Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 52


__ADS_3

Jasmine POV


Reza berjalan menghampiri ku yang sedang pura-pura tertidur, jujur aku malas jika harus meladeni pembicaraan yang nantinya juga berujung kecemburuan dia yang kelewat batas. Pria narsis itu berbaring di samping ku dan menarik tubuhku agar dapat ia dekap, bibirnya mengecup lembut pucuk kepala ku beberapakali kali dengan lembut lalu m ngeratkan pelukannya.


Sebenarnya aku senang di perlakukan lembut olehnya, jika melakukan hubungan di atas ranjang juga dia tidak pernah kasar dan tidak pernah hanya mementingkan hasratnya seorang. Tapi sifat dan kelakuannya yang luar biasa menjengkelkan membuatku malas menanggapi manusia mesum satu ini.


"Mine, jam berapa kau meeting besok?" tanya manusia satu itu dengan berbisik di telinga ku, terserah dia mau apa tapi tidak dengan meniup kecil telinga ku, jujur aku masih sangat malu ketika kami melakukannya tanpa mengenakan sehelai benangpun dan hampir setiap kali aku tidur di sampingnya pasti aku tidak mengenakan apapun, sedangkan dia sudah memakai celana boxernya yang entah kapan ia pakai.


"Mine." Panggil Reza kembali namun tidak ku jawab, aku juga bingung mengapa saat aku pura-pura tertidur dia selalu tahu jika aku masih terjaga. Aku mencoba senormal mungkin, mengatur nafasku agar teratur seperti orang yang sedang tidur sungguhan.


"Sepertinya si kaku ini benar-benar tertidur." Ucap Reza pada dirinya sendiri.


"Baiklah my queen, good night. I love you."


"Duar!!!" Jantung ku terasa terhenti kemudian meledak bagai terserang bom atom. Astaga, dia benar-benar mengatakannya bukan? Terlebih dia mengatakannya pelan lalu mengecup kening ku, aku benar-benar tidak menyangka jika ini adalah dirinya.

__ADS_1


Aku juga terkadang bingung, jika kami berdua sedang dalam keadaan sadar jiwa raga dia tidak pernah semanis di ranjang ketika aku pura-pura tertidur karena kelelahan karena melayani dirinya. Jika aku menolak, dia selalu mengatakan tuhan akan melaknat wanita yang tidak mau menerima ajakan suami ketika berhubungan di ranjang, ketika dia mengatakan itu, ingin sekali aku mencakar-cakar wajahnya yang selalu saja mengulang permainan.


Alarm di ponsel ku sudah berbunyi namun Reza masih mendekap erat tubuh ku, memperlakukan diri ku seolah-olah aku ini bantal gulingnya, padahal guling selalu ia kuasai di sisi sebelah kirinya.


Aku mencoba membangunkan Reza agar tangan dan kakinya yang melingkar erat bagai bermain panjat pinang itu terlepas dari tubuhku. Berkali-kali aku menepuk lengannya agar terlepas, namun tidak berhasil juga. Ide gila terlintas di pikiranku, aku mendongakkan kepala ku agar dapat melihat wajah tampannya itu, ya tidak bisa di pungkiri wajahnya memang tampan, kebanyakan wanita yang ia temui selalu menyukainya, menjengkelkan!


"Za." panggil ku untuk terakhir kalinya namun tidak di balas oleh manusia satu ini sama sekali. Reza melepaskan kakinya, namun tangannya memegang erat pergelangan tangan ku. Baiklah, karena kau selalu membuat ku terbakar amarah kini aku akan membalas agar kau terbakar nafsu namun tak bisa tertuntaskan bersama ku.


Aku naik ke atas perut manusia itu, ingin menggoda suami ku sendiri, apa salah menggoda suami sendiri? Tidak masalah bukan, selama suami itu bukan suami orang. Namun bodohnya aku, aku lupa jika tubuh ku ini belum terbalut apapun, area sensitif ku menempel di atas perutnya! Astaga kenapa aku sebodoh ini. Dan lihatlah ketika dia membuka matanya, arah lirikan pria mesum satu ini terus menuju ke kedua gundukan yang ada di dada ku. Astaga! Tapi masa bodohlah, lagi pula sudah terlanjur dan Reza juga manusia yang paling berhak atas tubuh ku karena dia yang mengucapkan ijab kabul dahulu bersama ayah ku.


"Jika kau melakukannya sekarang, aku tidak mau melakukannya nanti malam." Ucap ku tak acuh membuang muka sembari menahan senyum. Entah apa yang pria itu lihat, ia langsung mencium gemas pipi ku dengan mengusapkan pipinya yang di penuhi bulu itu ke pipi ku.


"Cepat pergilah mandi atau kau akan terlambat." Ucapnya lalu berbalik membelakangi ku sembari memeluk bantal gulingnya.


Aku mendengus kesal ketika melihat leher ku kembali memiliki bekas kecupan Reza yang entah ada di mana-mana. Bekas kemarin sore saja masih terlihat seperti baru, dan kini sudah ada lagi? Astaga leherku ini sudah seperti memiliki sisik ikan.

__ADS_1


Setelah selesai mandi kini berganti Reza yang di kamar mandi, aku menunggunya di ranjang sembari melihat-lihat chat dari ibu ku yang mengingatkan resepsi pernikahan sekaligus penyerahan kantor pusat di New York kepada Reza.


"Ceklek." Pintu kamar mandi itu terbuka, tampak Reza sedang berdiri mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk sepinggang memperlihatkan perut kotak-kotaknya itu. Dasar! Lihatlah gaya si narsis satu ini, dia menyibakkan rambutnya yang basah yang membuat aura ketampanannya bertambah jauh ribuan kali lipat ketika seperti itu. Jadi ini yang di rasakan pemeran utama drama Korea ketika melihat lawan mainnya sedang berdiri mengeringkan rambut yang basah dengan handuk putih sepinggang dan perut sixpack yang sempurna.


"Sudah jangan di lihat seperti itu, aku tau aku tampan tapi biasa saja liatnya." Ucap Reza melemparkan handuk bekas ia mengeringkan rambut ke wajah ku.


"Keringkan!" perintahnya seperti pemeran antagonis sedang menyuruh pembantunya. Aku tidak menggubris perkataan Reza membuat pria itu menoleh ke arah ku.


"Bisakah kau mengeringkannya untuk ku?" tanya Reza kembali. Aku mulai mengeringkan rambutnya, memberikan sedikit pijatan di kepalanya.


"Awh! Kau mau membuat ku gegar otak ya?" ucap pria narsis itu bangkit dari hadapanku.


"Tidak za, kau saja yang lebay. Sudah sini." perintah ku dan seperti anak kecil dua selalu menurut kepada perintah ku, astaga aku sangat gemas melihat wajahnya yang di tekuk dan mata malas menatap sekeliling. Aku mengecup lembut pipinya tahu bahwa dia saat ini sedang kesal, tetapi memang tadi aku memijatnya sedikit kuat.


To be continued.

__ADS_1


Assalamualaikum guys, bab selanjutnya author mantapin untuk Reza mengungkapkan perasaannya dengan Jasmine pakai caranya sendiri. Dan up-nya malam ini juga. Tapi... Eits ada tapinya nih, author akan up dua bab itu kalau komen tembus 15. Kalau tembus author langsung up kalau enggak yah, yah gitu deh, lusa author up😁


__ADS_2