
"Maaf kenapa Mine?" Tanya Reza lalu balik memelukku dengan tangan yang sudah bertamasya entah kemana saja. Ayolah perlakuannya memang manis, tapi aku ingin dia memanggil ku dengan kata-kata romantis. Apa karena aku yang bersikap keras padanya hingga membuat dia begini? Ayolah aku ingin di panggil sayang olehnya sekali-kali, tidak bisa ya!
"Panggil aku sayang!" Perintah ku spontan. Astaga ini memalukan sekali, tetapi aku minta di panggil sayang oleh suami ku sendiri bukan suami orang tidak ada salahnya bukan.
"Tidak mau." Aku benar-benar ingin mencakar wajahnya. Lihat senyumannya yang menjengkelkan.
"Akh!" Pekik laki-laki itu saat aku menggigit dadanya.
"Panggil aku sayang!" Seru ku sekali lagi namun sepertinya dia tidak peduli dan mengacuhkan ku.
Apa ini? Apa aku sedang ngidam di panggil sayang oleh suami sendiri? Anak dalam kandungan ku sudah tiada, kenapa ngidamnya baru sekarang! Jika baby kecil itu masih berada di dalam perut ku pasti Reza akan sangat memanjakan ku. Akh! Aku ingin di panggil sayang.
"Ucapkan atau kau tanggung akibat pukulan maut istri mu." Ucap ku mengancam Reza. Namun sepertinya dia benar-benar tidak bisa di ancam. Oke pukulan maut ala Jasmine untuk suami tercinta di mulai.
"Tidak mau bukan?" Bisik ku di dekat telinganya. Entah itu hanya perasaan ku, aku melihat bulu di lehernya meremang. Asik, rencana ku berjalan mulus. Aku memasukkan tangan ku kedalam kaus putih oblongnya. Membelai lembut perut kotak-kotaknya itu dan naik ke dada.
"Belum mau menyerah ya?" Tanya ku sekali lagi, aku sengaja tidak mau membuka kausnya karena hanya berniat untuk membalas ejekan suami ku ini.
Belayan lembut yang tadinya ada di perut dan di atas dada kini turun, turun dan turun hingga ke bawah pusar Reza membuat nafas pria itu tercekat. Aku tidak tahu apakah benar jika aku adalah wanita pertama yang dia sentuh, tetapi pengalaman pertama kami membuat ku menyadari jika Reza tidak ahli sama sekali masalah ranjang. Benar jika pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan, semakin sering kami bermain semakin liar juga pria satu ini.
"Jasmine ku mohon jangan!" Erang Reza ketika aku membuka ritsleting celananya dengan perlahan. Untuk saat ini aku juga belum berani menyentuh benda itu dengan tangan ku sendiri, meskipun benda itu sudah memasuki ku berkali-kali.
Ketika aku ingin memasukkan tangan ku ke dalam boxernya, Reza dengan cepat menarik tangan kanan ku dan mendekap ku dengan sangat erat. Dia menarik pinggangku, seolah memberi tahu ulah ku yang membuat adik kecilnya ingin keluar dari sarangnya.
"Jangan lakukan itu di saat seperti ini sayang, bukan saat yang tepat. Aku tidak ingin terjadi apapun pada mu." Ucap Reza dengan suara paraunya. Ya Tuhan, aku bisa benar-benar jatuh cinta padanya.
"I love you." Bisik ku. Bukan pikiran ku yang mengatakannya, tapi kata itu tidak bisa di cegah.
"I love you more, baby." Jawab Reza membuatku bersorak riang dalam hati.
__ADS_1
"Reza." Panggil ku.
"Ada apa sayang?" Aku hanya ingin di panggil sekali-kali, kalau keseringan geli juga.
"Udah panggil biasa aja, jangan berlebihan."
"Hei nyonya, bukan kah kau yang meminta ku memanggil mu sayang? Kau tidak lihat dia sampai berdiri tegak lurus dan mengembang seperti ini?" Tanya Reza membuat ku gemas sendiri, dan juga kesal tentunya. Bisa tidak dia jangan berkata sangat mesum seperti itu.
