Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 21


__ADS_3

"Kalau tidak mau ikut seharusnya kau tidak keras kepala tadi." Ucap Reza saat melihat Jasmine duduk termenung di jet pribadi mereka sembari menatap kosong ke arah jendela.


"Tidak, aku tidak memikirkan itu. Tapi..." Ucapan Jasmine terhenti membuat Reza penasaran setengah mati.


"Tapi apa?" tanya Reza saat mendengar kalimat menggantung dari Jasmine.


"Apakah pernikahan kita akan terus berlanjut?" tanya Jasmine membuat Reza menghela nafas.


"Terserah pada mu, aku ikut saja. Jika kau mau bercerai, aku bisa membatalkan permintaan kita di KUA." Ucap Reza lalu kembali memakan makanannya.


"Jadi ceritanya aku akan jadi janda." Gumam Jasmine tetapi masih di dengar oleh Reza.


"Itu terserah pada mu, jika kau..."


"Plakkk!"


"Auh! Sakit tau! Gila kali yah?" tanya Reza saat pipinya di tampar keras oleh Jasmine.


"Makannya jangan mikir yang enggak-enggak." Ucap Jasmine.


"Gimana kalau pernikahan kita berjalan di atas kertas? Membuat peraturan dan perjanjian yang akan kita laksanakan bersama. Contohnya kau tidak boleh ikut campur dalam urusan ku, dan aku juga tidak perlu ikut campur dalam urusan mu. Dan kita akan menjalankan pernikahan dengan waktu yang telah kita tentukan, serta kau tidak boleh menyentuh diri ku." Ucap Jasmine, sedangkan yang di ajak bicara hanya diam sembari menganggukkan kepalanya mengikuti irama musik yang di dengar melalui headphone.


"Tadi kau bilang apa? Ah iya pernikahan kontrak maksud mu? Tidak aku tidak setuju!" ucap Reza membuat Jasmine mendengus kesal.


"Kenapa!" tanyanya dengan ketus.

__ADS_1


"Ya kalau begitu yang rugi pastinya aku. Aku pria normal yang membutuhkan kebutuhan biologis, mengapa aku harus mencari wanita murahan di luar sedangkan aku punya istri cantik di sisi ku." Ucap Reza mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Jasmine. Jasmine yang mendengar perkataan Reza sudah pucat lebih dulu.


"Masih virgin lagi, eh kau masih perawan bukan?" tanya Reza. Jasmine langsung membenturkan kepalanya ke kepala Reza, membuat pasutri itu meringis bersamaan.


"Reza sejak kapan kau menjadi mesum seperti ini?" tanya Jasmine menatap tidak percaya ke arah sepupunya itu, seperti dia harus mengganti panggilan dirinya ke Reza, bukan Sepupu narsis lagi, tetapi sepupu mesum.


"Entah lah aku juga tidak tahu."


...🍃🍃🍃...


"Dimana Lunna?" tanya Reza saat keduanya sampai di apertemen mewah miliknya.


"Entah lah, coba hubungi dia. Jika tidak shopping pasti bertemu dengan pacarnya itu. Ibu sudah memberi tahu ku alasan Lunna ke sini, dan ibu bilang di sini Lunna bertugas memata-matai kita. Pantas saja dia ada di restoran siang itu, ternyata dia mengikuti kita. Huh!" ucap Jasmine menghela nafas lalu melangkah ke kamarnya. Sedangkan Reza sibuk dengan ponselnya, mencoba menghubungi Dika, sahabatnya yang di tugas kan untuk menjaga Lunna.


"Dimana Lunna?" tanya Reza begitu Dika mengangkat telfonnya.


"Sepertinya aku memang harus memiliki asisten pribadi, sudah cukup aku menyusahkan anak itu." Ucap Reza yang melihat tumpukan berkas di meja kerjanya.


Malam semakin larut, dan Reza juga sangat lelah harus bolak-balik Jakarta-Jerman. Setelah memeriksa berkas-berkas yang di kirimkan Dika yang ada di ruangannya, Reza langsung beranjak menuju ke kamar. Namun langkahnya terhenti saat berada di depan pintu kamar, kamarnya dan kamar Jasmine berhadapan membuat Reza langsung menoleh ke arah pintu kamar sepupu yang saat ini sudah menjadi istrinya.


