Merindukan Rembulan

Merindukan Rembulan
Tekad Raditya


__ADS_3

"Tenanglah,Kakak akan jelaskan semua pada Kakakmu"ucap Radit memeluk erat tubuh lemas Rembulan dan membelai sayang surai hitam milik Bulan yang kini sudah berantakan.


"Ta_tapi Bu_Bulan ta_takut Kak"jawab Bulan disela isak tangisnya sembari membalas pelukan Radit dengan begitu erat.


Bulan tahu ini salah namun kali ini dia benar benar butuh pelukan hangat pria yang sudah membuat hidupnya berantakan san juga kacau.


"Tenanglah.Kakak tahu Tari akan sulit menerima semua ini tapi Kakak tidak akan membiarkan dia berpikiran buruk tentang kamu.Maafkan Kakak,maaf karena sudah membuat kamu menjadi seperti ini"ucap Radit berusaha tenang dan menenangkan Bulan yang nampak syok dengan kejadian beberapa waktu lalu.


"Lalu bagaimana dengan Kak Tari?kenapa Kakak tidak mengejarnya?"tanya Bulan saat mendapati Radit masih di apartemen nya.


"Biarkan dia tenang dulu.Percuma kita jelaskan dalam kondisi dia masih emosi seperti sekarang.Kakak janji semua akan Kakak jelaskan bahkan kalau perlu Kakak akan bilang pada semuanya agar tidak ada kesalahpahaman lagi tentang kamu Dek"jawab Radit kini dia benar benar memantapkan hati untuk mengakui semuanya dengan atau pun tanpa persetujuan Bulan.


"tapi Kak___"


"Stop Rembulan.Sudah cukup kita berdosa dengan anak ini karena kita terus menyembunyikan siapa dibalik kehadiran nya.Jangan bebankan dosa kita padanya,dia layak diakui oleh semua orang dan diketahui siapa ayahnya.Kakak tahu ini sulit untuk kamu bahkan untuk Kakak sendiri tapi kita harus jalani semua ini demi anak kita,Kakak tahu Kakak pria bajingan tapi ijinkan Kakak mengakui kalau anak ini adalah anak Kakak,darah daging Kakak Bulan.Terlepas akan seperti apa keluarga kita nanti,kita bisa pikirkan itu nanti yang terpenting sekarang ijinkan Kakak bertanggung jawab dihadapan semua orang cukup hanya Mentari saja yang menilai kamu jelek dan tidak untuk yang lain nya"tegas Radit yang tidak ingin dibantah lagi oleh Bulan.


"Istirahatlah jangan terlalu banyak menangis kasihan baby Bintang kalau mama terus menerus menangis"lanjut Radit mengurai pelukan nya lalu menghapus air mata diwajah Rembulan.

__ADS_1


"Ba_baiklah jika itu yang terbaik,aku akan ijinkan Kakak mengungkap semua nya"jawab Bulan akhirnya pasrah dengan hidupnya saat ini.


"Ta_tapi bi_bisakah ma_malam ini Kakak te_temani aku?"ucap Bulan mendongakan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan pria yang sudah merenggut kehormatan dan juga harga dirinya.


"Baiklah malam ini Kakak akan disini.Biarkan Tari tenang dulu baru kita jelaskan semua padanya,ok?"


"Iya Kak,terima kasih"


Keduanya pun saling memeluk kembali saling menguatkan dan saling memberi dukungan untuk masing masing.


*


*


Entah sejak kapan rasa itu tumbuh untuk Rembulan namun yang pasti saat ini hatinya begitu ingin terus bersama dan menatap wajah cantik itu walaupun tanpa polesan makeup.


"Kakak belum pulang?kenapa masih disini?"tanya Bulan saat terbangun mendapati Radit masih ada disamping nya menemani tidurnya malam ini.

__ADS_1


Awalnya Bulan mengira kalau Radit akan menghilang disaat dia membuka matanya.Sejak hamil Bulan memang sudah terbiasa terbangun ditengah malam untuk sekedar minum atau pun makan karena perutnya yang tiba tiba merasa lapar.


Dan itu biasa dia lakukan seorang diri tanpa ada siapapun orang lain disisinya.Namun saat ini dia dikejutkan dengan kehadiran Radit yang masih berada disamping nya.


"Bukan nya tadi kamu ya yang minta Kakak temani?kok kaget kalau Kakak masih disini?"tanya Radit balik masih dengan posisi tidurnya yang miring ke arah Bulan.


"Bukan begitu.Bulan pikir Kakak akan pergi saat Bulan tertidur"


"Memang kamu mau Kakak pulang?baiklah kalau itu mau kamu,Kakak akan pulang.Selamat malam selamat istirahat"ucap Radit yang memposisikan dirinya hendak beranjak sari ranjang untuk meninggalkan Bulan.


Namun geraknya terhenti saat Radit merasakan pelukan erat Bulan pada tubuh kekarnya dari arah belakang.


"Jangan pergi,tetaplah disini untuk malam ini saja"lirih Bulan dibalik punggung Radit.


*


*

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2