"Iya, iya. Tapi sekali-kali saja, geli tau dengarnya." Aku melihatnya mencibikkan bibirnya kesal.
"Aku aja--"
"Sayang." Potong ku cepat sebelum dia mengoceh tidak jelas.
Reza langsung menciumi seluruh wajah ku, kening, mata, pucuk hidung, pipi, dan terakhir bibirnya berhenti di atas bibir ku. Aku memiringkan sedikit kepala ku lalu ******* bibir seksi pria ini, Reza memang tidak ahli dalam ranjang pertama kali, namun jika masalah bertautan bibir aku benar-benar tidak bisa mengimbanginya.
Tidak mau membuang kesempatan, Reza langsung membalas ku dengan rakusnya. Setidaknya aku aman satu bulan kedepan, permainannya memang lembut tetapi selembut apapun awal pasti pertengahan dan endingnya akan terburu-buru bukan? Dan itulah yang di lakukan oleh Reza.
"Auh!" Pekik Reza ketika aku mencubit keras pinggangnya.
"Lepaskan! Astaga, ya tuhan!" Teriak Reza dengan keras saat aku dan Bibi yang saat ini aku panggil Mama mencubit dan menarik telinga Reza dengan lebih keras.
"Aunty, help me!" Pekik Reza karena ia adalah keponakan laki-laki satu-satunya yang sering di manja ibu ku.
"Siapa yang kau panggil Aunty?" Dan lagi-lagi Reza kembali mendapatkan tarikan ditelinganya karena ulah ibu ku.
"Berhenti aku mau mengatakan hal penting." Ucap Reza membuat tangan ketiga tangan ini terlepas dari tubuhnya. Aku menatap Paman Danu yang menarik turun kan alisnya menggoda sang anak, Reza yang melihat ayahnya hanya menatap malas lalu menatap ku dengan tajam.
"Aku mau membatalkan acara resepsi."
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya ku spontan karena Reza tidak memberi tahu ku apapun masalah keputusannya ini.
"Aku…" Belum selesai dia bicara air mata ku sudah berlinang, astaga ayolah baby ku sudah pergi kenapa aku bersikap anehnya sekarang!
"Eh kok nangis?" Tanya Reza menghapus cepat air mata ku.
"Sayang dengarkan dulu penjelasan ku." Ucap Reza lalu mencium leher ku.
"Ehem!"
"Mama, ganggu aja sih!" Gerutu Reza membuatnya di hadiahi jitakan dikepalainya.
"Aku menunda waktu resepsi agar Jasmine benar-benar sembuh, secara fisik dan mental."
"Menurut mu aku gila?"
"Bu-bukan sayang," lihatlah dia mulai gelagapan.
"Maksud ku, ketika kita nanti mengadakan resepsi Papa akan turun jabatan dan aku akan menggantikannya. Ketika saat itu datang aku mau kau break dari pekerjaan dan mengurus ku dan anak-anak kita saja nantinya,"
"Ini muncul karena memang alamiah, adik kecil ku selalu berdiri ketika melihat tubuh seksi mu. Aku tidak akan bisa mengendalikan tubuh ku saat melihat kau pakai gaun terbuka, di tambah itu jadwal datang bulan mu." Bisik Reza.
"Apakah kita benar-benar harus pindah ke New York? Apa juta tidak bisa tinggal di Jakarta saja?" Tanya ku. Entah mengapa Indonesia memang tempat yang sangat nyaman untuk ku, entah ada misteri apa di sana yang membuat ku sangat tertarik.
"Kak Reza ini baju ganti mu." Ucap seseorang masuk ke dalam kamar.
"Jerry?!"
To be continued.
__ADS_1
Hello, ada yang kangen enggak? Perkenalkan nama aku Kim Chi, please panggil Kim 😁
Doble update ngusul nanti yah, see you next time.