Dibukanya pintu kamar Jasmine, kamar seorang gadis yang di penuhi gambar dan boneka Doraemon. Reza berjalan menuju tempat tidur Jasmine, pria itu langsung berkacak pinggang saat melihat cara tidur istrinya. Ingin sekali dirinya berteriak dan membangunkan Jasmine, namun hal itu di urungkan saat mengingat apa yang terjadi pada Jasmine.


Gadis itu tertidur pulas dengan kedua tangan di rentangkan dan kaki terbuka, selimut yang ia pakai sudah jatuh ke lantai, memperlihatkan pakaian yang di kenakan saat ia tertidur. Jasmine hanya memakai hot pans berwarna putih dengan tanktop berwarna senada. Rambut indahnya menutupi wajah Jasmine dan dengan mulut terbuka. Reza langsung mengangkat tubuh Jasmine ke kamarnya.


...🍃🍃🍃...

__ADS_1


Jasmine terbangun dari tidurnya namun belum membuka mata, ia tertidur dengan kepala di atas bantal, gadis itu sedikit bingung karena seumur hidupnya dia belum pernah tertidur dengan posisi rapi seperti ini. Ia merasakan kepalanya tidak tidur di bantal dan juga sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya. Jasmine membalikkan badannya, dan langsung terbentur dada bidang yang hanya terbalut kaus oblong.


Flashback


Setelah Reza selesai mandi, pria itu langsung memakai CD dan boxernya. Reza yang tidak bisa tertidur karena seseorang yang tertidur seperti gasing anak-anak itu langsung terbangun. Dirinya menyampingkan tubuh Jasmine dan mengangkatnya sedikit, setelah itu menaruh lengan kanannya untuk menjadi bantal Jasmine. Tangan kirinya melingkar erat di pinggang Jasmine, Jasmine yang merasakan kenyamanan dalam tidurnya hanya mengelus lengan kekar Reza dengan pipinya lalu tertidur kembali. Reza yang melihat sepupu tapi menjadi istrinya itu langsung mencium gemas bahu Jasmine yang terekspos karena Jasmine hanya memakai tanktop.


Flashback off.


Reza yang tidak sadar langsung memeluk lebih erat pinggang Jasmine lalu mencium pucuk kepala yang sedang berada di dekapannya.


"Apaan sih! Aku gak bisa bernafas!" pekik Jasmine mendorong kuat dada Reza.


"Mine, apaan sih!" ucap Reza.


"Kau yang apa-apaan! Kamar siapa ini?!" tanya Jasmine dengan nada meninggi. Dilihatnya Reza yang hanya mengenakan kaus oblong dan dengan refleks ia memeriksa pakaian yang ia kenakan.


"Hei ini kamar ku?! Apa yang kau lakukan di sini, dan kamar yang kau sebut kamar mu itu juga lah milikku karena aku pemilik apertemen ini." Ucap Reza lalu menatap aneh ke Jasmine yang menyilangkan tangannya ke dada. Dan teringat dengan jelas kedua gunung kembar yang ada di dada Jasmine, di balik pakaian Jasmine yang selalu longgar, ternyata tubuh itu memiliki keindahan yang luar biasa.


"Cepat atau lambat itu juga akan ku ekspor, saat ini pun bisa. Karena kau adalah hak ku!" ucap Reza menatap kedua bukit kembar Jasmine yang hanya terbalut bra dan tanktop.


"Coba aja kalau bisa!" ucap Jasmine melepaskan tangannya dari depan dada dan membusungkan ke depan memperlihatkan keindahan tubuhnya kepada suaminya, Reza terdiam sebentar lalu berkata...


"Ya sudah sini!" ucap Reza memajukan tubuhnya ke depan Jasmine. Jasmine langsung berdiri dan berteriak lalu berlari ke luar kamar Reza.


"Mine masakan sarapan!" ucap Reza dari kamarnya.

__ADS_1


"Masak aja sendiri, kau kira aku ini pembantu mu!" seru Jasmine dari balik kamarnya.


To be continued


__ADS_2