Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 58


__ADS_3

"Ra." Protes Aditya dengan suara tegasnya.


"Oke-oke, ini yang terakhir kalinya." Ucap gadis itu lalu mengecup kembali bibir Aditya dengan tersenyum.


"Kamu Lunna bukan?" tanya gadis itu ketika dirinya duduk di sebelah Aditya. Menatap intens wajah Lunna dengan mata tak berkedip karena kecantikan wanita di hadapannya.


"Ya, saya Lunna."


"Rasya. Kekasih Radit." Ucap gadis itu sembari menjabat tangan Lunna. Sedangkan Aditya tampak malas mendengarkan percakapan kedua wanita di hadapannya dan memilih cepat menyantap makan malamnya dan segera tidur.


Setelah berbincang singkat dengan Lunna, gadis bernama Rasya itu membisikkan sesuatu di telinga Aditya dengan tersenyum, pakaiannya yang terbuka juga sepertinya membuat gairah Aditya bangkit hingga membuat dokter itu memeluk tubuh Rasya dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu yang membuat Lunna penasaran dan juga kesal.


"Maaf saya pergi ke toilet dulu." Ucap Lunna memutus perbincangan kedua makhluk di hadapannya.


"Dasar! Sepertinya kau itu benar-benar dokter mesum yang tidak tahu malu! Bisa-bisanya dia berprilaku seperti itu. Hei apa yang aku pikirkan?"


"Terserah lah mengapa jadi aku yang panas?!" Lunna membasuh wajahnya berulang-ulang.


"Seksi bukan? Aku lebih cantik dari pada dirinya meskipun tubuhku itu tidak terlalu berisi seperti gadis itu."


"Sialan ternyata dia sudah memiliki kekasih yang tubuhnya jauh di bandingkan aku, pantas saja tidak melirikku sedikitpun. Ayo lah Lunna kau ini berfikiran apa sih sebenarnya!" bentak Lunna pada dirinya sendiri.


"Aku memang terlihat seperti anak sekolahan, tapi bukan kah aku terlihat awet muda?" Lunna tidak memperdulikan perkataan terakhirnya lalu kembali ke cafe untuk membayar makanannya.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Penanganan Jasmine berjalan dengan sangat lancar, kehamilan Jasmine yang seharusnya telah memasuki minggu ke tujuh kini kandas karena sebuah tragedi. Rumah sakit itu juga penuh karena kecelakaan masal tadi yang merenggut beberapa nyawamb


Sejak di perbolehkan menjenguk dan menemani sang istri, Reza tiada henti mengecup lembut punggung tangan istrinya yang ia genggam erat sedari tadi. Pria itu mencoba tidak terlalu larut dengan kesedihannya, meredam perasaan kehilangan yang bahkan sebelumnya belum mengetahui adanya pertemuan dari pengetahuan.


Karena ulahnya, Jasmine yang tadinya tertidur pulas kini mulai mengerjapkan mata mencoba menerima sinar yang masuk kedalam retinanya. Jasmine menoleh kepada orang yang sedari tadi mengelus lembut rambutnya sembari memberikan kecupan kecil di punggung tangannya.


"Kau itu kenapa?" tanya Jasmine mengelus lembut kepala Reza dengan suara yang terdengar masih sangat lemah.


"Tidak, hanya emosi yang berlebihan saja. Apa kau sudah baikan? Ada yang kak inginkan?" tanya Reza.


"Aku hanya sedikit haus."


"Berhenti, biar aku yang ambilkan." Reza menyambar gelas di atas nakas ruangan inap itu.


"Kau ini, gelas dan airnya hanya di samping ku mengapa kau terlalu berlebihan."


"Sudah ini." Reza membantu Jasmine untuk meminum airnya, setalah gelas itu kandas Reza mengecup singkat pucuk kepala Jasmine dengan lembut.


"Mine..." Panggil Reza ketika melihat istrinya akan tertidur kembali. Jasmine menyahut perkataannya hanya dengan sebuah deheman dengan malas karena merasa mengantuk.


Reza tidak melanjutkan kembali perkataannya karena sangat tahu kondisi tubuh Jasmine, ia tidak mau membebani pikiran Jasmine dengan berita yang akan membuatnya syok dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Jasmine mendadak terbangun.


