Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Rembulan Yang Ternoda


__ADS_3

Bulan mengerjapkan matanya saat sinar mentari pagi ini menerpa dan menyapa wajahnya cantiknya


Perlahan Bulan membuka matanya dan mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru ruang kamarnya


Bulan membelalakan matanya saat netra itu menangkap sesosok tubuh kekar tengah tertidur disamping nya dengan membelakangi Bulan


Seketika bagaikan menonton sebuah film,potongan potongan gambar kejadian tadi malam bermunculan dikepala Bulan


Mulai dari bagaimana kamarnya didobrak seseorang dan bagaimana tubuhnya digagahi oleh pria yang sudah dia anggap kakaknya sendiri


Air mata Bulan pun kembali membasahi pipih putih nan mulusnya,Bulan semakin mengeratkan pegangan nya pada ujung selimut yang menutupi tubuh polosnya saat merasakan guncangan pada ranjang miliknya


Sungguh rasa takut akan kejadian tadi malam menyelimuti hati Bulan saat ranjang itu bergetar pertanda kalau orang yang tidur disamping nya bergerak atau mungkin saja sudah terbangun


Namun Bulan begitu takut untuk membalik tubuhnya dan melihat bagaimana ekspresi dari si pria saat melihat kondisi mereka saat ini


“Aaww kepalaku”lirih Radit memegangi kepalanya saat dia terbangun dari tidurnya


“Dimana ini?”gumam nya lagi saat melihat kesekeliling dan baru menyadari kalau kini dia tengah berada dikamar orang lain


Radit pun bangun dan mendudukan tubuhnya sembari kembali mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan itu

__ADS_1


“Kenapa aku disini?bukan kah ini kamarnya____ya ampun apa yang sudah terjadi?”celoteh Radit sesaat setelah memulihkan kesadaraan nya dari rasa kantuk dan juga pusing yang mendera kepalanya saat melihat keadaan kamar yang cukup berantakan ditambah kondisi nya yang saat ini tidak mengenakan apapun alias polos.


Sementara Bulan sendiri menutup mulutnya kuat kuat agar isak tangisnya tidak terdengar oleh Radit yang kini telah bangun dari tidur nya


Bahkan tubunya kini bergetar hebat mendengar suara pria yang sudah menghancurkan hidupnya


Sumpah demi apapun ini pertama kali nya Bu1lan merasakan ketakutan yang teramat saat Radit menyentuh bahu polosnya


“Bu_Bulan”ucap Radit meyakini kalau wanita yang kini tengah tertidur membelakangi nya itu adalah Rembulan si adik iparnya


Karena Radit sadar benar kalau itu tidak mungkin Mentari istrinya,karena kemarin dia sendiri yang mengantarkan sang istri kebandara untuk pergi keluar negri berlibur dengan para sahabatnya


Sedangkan Radit memilih untuk tidak ikut karena masih merasa kecewa dengan tindakan Mentari yang memasang alat pencegah kehamilan dirahim nya tanpa persetujuan dari Radit selaku suami


Bahkan Mentari mengabaikan Radit yang memintanya menunda acara liburan nya kali ini


Dan saking kecewa dan marahnya Radit pada sang istri membuatnya mendatangi sebuah club malam dan minum beberapa botol minuman beralkohol disana


Sehingga membuatnya mabuk berat hingga lupa apa yang dia lakukan pada gadis perawan yang kini telah hancur karena perbuatan nya.


“Bu_Bulan”ucap Radit lagi saat tidak ada respon dari Bulan

__ADS_1


“Bulan aku____”


“Kakak jahat,kenapa Kakak lakukan itu pada BUlan?salah Bulan apa Kak?”akhirnya sekuat tenaga Bulan melawan rasa takutnya dan menjawab ucapan Radit dengan suaranya yang lirih


“Bulan Kakak___”


“pergi Kak,aku mohon pergi tinggalkan aku sendiri”lagi lagi Radit tidak bisa berkata kata saat Bulan terus memotong ucapan nya


Tak ingin membuat situasi semakin rumit Radit pun memutuskan untuk mengalah dan memberikan Bulan ruang untuk menenangkan diri


Dan mungkin Radit akan membicarakan hal ini setelah Bulan tenang dan dapat diajak bicara secara kepala dingin walaupun Radit sedikit ragu kalau Bulan masih mau bicara dengan nya setelah apa yang dia lakukan pada Bulan


Radit pun turun dari ranjang memunguti baju baju miliknya yang berserakan dilantai lalu masuk kedalam kamar mandi milik Bulan untuk membersihkan diri


Tak butuh waktu lama untuk Radit membersihkan diri dan memakai pakaian nya kembali


Radit yang masih melihat Bulan tak bergerak dari tempat nya pun berlalu meninggalkan Bulan yang masih terlihat syok atas kejadian yang mereka alami tadi malam.


"Maafkan Kakak Dek.Kakak akan pergi tapi setelah kamu tenang mari kita bicarakan semua ini,sekali lagi maafkan Kakak Bulan"lirih Radit sebelum meninggalkan Bulan yang masih menangis di atas ranjang.


*

__ADS_1


*


*****


__ADS_2