
Mentari tak henti henti nya melirik pria yang kini duduk disamping kursi tempat Laras duduk,sedangkan Mentari sendiri duduk disamping Bu Asih.
Kini ke empatnya tengah berada didalam pesawat yang berlogokan burung kebanggan tanah air kita dan mengambil kelas bisnis jurusan Bali - Jarakta.
Dua hari setelah aksi balas dendam Mentari pada Abra yang disponsori oleh Bu Asih dan Laras yang merupakan Ibu kandung dan adik kandung Abra,semuanya pun sepakat untuk berangkat keJakarta mengantarkan Mentari pulang sekaligus untuk meminang janda tanpa anak itu.
Meski awalnya Mentari ragu namun setelah bujukan dan pengertian dari Bu Asih Mentari pun akhirnya mau menerima niat baik Abra untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya dengan menikahi Mentari.
Merasa ada yang mengawasi dirinya Abra pun reflek menoleh ke arah Mentari yang membuat cewek berhijab itu salah tingkah karena kepergok tengah memperhatika pria yang akan menjadi suami keduanya.
Abra yang melihat Mentari salah tingkah pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum lalu kembali memalingkan wajahnya berpura pura tidak melihat apa yang terjadi pada Mentari.
*
*
Satu jam berselang Mentari beserta rombongan pun tiba disebuah rumah yang cukup mewah.Rumah yang sudah lima tahun Mentari tinggalkan dan kini dia kembali pulang namun tidak sendirian seperti saat dia pergi dari rumah.
__ADS_1
Tok tok tok...
Mentari mengetuk pintu besar itu beberapa kali dan tidak berselang lama pintu itu terbuka dengan memunculkan wajah sang Mamah,yaitu Mamah Ayu.
"Mentari?kamu pulang Nak?"tanya Mamah Ayu berhambur memeluk erat tubuh putri sulung nya yang sudah bertahun tahun tidak pulang.
"Iya Mah ini Tari pulang"jawab Mentari sembari membalas pelukan sang Mamah.
Namun saat keduanya tengah berpelukan netra Mamah Ayu tidak sengaja menangkap tiga sosok asing berdiri dibelakang Mentari.
Mentari pun menoleh ke arah belakang dimana Bu Asih,Abra dan juga Laras berdiri.
"Selamat siang Bu,perkenalkan saya Asih dan ini anak sulung saya Abra dan ini adiknya Laras.Bisa kita bicara didalam?ada beberapa hal yang akan saya sampaikan"ujar Bu Asih memperkenalkan diri lalu mengutarakan niat kedatangan nya.
"Oh iya Bu,selamat datang.Mari silahkan masuk"Mamah Ayu pun mempersilahkan Bu Asih san juga yang lain nya untuk masuk kedalam rumah.
Seketika tubuh Abra membeku saat netra nya menangkap sesosok wanita yang begitu dia rindukan dan dia cari selama ini.
__ADS_1
Begitu pun dengan Mentari yang lumayan dibuat terkejut dengan kehadiran Radit disana,tengah menggendong seorang anak perempuan berdiri disamping Rembulan.
"Bu Asih?"
"Sekar?"
Kedua wanita beda usia itu pun saling menghampiri dan saling memeluk ketika keduanya bertemu.Sungguh sangat kebetulan ternyata Sekar/Bulan adalah keluarga Mentari.
"Kak Sekar?"kini giliran Laras yang menyerukan nama Bulan.
"Laras?kamu juga datang?eh tapi ada apa kenapa kalian datang kemari?"tanya Bulan yang terlihat bingung saat melihat Bu Asih dan juga Laras ada dirumah nya.
"Kami kemari untuk mengantarkan Nak Mentari dan ada hal penting yang perlu Ibu sampaika kepada kedua orang tua Nak Mentari.Tidak menyangka kalau akan bertemu kamu disini"jawab Bu Asih yang sudah cukup akrab dengan Bulan alias Sekar.
"Ah iya ya ampun,Kak Tari kemana saja"ucap Bulan menepuk jidatnya lalu menghampiri dan memeluk Mentari yang berdiri dibelakang Laras dan Bu Asih.
"Bulan,maafin Kakak ya.Kakak banyak salah dan Kakak kini sudah mendapat balasan dari apa yang Kakak lakukan sama kamu dan juga Mas Radit.Mas Radit maafin Tari ya"ucap Mentari membalas pelukan Bulan sembari menatap sebentar ke arah Radit sampai Radit menganggukkan kepala nya Mentari pun langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
__ADS_1