"Aku mencintaimu, segera sembuh oke. Aku selalu berada di samping mu." Ucap Reza mengecup kening Jasmine lalu menyuruh istrinya kembali beristirahat.


Dua hari telah berlalu, selama itu Reza tetap konsisten menjaga istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Mine, aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu." Ucap Reza ketika dirinya selesai menyuapi sarapan istrinya.


"Ya, katakan."


"Kapan terakhir kali kau mens?"


"Terakhir mens? Aku sangat sibuk hingga tidak ingat terakhir haid kapan, bulan lalu? Entahlah."


"Apa kamu tidak merasa aneh? Kamu tidak tahu sebelumnya ada baby kecil di sini sebelum dua hari lalu?" hal itu akhirnya terucap juga dari bibir Reza.


Jasmine mematung dengan tatapan mata masih memandang intens ke wajah suaminya. Reza hanya tersenyum dan mengangguk tahu arti tatapan mata istrinya. Dengan perlahan Jasmine menyentuh pipi suaminya yang di penuhi bulu, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir wanita itu, air mata menggenangi pelupuk matanya bersiap jatuh menelusuri pipi wanita satu itu.


"Apa kau menyesal?"


"Ya aku menyesal karena tidak bisa menjaga kalian, aku--"


"No, apa kau menyesal menikah wanita seperti ku?" potong Jasmine.


"Tidak mungkin aku menyesal, kau adalah anugerah terbaik yang pernah aku miliki Mine. Tidak masalah jika baby kita pergi lebih dulu, ya mungkin Tuhan lebih menyayangi dia hingga mengambilnya lebih dulu. Maafkan aku jika aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik, kau bisa melakukan apapun kepada ku ketika kau sudah sembuh total. Kau bisa--" Reza tidak melanjutkan kembali ucapannya karena Jasmine tiba-tiba menariknya dan mendekap erat tubuh Reza.


"Apakah kau tidak mempersalahkan hal itu?"


"Aku tahu, aku tidak lebih baik dengan mantan-mantan kekasih mu yang sempurna." Reza naik ke atas ranjang Jasmine yang berukuran kecil, memiringkan tubuhnya dengan tangan kiri sebagai penopang kepala sembari mata menatap intens manik mata istrinya.


"Apa kau tahu siapa cinta pertama ku?"


"Mana ku tahu." Ucap Jasmine cuek lalu memeluk erat tubuh suaminya dengan selang infus yang di urus oleh Reza. Ia benar-benar merasa cemburu ketika Reza memancing untuk mengorek masa lalu suaminya itu.


"Apa kau percaya dengan cinta pandangan pertama?" tanya Reza membuat Jasmine mendengus kesal.


"Itu bukan cinta tapi nafsu!"


"Itu kau tahu, karena aku terbuka dengan seseorang yang penting dalam hidupku jadi aku--"


"Berarti aku penting dalam hidup mu?" Potong Jasmine.


"Ayolah biarkan aku menyelesaikan perkataan ku dulu, kau ini lama-lama minta di hajar."


"Dasar psychopath, kau tidak kasihan dengan istri mu ini? Aku baru saja kecelakaan dan keguguran anak yang kau buat, malah mau di hajar pula."


"Aku akan menghajar mu sekarang." Ucap Reza mulai mengaktifkan tangan kanannya untuk bermain di dada Jasmine.

__ADS_1


"Tidak boleh kau lupa pesan dokter?"


"Baiklah. Cinta pertama ku itu..."


To be continued.


Ikan hiu makan tomat


Mana ada ikan hiu yang makan tomat. Ya udah ulang deh, gagal pantunnya.


Perahu papan di atas awan


Love para readers yang tampan dan rupawan


Ini Aku kasih visualnya yah^^



Reza Alexander Γ— Serkan coyoglu





Jasmine Angelina Γ— Jessy hartel





Lunna Γ— Sevda erginci





Dokter Aditya



__ADS_1


Author gak bohongkan? Dokter Aditya itu emang ganteng. Ganteng dan cantik itu relatif yang jelek itu baru mutlak 😊 Author sedengπŸ™„


Ya udah, I love you readers... Kapan-kapan kita kenalan yahπŸ˜‰


__ADS_2