Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Pesona Rembulan


__ADS_3

Flash Back(2)...


Bulan tersenyum mendengar pertanyaan Radit.Namun apa yang dikatakan Radit ada benarnya tapi Bulan bukanlah monster yang harus melenyapkan kehidupan baru didalam tubuhnya demi impian dan cita citanya.


"Semua yang dikatakan Kakak memang benar adanya.Anak ini mungkin akan jadi penghalang untuk masa depan aku yang sudah aku impikan dari awal kehidupan aku tapi lenyap dan hilangnya mimpi dan cita cita yang dulu bukan berarti kita tidak bisa membangun kembali mimpi dan cita cita yang barukan?walaupun apa yang kita lakukan adalah kesalahan tapi kehadiran dia bukan suatu kesalahan Kak.Aku bersyukur dengan adanya dia kini aku tidak sendiri"jawab Bulan yang membuat Radit terkesima.


'Bahkan pemikiran adikmu jauh lebih dewasa dari kamu Tari'gumam Radit dalam hati.


Radit yang merasa begitu terharu dengan jawaban yang diberikan oleh Bulan pun langsung membenamkan kembali bibirnya diatas bibir manis Rembulan.


Bulan yang awalnya kaget dengan serangan tiba tiba dari Radit perlahan mulai membalas ciuman mesra dari Radit.


Keduanya pun kembali larut dalam lautan cinta terlarang di antara keduanya.Lima bulan kebersamaan mereka yang cukup intens membuat rasa itu tumbuh dengan sendirinya.


Radit yang menikah hanya karena rasa iba dan tekanan seolah menemukan rasa baru saat selalu bersama dengan Bulan.Hatinya selalu dilanda bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata saat bersama dengan Bulan


Dan Radit akan merasa rindu yang tak tertahan disaat harus berpisah dengan gadis muda yang karena kelalaian nya harus menerima imbas dari perbuatan nya.


Berbeda dengan Mentari.Walaupun Radit menikahi Mentari karena cinta namun seiring berjalan nya waktu tekanan demi tekanan yang Tari berikan membuat rasa manis itu perlahan lahan terkikis dengan rasa kecewa Radit akan sikap Tari yang egois dan terkesan pengecut.


Tari selalu menggunakan hal yang sama untuk menyelesaikan masalahnya dengan Radit yaitu dengan berusaha bunuh diri.


Jauh berbeda dengan Bulan yang dengan tegarnya menghadapi permasalahan yang menimpa hidupnya walaupun usianya masih terbilang remaja jauh dengan umur Tari yang seharusnya apa yang ada didalam pemikiran Bulan,Tarilah yang memilikinya secara umur Tari jauh lebih dewasa dari Bulan.

__ADS_1


"Kak ponsel Kakak berbunyi terus"ucap Bulan disela nafas yang naik turun akibat perbuatan Radit yang tidak memberi celah sedikit pun untuk Bulan untuk menghindari serangan nya.


"Sial..."pekik Radit memaki si sang penelpon.


"Kakak,bahasa nya dijaga baby Bintang bisa dengar"bentak Bulan saat mendengar Radit mengumpat


"Astaga maaf sayang,maafin Papah ya"jawab Radit sembari bangkit lalu mengelus perut Bulan diatas selimut yang menutupi perut buncit Bulan.


"Itu angkat dulu telpon nya Kak.Siapa tahu penting"ucap Bulan yang ikut bangkit dan mendudukan dirinya diatas ranjang yang kini terlihat begitu berantakan.


Radit pun menyerah lalu mengangkat sambungan telpon yang dilakukan oleh Bian dengan malas.


"Iya Bi.Bentar Kakak lagi siap siap dulu"jawab Radit walaupun belum mendengar suara sang adik disebrang sana entah mau bilang apa.


"Ada apa Kak?"tanya Bulan saat melihat raut wajah Radit yang berubah muram.


"Tidak hanya masalah pekerjaan"jawab Radit yang kembali berbaring namun kini Radit berbaring diatas paha Bulan sebagai bantalan kepalanya.


"Pergilah,mereka pasti membutuhkan Kakak"ucap Bulan menyugar lembut rambut Radit


"Tapi aku masih ingin disini"jawab Radit yang langsung membenamkan wajahnya diperut Bulan.


"Setelah selesai Kakak bisa langsung pulang kesini"

__ADS_1


"Huuhhhh...baiklah.Kakak pergi dulu ya kamu hati hati dirumah jangan lupa makan"


"Iya siap Kak"


Radit pun bangkit dari tidurnya dan menyambar celana boxer yang tergeletar dilantai dekat ranjang sebelum memasuki kamar mandi.


30 menit berselang Radit pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang jauh lebih segar.Radit terkesima saat keluar kamar mandi di atas ranjang yang sudah rapih kembali terdapat baju baru untuk Radit pakai.


Radit tersenyum manis saat mendapatkan pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh Mentari istrinya namun malah Bulan lah yang melakukan hal itu untuknya.


"Kakak pergi dulu ya.Ingat kunci pintu dan jangan keluar apartemen tanpa Kakak,ok"titah Radit sebelum pergi meninggalkan Bulan diapartemen nya.


"Lalu bagaimana dengan masalah Kak Tari?"tanya Bulan yang akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Masalah Mentari biar Kakak yang urus ya kamu tenang saja kita akan hadapi apapun yang akan terjadi bersama sama"jawab Radit sebelum pergi dari apartemen itu.


*


Flash Back and.


*


*

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2