
Melihat itu hati Bu Asih merasa tidak tega lalu menggenggam tangan Mentari yang saling meremas itu lalu berbisik.
"Mau Ibu bantu buat balas dendam sama si brengsek itu?"
Mendengar bisikan Bu Asih Mentari pun langsung mengangkat kepalanya lalu menatap bingung pada wanita paruh baya yang kini tersenyum lembut padanya.
"Iya,Ibu akan bantu membalas anak kurang ajar itu.Katakan saja,apa yang ingin Nak Mentari lakukan padanya biar hati Nak Mentari merasa lega dan Ibu akan membantu mewujudkan nya"yakin Bu Asih lagi.
Namun Mentari hanya menatap bingung pada wanita yang seumuran dengan Mamah Ayu itu.'Bagaimana bisa Ibu nya membantu buat balas dendam sama anaknya sendiri?"gumam Mentari saat mendengar apa yang baru saja Bu Asih bicarakan.
"Kenapa malah melamun?ayo bilang,apa yang akan kamu lakukan biar kamu merasa tenang?memukul?mencakar?atau malah mencekik?boleh lakukan semau kamu asal jangan dibunuh saja ya,nanti malah kamu yang masuk penjara"lanjutnya lagi.
"Me_memang boleh?di_diakan anak Ibu?"
"Tentu saja boleh,itu yang harus dia terima kan?ya walaupun masuk penjara jauh lebih baik"
"Hah,pe_penjara?"
"Iya penjara,kamu mau penjarakan dia?"
__ADS_1
"Ti_tidak sampai kesana juga Bu.Ha_hanya saja saya benar benar ingin memukulnya"
"Baik,ayo kita lakukan.Sebentar si brengsek itu akan datang,nanti kamu boleh melakukan apapun sama dia kecuali membunuhnya,Ok"
"Mmm"dengan penuh semangat Mentari pun menyetujui usulan Bu Asih untuk memukuli Abra.
Bu Asih tahu seharusnya Abra mendapatkan hukuman yang lebih dari pukukan namun sebagai seorang Ibu akan sangat berat saat harus melihat anaknya masuk penjara.
Bu Asih juga tahu kalau Abra tidak sengaja melakukan itu.Bu Asih tidak pernah mendidik anak anaknya untuk menjadi seorang bajingan.
Meski setelah lulus sekolah Abra ikut bersama sang ayah namun Bu Asih tidak pernah melepas begitu saja.Abra tetap anaknya dan masih dalam kontrolnya meski kini dirinya dan suami telah berpisah lama.
*
*
Bu Asih dan Laras berjalan menghampiri Abra dan berdiri disisi kiri dan kanan Abra dan merangkul lengan Abra yang menambah kebingungan di wajah Abra.
"Bu,Dek i_ini ada apa?kenapa kalian tiba tiba menghimpitku seperti ini"tanya Abra penuh kebingungan.
__ADS_1
Namun di antara dua wanita itu tidak ada yang menjawab,malah mereka fokus pada Mentari yang berdiri agak berjarak didepan Abra.
"Ayo Nak jangan takut,lakukan apa yang mau kamu lakukan padanya.Ibu dan Laras tidak akan membiarka dia melawanmu"ujar Bu Asih memberi semangat pada Mentari agar berani melakukan apa yang ingin dia lakukan pada Abra.
Seperti yang sudah mereka bahas tadi siang.Dan kini saat Abra datang ke apartemen bersama dengan Laras Bu Asih pun mulai melakukan aksinya membantu Mentari membalas apa yang dilakukan oleh Abra padanya.
Dengan tubuh yang gemetar Mentari perlahan mendekat,dengan kedua tangan yang terkepal disamping tubuhnya Mentari terus mendekati Abra yang sudah di himpit oleh Bu Asih dan Laras.
"Lakukan Kak,Laras jamin Kak Abra tidak akan membalas apapun yang kak Mentari lakukan"kini Laras yang memberikan nya dukungan untuk melakukan apa yang Mentari ingin kan.
Dengan langkah pasti kini Mentari semakin mendekatkan tubuhnya dengan Abra lalu..
Buuukkkk...
Buuukkkk...
Plaaakkkk...
Plaaakkkk...
__ADS_1
Sreettt....
...****************...