika tubuh pria dewasa itu membeku saat bersitatap dengan wajah mungil nan cantik milik Bintang yang juga tengah menatapnya.
"Bintang kamu nggak apa apa?duh lutut kamu luka"ucap Gusti yang memanggil nama Bintang yang membuat pria dewasa itu semakin membeku dan bergetar.
__ADS_1
"Siapa tadi kamu bilang?Bi_Bintang?"tanya nya pada Gusti yang tadi memanggil nama gadis kecil itu Bintang.
"Iya om,namanya Bintang"