
"Apa Bian yang selama ini menemani dan menjaga kamu sama Bintang?"tanya Radit pada Bulan yang kini tengah menyibukan diri didapur untuk menyiapkan makan malam.
"Iya"jawab Bulan singkat yang membuat Radit gemas sendiri.
"Lalu sudah sedekat apa hubungan kalian?"tanya Radit lagi yang begitu penasaran tentang hubungan keduanya.
Pasalnya tadi melihat reaksi Bian yang begitu marah saat melihat keduanya bersama sudah dipastikan kalau hubungan Bulan dan Bian tidaklah biasa saja.
"Bian hanya teman untukku dan juga untuk Bintang Kak tidakn lebih"jawab Bulan yang memang benar adanya.
Walaupun Bulan dan Bian dekat namun di antara kedua nya tidak pernah terlibat dalam sebuah hubungan yang lebih dari teman.
Bulan yang kerap kali menghidari pembahasan tentang hubungan asmara membuat Bian tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan nya selama ini pada Bulan.
__ADS_1
Bian lebih memilih membuat Bulan merasa nyaman berada didekatnya terlebih dahulu baru dia akan mengungkapkan perasaan nya.Namun naas bagi Bian disaat dia sudah menyiapkan segalanya pria yang selama ini Bulan nantikan pun kini hadir dalam hidup Bulan.
Dan lebih menyakitkan lagi pria itu adalah Kakaknya sendiri.Bian pun hanya bisa marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melangkah lebih maju untuk mengubah status pertemanan mereka menjadi sebuah hubungan yang lebih dari teman.
Bian pun tidak menyangka kalau dia akan bersaing dengan Kakak kandunganya sendiri dan tentu dia tidak akan pernah menang secara Radit memiliki ikatan kuat bersama dengan Bintang anak semata wayang Bulan saat ini yang tak lain adalah anak dari Radit juga.
*
*
Karena biasanya Bulan dan juga Bintang akan makan siang ditoko dengan menu yang sudah disiapkan oleh Bulan saat menyiapkan menu sarapan lalu membawa nya sebagai bekal makan siang untuk keduanya.
Mendengar suara Bintang yang baru saja bertanya tentang Bian sontak membuat Radit dan juga Bulan menoleh ke arah suara yang memunculkan Bintang dengan wajah bantalnya.
__ADS_1
"Hey,anak Papah sudah bangun rupanya?bagaimana tidurnya?"tanya Radit yang langsung bangkit dari duduknya dan mengambil Bintang dalam gendongan nya.
"Jangan terlalu dimanja Kak,jangan digendong gendong terus"protes Bulan yang melihat Radit yang terus menggendong Bintang padahal Bintang sudah cukup besar untuk digendong gendong.
"Siapa suruh waktu bayi tidak mengijinkan Mas untuk melihat bahkan menggendongnya dan sekarang Mas akan membayar semua yang tidak bisa Mas lakukan saat Bintang lahir hingga sebesar ini.Bintang nggak keberatan kan dimanjain sama Papah?"jawab Radit yang kemudian beralih bertanya pada Bintang.
"Nggak kok Pah,Bintang malah senang dan bahagia.Sudah sejak lama Bintang menantikan momen ini dimana Bintang benar benar memiliki seorang Papah"jawab Bintang yang langsung memeluk erat leher Radit
Bulan yang mendengarkan jawaban Bintang pun kembali terenyuh dan menyadari betapa egoisnya dirinya dulu yang dengan teganya memisahkan anak dengan ayah kandungnya hanya karena kesalah pahaman.
Dan betapa bodohnya Bulan yang percaya begitu saja ucapan sang Kakak yang membuat Bulan takut dan memutuskan untuk pergi dan memisahkan Radit dengan anaknya.
Radit pun kembali mendekap erat tubuh mungil yang kini tengah memeluk erat lehernya dan membelai sayang surai yang terikat oleh ikatan rambut khas anak anak seumuran Bintang.
__ADS_1
"Papah janji mulai sekarang Papah tidak akan meninggalkan Bintang lagi.Jika Mamah Bulan bersikeras tidak mau ikut Papah juga tidak masalah yang penting Bintang ikut Papah pulang ya,kita ketemu Nenek dan Kakek,Oma dan juga Opa diJakarta.Bintang maukan ikut Papah ke Jakarta?"
"Mmmm,Bulan mau ikut Papah kesana dan bertemu dengan Kakek dan Nenek,Oma dan juga Opa"jawab Bintang yang membuat wajah Radit menerbitkan rona bahagia dan juga kelegaan karena kini dia bisa membawa pulang anak semata wayangnya.