
Satu minggu sudah Bulan berada dan tinggal disalah satu hotel yang terdapat dipinggir pantai Kuta,Bali.
Setiap waktunya Bulan hanya dihabiskan dengan berjalan jalan dipinggir pantai dan sekitaran pantai Kuta lalu kembali kekamar untuk merenung.
"Nak Sekar"pekik seseorang yang melihat keberadaan Bulan tak jauh dari toko yang dia miliki.
"Bu Asih,bagaimana hari ini ramai Bu?"tanya Bulan pada seseorang yang bernama Bu Asih dan baru saja memanggilnya dengan nama Sekar.
"Iya Nak Sekar hari ini lumayan ramai.Oh iya apa Nak Sekar jadi pindah kerumah kontrakkan Ibu?kebetulan kemarin ada yang keluar jadi ada satu kamar yang kosong"
"Wah boleh banget itu Bu.Besok pas Ibu pulang jualan saya ikut Ibu pulang bagaimana?"
"Iya boleh.Nak Sekar kemari saja sekitar jam 3 sore setelah Ibu tutup toko biar nggak kemalaman di jalan"
"Iya baik Bu.Kalau begitu saya pamit dulu ya Bu mau siapin buat besok biar besok tidak repot lagi"
"Iya Nak Sekar,silahkan"
Bulan pun kembali menuju ke arah hotel tempatnya menginap.Satu minggu yang lalu saat berjalan jalan menelusuri jalanan yang penuh dengan pengunjung Bulan tidak sengaja bertabrakan dengan Ibu Asih yang merupakan pemilik toko kecil yang menjual aksesoris khas Pulau Bali.
Dan karena Bulanlah semua barang yang Bu Asih bawa berhamburan dan ada beberapa yang ruksak.Namun dengan baiknya Bu Asih menolak uang ganti yang Bulan berikan.
__ADS_1
Dari situ jugalah Bu Asih mengenal Bulan dengan Nama Sekar karena Bulan sengaja memperkenalkan diri sebagai wanita bernama Sekar Ayuning.
Hubungan keduanya pun menjadi dekat kala Bulan selalu menyempatkan waktu untuk datang ke toko miliknya dan Bulan juga sering membantu Bu Asih melayani pelanggannya saat toko kecil itu kedatangan banyak pelanggan dan Bulan selalu menolak jika Bu Asih akan memberikan upah untuk jasanya.
Sebagai gantinya Bulan meminta bantuan Bu Asih untuk mencarikan rumah atau kamar kontrakan untuk Bulan tempati selama Bulan tinggal di Pulau Bali.
Bak gayung bersambut,secara kebetulan Bu Asih adalah salah satu pemilik rumah kontrakan yang diperuntukan untuk pasutri yang tentu akan aman ditempati oleh Bulan dimasa kehamilan nya.
Bulan sendiri mengakui memiliki suami namun tengah merantau keluar negri jadi suaminya akan jarang terlihat karena memang berada ditempat yang jauh.
Dan syukurnya Bu Asih mempercayai hal itu.Terbukti kalau Bu Asih tidak lagi banyak bertanya prihal status dari dirinya dan juga kahamilan nya.
*
*
Bulan keluar dari kamar yang selama satu minggu ini menjadi rumah untuknya dengan menyeret koper miliknya.
Saat akan memasuki lift bertepatan dengan Abra yang keluar dari lift yang akan Bulan masuki.
"Kamu mau pulang ya?"tanya kepo dan menghentikan sejenak langkah kakinya.
__ADS_1
"Iya,Aku mau pulang"jawab Bulan singkat lalu bergegas masuk kedalam lift yang pintunya hampir saja tertutup.
Kedua nya pun berpisah dengan Bulan masuk kedalam lift yang akan membawanya kelantai bawah dimana Bulan akan melakukan cekout.
Sementara Abra melanjutkan tugasnya membersihkan kamar kamar hotel yang telah ditinggalkan oleh penghuninya.
*
*
"Sore Bu maaf Sekar terlambat"ucap Bulan saat tiba ditoko Bu Asih 15menit melewati jam perjanjian nya dengan Bu Asih.
"Nggak apa apa Ibu juga baru beres tutup tokonya.Tadi tiba tiba ada beberapa turis yang datang pas Ibu mau tutup jadi Ibu terpaksa tunggu sampai mereka selesai membeli baru Ibu tutup"jelas Bu Asih yang memang juga baru selesai menutup tokonya.
"Ya sudah ayo Nak Sekar kita berangkat sekarang.Tapi nggak apa apa kan kalau pakai mobil bak kaya gitu"tanya Bu Asih menunjuk mobil bak yanh selalu dia gunakan untuk pulang pergi antara rumah dan juga tokonya.
"Tidak apa apa Bu,itu sudah lebih dari cukup"
"Baiklah kalau Nak Sekar tidak keberatan,mari Nak kita berangkat sekarang"
Keduanya pun memasuki mobil bak milik Bu Asih dan melaju meninggalkan pantai Kuta untuk menuju ketempat dimana Bulan akan menetap.
__ADS_1