Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 44


__ADS_3

"Baiklah, senang bekerja sama. Untuk hari ini kita akhiri sampai disini." ucap seorang Jasmine menutup presentasinya. Seorang pria tengah baya menjabat tangan Jasmine dan di susul lainnya termasuk Reza, namun pada saat mereka bersitatap mata keduanya memancarkan aura dingin dan tajam.


"Jari manis anda tampaknya kosong, boleh aku melingkarkan cincin pernikahan kita di sana?" goda Hardhan menarik tangan kanan Jasmine yang sedang berjabat tangan dengan suaminya. Seketika kontak mata kedua manusia itu langsung terputus.


"Maaf, tapi saya tidak tertarik untuk menjadi istri anda." Jawab Jasmine dengan tersenyum menjengkelkan. Lalu menarik tangannya dari genggaman Hardhan.


"Jika menjadi menantu saya mau tidak?" tanya seorang wanita paruh baya yang tampak masih cantik dengan gaya glamournya. Reza yang melihat istrinya menjadi rebutan para klien langsung berdehem keras.


"Apa sudah selesai?" tanya Reza membuat dirinya mendapatkan perhatian penuh orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Maaf pak. Baiklah, besok pagi kita akan mempertinjau lapangan kerja." Ucap wanita itu lalu pamit pergi disusul oleh orang-orang di sana. Hanya ada Reza, Jasmine, dan Sifa karena sekretaris Jasmine dan Hardhan sudah ikut pergi tadi.


Reza mendekati Jasmine dan menarik tangan istrinya keluar dari ruangan itu.


"Dimana ruangan kerja mu?" tanya Reza dengan nada datarnya.


"Di lantai paling atas! Sakit Za!" protes Jasmine saat Reza menyeretnya ke lift dan menekan tombol untuk pergi ke lantai teratas gedung itu.


Dengan cepat Reza menyeret tubuh Jasmine yang memberontaknya terus menerus. Karena kesal, Reza langsung membopong tubuh istrinya bagai kuli panggul yang membawa sekarung beras di pundaknya. Jasmine yang tadinya memberontak kini diam di tempatnya karena sudah kehabisan tenaga untuk melawan suaminya.


"Kau ini kenapa sih!" bentak Jasmine saat Reza menghempaskan tubuhnya di sofa ruang kerjanya. Untungnya dari ruangan meeting hingga ke ruangannya itu hanya lewat lift, hingga tidak ada yang melihatnya yang di perlakukan seperti itu oleh pimpinan perusahaan terbesar di Indonesia.

__ADS_1


Reza tidak memperdulikan pertanyaan Jasmine, ia justru mengungkung tubuh istrinya dan langsung menabrakkan bibirnya ke bibir Jasmine dan melum*tnya kasar. Jasmine mencoba mendorong Reza, namun tidak ada hasilnya sama sekali, tubuh pria itu justru semakin merapat ke tubuh Jasmine. Karena tidak tahu harus melakukan apa yang menyingkirkan Reza, Jasmine langsung menggigit kuat bibir bawah Reza membuat pria itu langsung menarik diri dari istrinya.


"Kau mau membunuhku ya!" bentak Jasmine namun tidak di perdulikan oleh Reza. Pria itu kembali ******* bibir ranum istrinya dengan rakus. Tangan Jasmine yang tadi di genggam oleh Hardhan langsung di bawa Reza menuju adik kecilnya yang sudah berdiri tegak. Nafas Jasmine tercekat saat itu juga, namun sedetik kemudian Jasmine langsung menarik tangannya dan menampar keras pipi Reza membuat pria itu terdiam seketika.


Jasmine masih berusaha menstabilkan nafasnya menatap tajam ke arah Reza, setelah nafasnya kembali stabil Jasmine langsung berdiri di hadapan Reza dan mengelus lembut pipi suaminya.


"Maafkan aku, sebenarnya ada apa dengan mu?" ucap Jasmine dengan jemari tangan yang sudah mengusap bibir bawah suaminya yang tadi ia gigit. Tidak ada reaksi sedikit pun dari suaminya, Reza hanya diam dengan tatapan tajam ke arah Jasmine.


