Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Tipu Muslihat Mentari


__ADS_3

"Lalu apa yang mau Kakak bicarakan?"tanya Bulan saat keduanya sudah memasuki apartemen dan duduk berdua diruang tamu.


"Kakak sudah mendengar apa yang sesungguhnya terjadi pada kamu dan Mas Radit.Kakak ikut menyesali apa yang dilakukan nya terhadapmu tapi kamu tahukan Bulan kalau kami begitu sangat saling mencintai dan Kakak tidak bisa kehilangan Mas Radit"ucap Mentari sendu sembari mengusap ngusap pergelangan tangan nya yang masih terbalut dengan perban.


Mentari sengaja memperlihatkan luka yang ada ditangan nya akibat ulah adik dan suaminya dan Bulan tentu saja paham dengan apa yang dilakukan oleh Mentari.


Karena itu pernah dia saksikan sendiri bagaimana mengenaskan nya kondisi Mentari saat putus dengan Radit 3 tahun lalu yang mengakibatkan Mentari berakhir di ruang ICU.


Tubuh Bulan membeku saat kembali melihat pergelangan tangan Mentari yang kembali dibalut oleh perban dengan wajah yang memucat Bulan yakin kalau kejadian 3 tahun lalu telah terulang kembali.


Namun dia tidak mengetahui hal itu karena Radit menutup semua akses informasi tentang masalah diluar sana agar tidak sampai ditelinga Bulan.

__ADS_1


"Lalu apa yang Kakak mau dari aku?"tanya Bulan to the point.


"Aku tahu aku tidak berhak mengatur kehidupan kamu tapi Kakak mohon Bulan.Kakak mohon pergilah,pergilah dari kehidupan kami.Mas Radit telah memohon ampun padaku dan meminta aku memperbaiki hubungan kami dan tentu saja kami bisa menjalani pernikahan kami tapi Kakak tidak bisa menjalani semuanya dari awal kalau masih ada kamu diantara kami dan itu yang menjadi beban berat buat Mas Radit karena dia tidak bisa meninggalkan kamu setelah semua yang dia lakukan tapi dia juga tidak bisa kehilangan aku Bulan.Dia bahkan rela berlutut dihadapanku hanya untuk memohon agar aku tetap disamping nya.Kamu tenang saja kami akan menjaga anak itu seperti anak kami sendiri setelah dia lahir kami akan membawanya dan kamu bisa melanjutkan hidup kamu yang sempat terhalang karena kehadiran nya"


Bulan reflek menyentuh perut buncitnya saat Tari menyinggung kehadiran anak itu ditambah penuturannya yang akan mengambil bayi itu setelah dilahirkan.


Bagai disambar petir dising bolong.Bulan tidak menyangka kalau pria yang baru saja bersikap manis padanya ternyata punya niat memisahkan Ibu dengan anaknya.


"Baiklah Kakak rasa kamu sudah mengertikan Bulan.Kalau begitu Kakak pulang ya,Kakak takut kalau Mas Radit akan khawatir kalau mendapati Kakak tidak dirumah"Tari pun berlalu begitu saja.


Seringai licik terbit diwajah pucatnya saat melihat reaksi Bulan yang terlihat syok dengan cerita yan dia karang sendiri.Saking syok nya Bulan bahkan tidak mampu berucap satu katapun untuk menanggapi perkataan dari Kakaknya.

__ADS_1


Sedangkan pada kenyataan nya Radit bukannya memohon ampun dan memintanya kembali bersama.Laki laki yang sudah 2 tahun menikahinya itu malah dengan mantapnya melayangkan gugatan cerai.


Malah kini pria itu sudah tidak lagi pulang kerumah dan mengabaikan pendapat kedua mertuanya.Rasa lelah dan muak dengan sikap Tari yang mendominasi tentu menjadi salah satu pemicu Radit segera mengurus perceraian nya.


Bahkan Radit sudah mengumpulkan bukti medis seandainya Tari mencoba cara licik lain untuk menghalangi niatnya.Radit sudah tidak bisa lagi mentoleri sikap Mentari.


Mentari sakit dan Mentari butuh penanganan psikiater untuk menyembuhkan sakit mental yang Tari miliki dan itu tentu saja tidak pernah diketahui oleh orang lain.


Hanya Raditlah satu satunya orang yang mengetahui prihal itu dan itu jugalah yang membuat Radit bertahan Radit mencoba membatu Tari agar kondisi nya jauh lebih baik namu sepertinya pengertian Radit akan kondisi Mentari sudah pada batasnya.


Ditambah lagi dengan kekecewaan Radit akan sikap Tari yang enggan memiliki anak darinya dengan terus menerus memasang alat pencegah kehamilan membuat Radit mantap berpisah dari wanita pertama yang Radit pacari dan Radit nikahi.

__ADS_1


__ADS_2