
"Jasmine...." Panggil Reza ketika ia melepaskan tautan bibir mereka.
"Ada apa?" tanya Jasmine lembut.
"Kau bau." Dengan teganya Reza mengatakan itu, suasana romantis yang tercipta diantara mereka lenyap seketika ketika ia mengatakan hal itu. Jasmine yang kesal akhirnya mendorong kuat tubuh Reza agar menyingkir dari pandangannya. Wanita itu ingin melangkah pergi dari hadapannya, namun belum satu langkah dirinya beranjak, Reza kembali mendekap tubuh istrinya.
"Aku mengatakan yang sejujurnya, kau bau, bau yang membuat ku candu kepada mu." Bisik Reza lalu menggigit gemas telinga istrinya.
"Ah, sakit!" setelah kata itu terucap, tidak ada kata-kata atau suara yang terdengar lagi, Reza membungkam bibir istrinya dengan bibirnya, ciuman yang tadinya lembut kini berubah menjadi ganas, Jasmine juga pasrah di perlakukan seperti itu oleh suaminya, karena jujur ia juga menyukai semua sentuhan dari suaminya.
Setelah selesai berlayar, Reza membawa istrinya ke Pont des Arts atau biasa di sebut jembatan gembok cinta. Pemerintahan Paris telah melarang pemasangan gembok karena berpotensi merusak jembatan, akhirnya Jasmine dan Reza hanya menyusuri jembatan itu dengan tangan saling bertaut mengirimkan rasa hangat dan nyaman untuk satu sama lain sembari berbincang dan bercanda.
Beralih dari jembatan ke Le Mur des Je T'aime atau biasa di sebut tembok cinta. Yang letaknya berada di Montmartre, berdekatan, Place des Abbesses, Square Jehan - Rictus, sebagian besar alun-alun / taman. Tembok itu sendiri memuat banyak bahasa sekitar 250 bahasa, yang berarti satu kalimat yaitu 'I love you'.
Reza meminta seseorang mengabadikan perjalanannya bersama istrinya kali ini, ia meminta di potret bersama istrinya. Setelah selesai mengabadikan momen kali ini Reza dan Jasmine kembali melihat-lihat dinding di belakangnya.
"I Love you." Ucap Reza tiba-tiba membuat Jasmine menatapnya bingung.
"Ini tulisannya i love you, kau kira aku mengatakannya untuk mu? GR." Ucap Reza lalu kembali mengekspor dinding yang bertuliskan kata-kata cinta itu. Jasmine menghampiri Suaminya dan memukul pundak Reza secara tiba-tiba membuat Reza terkejut, saat ia berbalik badan Jasmine sudah melangkah pergi.
Satu lagi tempat yang tak boleh terlewatkan, menara Eiffel yang tengah berdiri tegak nan kokoh di sana.
"Ayo naik." Ucap Reza mengajak Jasmine untuk naik keatas puncak menara.
__ADS_1
"Jangan gila, aku tidak mau menunggu dam mengantri untuk mendapatkan tiketnya." Ucap Jasmine merasa sudah lelah karena setelah kembali dari perusahaan tadi, dirinya hanya mutar-mutar keliling Paris saja. Dan sekarang Reza menyuruhnya mengantri, oh tidak baby.
"Aku tau kau lelah, tapi aku juga malas jika harus mengantri." Ucap Reza menunjukkan tiketnya pada Jasmine. Jasmine yang melihat dua tiket di tangan Reza langsung memeluk dan mengecup bibir Reza secara refleks, membuat yang di cium kaget bukan main.
"Kau tidak malu?" tanya Reza menatap orang-orang sekitar.
"Kenapa memangnya, kau suami ku dan disini adalah negara bebas, hal seperti itu sering terjadi di sini." Ucap Jasmine cuek, padahal dari dalam hatinya ia terus saja mengumpat.
