Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Kedatangan Mentari


__ADS_3

"Mas pergi dulu ya,ingat jangan kemana mana tanpa Mas.Kalau memang mau pergi segera hubungi Mas"ucap Radit saat berpamitan dengan Bulan untuk pergi kekantor.


Radit kini memang sudah nampak rapih dengan pakaian kantornya.Setelah kemarin menghabiskan waktu dengan calon Ibu dari anaknya kini Radit akan kembali berkutat dalam pekerjaan nya.


"Baik baik didalam sana ya sayang,Papah pergi dulu nanti sore kita ketemu lagi ya"ucap Radit yang kini tengah berjongkok dihadapan perut buncit milik Rembulan lalu mencium perut buncit itu sebelum bangkit kembali dan bersiap pergi dari apartemen itu.


"Mas berangkat ya,ingat kalau ada apa apa segera hubungi Mas"ucap Radit sembari memeluk erat tubuh Rembulan yang kini selalu Radit rindukan.


"Iya Mas.Hati hati dijalan ya dan semangat kerja nya"jawab Bulan saat Radit mengurai pelukan diantara mereka.


"Kalau Mau Papah baby Bintang semangat kerja,Mamah baby Bintang kasih vitamin dong biar semangat"kata Radit mengerling genit


"Vitamin?tapi aku tidak punya vitamin Mas.Ada juga vitamin Ibu hamil.Mas mau kalau mau aku ambilin"


Radit hanya terkekeh mendengar jawaban polos Rembulan.Sungguh suasana dan warna baru untuknya,berpamitan dengan calon istri yang bahkan belum mengerti vitamin yang dibutuhkan seorang suami dari istrinya.


Radit yang merasa gemas dengan kepolosan Bulan pun langsung mencium dan ******* bibir ranum Bulan untuk menambah imun tubuhnya hari ini.


"Ma_Mas"ucap Bulan yang kaget mendapat ******* dibibirnya.


"Ini vitamin yang aku maksud sayang.Mas pergi ya"Radit pun meninggalkan Bulan setelah meninggalkan jejak sayang dikening Rembulan.

__ADS_1


Bulan sendiri hanya bisa tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan manis dari pria dewasa yang masih beristri itu.


*


*


Ting tong....


Baru saja Bulan meletakan piring kotor bekas sarapan nya dengan Radit diwastafel untuk dicuci Bulan dikejutkan dengan suara bel apartemen nya.


Semenjak Tari masuk rumah sakit Radit berinisiatif merubah password pintu apartemen Bulan sehingga hanya Bulan dan Raditlah yang bisa membukanya.


Radit tidak bisa tenang saat meninggalkan Bulan seorang diri saat dirinya diharuskan untuk bekerja.Apalagi dengan kondisi emosi Tari yang begitu meledak ledak kala dilanda rasa cemburu tentu itu menambah point untuk Radit untuk lebih waspada lagi menjaga calon ibu dan juva calon anaknya.


Termasuk teman satu kelompok Radit yang sengaja dicelakai Tari karena kerap kali menghabiskan waktu bersama Radit padahal wanita itu telah memiliki tunangan yang merupakan sahabat Radit sendiri.


Dan masalah itu pun kembali terngiang ngiang diingatan Radit.Bagaimana dengan teganya Mentari mendorong wanita itu dari lantai dua kampus hinggal lantai dasar yang membuat wanita itu harus beraktifitas diatas kursi roda dalam beberapa waktu.


*


"Kakak"lirih Bulan saat melihat Mentari berdiri didepan pintu apartemen nya.

__ADS_1


"Boleh Kakak masuk?"tanya Mentari yang sepertinya sudah bisa mengontrol emosinya saat bersitatap dengan Rembulan.


"I_iya Kak.Ayo masuk"


Bulan pun mempersilahkan Mentari masuk kedalam apartemen miliknya.Ada sedikit ngilu dirasa dalam hati Mentari saat mengetahui kalau kini dia tidak bisa keluar masuk tempat itu seperti dulu.


Radit benar benar menjaga Bulan dengan baik.Terlihat dari kondisi Bulan yang terlihat sehat dan bugar.Belum lagi pintu yang kini terkunci rapat untuknya karena entah Bulan atau Radit yang trlah menggantinya agar tidak sembarang orang memasuki tempat itu.


Miris memang,disaat istri sah terbaring lemah dirumah sakit sang suami malah sibuk menjaga wanita lain.


"Password pintunya kamu ganti ya?"tanya Tari saat sudah memasuki apartemen Bulan dan duduk disofa ruang tamu.


"Password?password apa Kak?"jawab Bulan berbalik bertanya karena jujur Bulan tidak tahu kalau Radit sudah mengganti password pintu apartemen nya.


Semenjak keluar dari rumah keluarganya memang Bulan tidak pernah pergi dari apartemen nya.Kecuali dulu saat perutnya masih belum terlihat buncit Bulan masih sering datang kekampus.


Namun seingat Bulan password kamarnya masih tetal sama.Belum dia rubah,tapi entah mungkin Radit yang mengganti nya.


"Sudah lupakan.Kakak datang kesini untuk membicarakan masalah di antara kita"


Deg.....

__ADS_1


*


*****


__ADS_2