"Aku benci tatapan mu itu. Terakhir kali kau menatapku seperti itu saat dua bulan lalu, karena hal itu aku jadi di perkosa suami ku sendiri." Batin Jasmine.


"Kau tau, aku memikirkan mu siang dan malam. Aku menunggu waktu di mana kita bertemu kembali. Tapi apa balasan mu? Kau justru bersenang-senang dengan pria tidak tahu diri itu." Reza tidak mengatakan apapun, pria itu kembali menabrakkan bibirnya ke bibir ranum Jasmine. Hanya kecupan ringan, tidak lebih.


"Aku ingin rumah tangga kita seperti rumah tangga papa dan mama ku, seperti rumah tangga ibu dan ayah mu yang selalu akur dan damai. Tetapi kenapa kau justru dengan teganya bermain pria di belakang ku?" tanya Reza menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Jasmine.


"Kau kira aku tidak tahu kemarin kau jalan berdua dengan pria brengsek itu?!" Jasmine langsung tergelak ketika mendengar perkataan suaminya.


"Kenapa kau tertawa?!"


"Astaga suami ku ini!" Jasmine mencium gemas pipi Reza yang di penuhi bulu itu.


"Tidak pernah sekalipun hal yang kau pikirkan itu terjadi Za. Aku Jasmine, istri mu yang sering kau tindas dahulu. Tidak ada yang berubah." Bisik Jasmine di telinga Reza.

__ADS_1


"Baiklah, ayo aku tunjukkan apa yang sebenarnya terjadi." Jasmine langsung menarik tangan Reza agar mengikutinya masuk ke lift yang langsung menuju parkiran.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari lima belas menit, mereka berdua sampai di apertemen Jasmine. Kini Jasmine tidak menyeret Reza, ia membiarkan Reza mengikuti dirinya dengan sendirinya. Namun ketika mereka sampai di kamar apertemen miliknya sendiri, Jasmine langsung menarik tangan suaminya kembali ke kamarnya.


"Lihat ini!" ucap Jasmine saat Reza berdiri di depan lemarinya yang berisi banyak pakaian formal Jasmine beberapa jas yang sama persis dengan yang Jasmine cocokkan di tubuh Hardhan.


"Kemarin aku menemani Hardhan ke mall itu juga terpaksa, aku menumpahkan kopi di jas yang baru di belinya. Dan dia meminta ganti rugi dengan aku menemaninya membeli jas itu. Ketika aku melihat dia mengenakan jas itu, aku jadi teringat pada mu. Makanya aku membeli jas itu dengan bantuan tubuh Hardhan sebagai modelnya, percayalah."


"Aku tidak seperti mu yang sering bermain dengan para wanita-wanita malam. Setelah aku pulang dari kantor aku langsung menuju kerumah, menjenguk ibu saja satu minggu sekali." ucap Jasmine kesal karena perkataan Reza yang terakhir kali di telfon.


Saat Jasmine ingin pergi, Reza langsung menarik tangan istrinya dan mendekap erat tubuh Jasmine.


"Jangan katakan hal itu, aku jadi ingin menyatukan tubuh kami bersama saat ini juga." Jasmine langsung menggigit dada Reza dengan keras membuat pria itu meringis sedikit. Saat wankta itu ingin keluar dari dekapan Reza, suaminya itu makin mempererat pelukannya.


"Sana sentuh para jalang mu, jangan sentuh aku dasar kau bajingan! Tidak tahu malu! Jika seperti itu kenapa kau meminta ku agar bercinta dengan mu?!" Jasmine tidak mempersoalkan mahkotanya hilang di tangan Reza, toh itu juga gak suaminya. Yang membuat Jasmine sangat kecewa adalah, Reza yang tidak setia dengan bermain dengan para wanita bayaran.


"Aku hanya bercanda Mine, tidak mungkin aku menjamah wanita selain istri ku." Reza mendorong perlahan bahu Jasmine dan menjauhkannya beberapa centi dengan tangan yang masih berada di bahu istrinya.


"Mengapa kau menangis?" tanya Reza khawatir.


"Kau pikir saja sendiri!" bentak Jasmine lalu melangkah pergi meninggalkan suaminya.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2