Kedua pasutri itu menikmati pemandangan kota Paris di malam hari dari puncak menara Eiffel, menara cinta paling romantis di dunia. Seorang pria di samping merekam tengah berlutut di hadapan kekasihnya sembari memegangi kotak yang terbuka, berisikan cincin didalamnya, melontarkannya kata-kata manis di hadapan khalayak yang untuk melamar sang kekasih. Pandangan mata jasmani tidak lepas dari kedua kekasih dihadapannya itu, sedangkan Reza yang merasa insecure hanya menatap kosong kedepan.
"Astaga, dia sangat romantis." Ucap Jasmine membuat Reza makin terkucilkan.
"Kapan aku memiliki kekasih hidup sepertinya." Ucapan Jasmine yang sengaja menyindir suami yang ada di sebelahnya.
"Ya--" Belum selesai Jasmine bicara Reza menarik tangannya dan memberikan selembar kertas ke atas tangan istrinya itu, lalu pergi secepat itu dari hadapan istrinya.
Wanita itu menarik tangan suaminya membuat Reza langsung berbalik dan mengalihkan perhatiannya kepada orang yang ada di belakangnya. Jasmine menangkup wajah suaminya, lalu berjinjit sedikit dan...
"Cup!" Wanita itu mengecup bibir suaminya dengan lembut, memejamkan matanya untuk menikmati kecupan itu. Sedangkan Reza kini masih berdiri mematung mencoba mencerna perbuatan istrinya.
"I love you too." Bisik Jasmine tepat di telinga suaminya, Reza yang mendengar jawaban istrinya langsung tersenyum namun mengangguk mencoba meminta jawaban istrinya sekali lagi.
"Apa yang kau pikirkan? Aku hanya bercanda." Ucap Jasmine kembali ke tempatnya semula.
__ADS_1
Reza langsung berjalan mengikuti Jasmine dan kembali menabrakkan bibir mereka, bedanya tadi Jasmine hanya menabrakkan bibir sedang Reza melu**t bibir istrinya, dan Jasmine yang sangat malu sedangkan Reza yang tak tahu malu.
"Apaan sih Za! Kau tidak punya rasa malu ya!" seru Jasmine mendorong tubuh suaminya.
"Kenapa memangnya, aku suami mu dan disini adalah negara bebas, hal seperti itu sering terjadi di sini." ucap Reza mengulang perkataan istrinya.
"Kau mengatakan apa tadi?"
"Tidak ada." Elak Jasmine.
"Baiklah, jaga diri mu baik-baik aku harus segera berkemas dan kembali ke Indonesia." Ucap Reza membalikkan tubuhnya berpura-pura ingin pergi.
"I Love you too." Jasmine spontan mengucapkan itu dan menggenggam tangan Reza.
"Love you more..." Ucap Reza mendekap tubuh Jasmine dengan erat. Mengecup kecil pucuk kepala istrinya membuat Jasmine benar-benar merasa bahagia.
"Apa tidak ada ungkapan kata lebih bagus dari ini?" tanya Jasmine menunjukkan selembar kertas yang berisikan ungkapan cinta yang di tulis asal-asalan. Reza merampas kertas itu lalu membuangnya ke bawah, belum sampai kebawah kertas itu telah di bawa angin malam yang tenang.
"Kenapa harus di buang?" tanya Jasmine menatap nanar ke arah bawah.
"Perbuatan lebih memancarkan perasaan dari pada perkataan dan ungkapan." Ucap Reza menarik tangan Jasmine agar ikut kebawah dengannya.
Perasaannya lega ketika Jasmine menyambut hangat ungkapan perasaannya, ingin sekali ia menciumi seluruh tubuh Jasmine saat ini juga, tapi akal sehatnya yang masih berfungsi membawa Jasmine cepat kembali ke hotel yang mereka sewa untuk beberapa hari ini untuk memadu kasih dengan istrinya.
__ADS_1
...~Tamat~...
Bercanda, masih panjang kok🤣 Author gak minta macem-macem, gak minta di vote karena author tau ini cerita gak jelas. Gak minta di like karena ini hanya pelampiasan waktu senggang, Author cuma minta satu, komen! Ya gak maksa juga yah, cuma bisa berharap 🙃