
Hari berganti hari minggu berganti minggu dan begitu pun dengan bulan yang telah berganti.
Bulan nampak menikmati hari harinya hidup seorang diri ditempat asing namun penuh dengan kehangatan keluarga baru.
Dilingkungan rumah kontrakan nya Bulan begitu diterima dengan baik.Semua penghuni kontrakan yang rata rata adalah ibu ibu dengan mudah menerima kondisi Bulan saat ini yang tengah hamil tanpa suami.
Ada yang mengira kalau Bulan adalah simpanan,selingkuhan bahkan ada juga yang mengira kalau Bulan bekas wanita malam.
Namun karena kebaikan dan keramahan Bulan yang awalnya tidak suka dengan kedatangan Bulan dilingkungan itu pun kini berbalik menjadi begitu perhatian dan menyayangi Bulan.
"Aawww sstttt"Bulan meringis memegangi perutnya saat terasa berdenyut.
Bulan pun segera mengambil nafas lalu mendudukan diri dikursi yang disediakan untuk penunggu toko yang membantu Bu Asih menjaga tokonya.
Dan saat ini Bulan tengah membantu Bu Asih melayani pelanggan toko nya.Bulan memang kerap ikut dengan Bu Asih untuk membantu berjualan ditoko nya untuk mengusir rasa jenuhnya yang hidup hanya seorang diri.
Dan Bu Asih pun tidak pernah keberatan dengan ikut sertanya Bulan ketoko nya.
"Kamu kenapa Nak?"tanya Bu Asih yang melihat Bulan meringis sampai menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit dibagian perutnya.
__ADS_1
"Nggak tahu Bu,perut aku sakit banget"jawab Bulan lirih.
"Ya ampun mungkin kamu mau melahirkan Nak.Ayo Ibu antar kamu kerumah sakit"ucap Bu Asih sembari meraih tangan Bulan agar Bulan bangkit dari duduknya dan bergegas menuju rumah sakit.
"Tunggu Bu,aku tidak bisa jalan rasanya semakin sakit Bu"lirih bulan lagi yang diiringi dengan rintihan kecil.
"Ya ampun bagaimana ini?"tanya Bu Asih yang tiba tyiba dilanda rasa panik dan juga cemas.
"Kamu tunggu dulu disini ya Nak,Ibu akan mencari bantuan untuk membawa kamu kerumah sakit"lanjut Bu Asih yang langsung bergegas keluar dari toko mencari orang yang bisa dia mintai tolong untuk membawa Bulan atau Sekar kerumah sakit.
Saat tiba diarea parkiran tak jauh dari Bu Asih berdiri tiba tiba netranya menangkap seorang pria dengan pakaian pantai dan celana pendek bnaru saja turun dari mobilnya.
"Maaf Nak apa kamu bisa bantu Ibu?"tanya Bu Asih to the point
"Ibu bicara dengan saya?"tanya pria itu heran.
"Iya memang disini ada orang lain lagi selain kita"jawab Bu Asih sedikit kesal dengan pria muda itu.
"Ayop Nak tolong bantu Ibu.Ini sangat darurat dan bahaya"ucap Bu Asih lagi yang nampak panik langsung menarik tangan pria tadi untuk ikut dengan nya.
__ADS_1
"Tunggu Bu,memang ada apa ini?"tanya pria tadi yang walaupun bingung dengan tindakan Bu Asih nemun tetap melangkah mengikuti langkah Bu Asih.
"Itu tolong anak Ibu,dia mau melahirkan dan tolong bantu Ibu membawanya ke rumah sakit"jelas Bu Asih menunjuk ke raah wanita hamil besar yang tengah meringis kesakitan.
Seketika tubuh Bulan dan pria itu mematung dan membeku saat netra keduanya bertemu dan saling menatap.
"Bi_Bian"lirih Bulan saat melihat Fabian berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.
Ya pria yang dimintai tolong oleh Bu Asih adalah Fabian,adik dari Radit yang sekaligus teman sekolah dan teman kuliah Bulan.
Fabian pun menatap tak percaya pada wanita hamil yang ternyata adalah orang yang selama beberapa bulan ini dia cari karena hilang begitu saja bak ditelan bumi.
"Bulan?"guman Bian lirih.
"Loh nak kok malah bengong sih?cepat tolong bawa anak saya Sekar kerumah sakit dia mau melahirkan"pekik Bu Asih saat melihat pria yang dia mintai tolong hanya diam membeku ditempatnya.
"Ah,i_iya Bu maaf"Bian pun dengan segera mengangkat tubuh Bulan membawanya dalam gendongan nya berjalan menuju ke arah mobilnya.
Perlahan Bian pun memasukan tubuh lemas Bulan ke kursi mobil bagian belakang disusul oleh Bu Asih yang ikut masuk lewat pintu sebelahnya lagi.
__ADS_1
Bu Asih memutuskan menutup tokonya lebih awal karena ingin menemani Bulan atau Sekar melahirkan.