Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Penjelasan Radit


__ADS_3

"Euugghhtt"terdengar lenguhan dari mulut Mentari yang mulai sadarkan diri


Tidak ada reaksi sedikit pun dari Radit.Radit masih menatapnya dengan tatapan yang dingin dan juga ceuk.


Entah perasaan apa yang kini tersimpan dihatinya untuk Mentari yang pasti saat ini Radit merasa lelah dengan sikap kekanak kanakan sang istri.


"Kamu sudah bangun Ta?"tanya Radit masih dengan nada dingin nya.


"Mas kamu disini?"tanya Tari dengan nada lemahnya namun tidak membuat hati Radit bersimpati sedikit pun kepadanya.


"Iya.Nanti akan ada Alex yang akan menemani kamu disini karena aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"jawab Radit dengan nada datar.Tidak terlihat cemas sama sekali akan kondisi sang istri saat ini.


"Tidak bisakah kamu temani aku disini Mas?aku sakit Mas"lirih Tari mencoba menarik perhatian suaminya.


"Maaf Ta tapi aku sibuk"jawab Radit nampak cuek dan tidak peduli dengan lirihan suara Mentari.


"Apa Bulan memberikan tubuhnya untuk menggodamu Mas?sehingga kamu tega mengabaikan aku walaupun kondisiku seperti ini?"sergah Tari menghentikan langkah kakinya yang akan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Sudah aku katakan Bulan tidak seperti yang kamu pikirkan Tari.Dia tidak pernah sekali pun menggodaku"jawab Radit menekan rasa sabar menghadapi sikap Tari yang kekanak kanakan.


"Lalu kalau dia tidak menggoda kamu mana mungkin dia hamil anak kamu Mas?bagaimana mungkin?"teriak Tari mulai terbawa emosi lagi saat mengingat kembali Rembulan yang hamil diluar nikah dan ternyata Raditlah pria yang begitu mati matian Bulan sembunyikan hingga Bulan di usir dari rumah oleh sang ayah.


"Mungkin saja Ta.Akan sangat mungkin disaat aku memperkosanya,memaksanya melayani nafsu bejadku"jawab Radit masih mencoba tenang dan tidak terpancing emosi seperti Mentari.


Mentari tertegun saat mendengar penjelasan dari Radit yang mengatakan kalau suaminya memperkosa adiknya.


"A_apa maksud kamu Mas?Bu_Bulan diperkosa?"tanya Tari masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.


"Iya Tari aku memaksanya melayani dan memuaskan nafsu bejadku.Dan semua itu berakar mula dari keegoisan kamu yang selalu mengambil keputusan sendiri.Bahkan untuk hal sepenting prihal kehamilan pun kamu bertindak sendiri tanpa meminta ijin dan berdiskusi denganku terlebih dahulu.Aku ini kepala keluarga Tari aku wajib tahu apapun yang akan dilakukan keluarga nya apalagi istrinya,tapi sepertinya kamu lupa akan hal itu dan mengabaikan keberadaan dan pendapatku"jelas Radit


Radit terus melanjutkan langkahnya menuju ke arah parkiran dimana mobilnya tersimpan.Saat Radit akan memasuki mobilnya Radit melihat orang tua Mentari yang tak lain adalah kedua mertuanya baru saja turun dari mobil dan berjalan dengan cepat menuju ke arah dimana ruangan Tari berada.


Namun Radit tidak berminat sama sekali untuk menemui kedua mertuanya yang akan menjenguk anak sulung nya yang tiba tiba masuk rumah sakit disaat kedua orang tuanya berada diluar kota.


Radit malah langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kembali ke apartemen Bulan.Rasanya terlalu lelah kalau dipaksakan untuk bekerja.

__ADS_1


Maka hari ini Radit akan menghabiskan waktu dengan gadis muda yang sudah mencuri hati fan perhatian nya.


*


*


"Astaga Kakak"pekik Bulan terlonjak kaget saat ada seseorang memeluknya begitu erat dari arah belakang dan membenamkan wajahnya di bahu Rembulan.


"Lagi apa,hhmm?asik bener masaknya sampe nggak sadar aku datang"ucap Radit bergelayut manja dibahu Rembulan.


"Mau bikin bubur kacang ijo tapi bingung ini harus di apain Kak"keluh Bulan menatap bahan bahan yang ada dimeja kompor namun belum di apa apain karena Bulan merasa bingung harus mengerjakan apa dulu.


Hubungan keduanya pun nampak mengalir begitu saja.Tidak ada ungkapan kata cinta dan deklarasi bahwa kini mereka saling memiliki namun keduanya merasakan sebuah kenyamanan antara satu sama lain yang membuat hubungan nya berlanjut dengan alami bahkan kini keduanya bersikap layaknya suami dan istri hanya saja status mereka yang masih ilegal alias sembunyi sembunyi.


Secara Bulan masih belum menerima tawaran Radit untuk menikah walaupun akan ada anak diantara keduanya tapi Bulan juga tidak mungkin menyakiti sang Kakak dengan menerima lamaran Radit untuk menikah dengan nya disaat masih ada Tari sebagai istri sah Radit.


*

__ADS_1


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2