Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Episode terakhir


__ADS_3

"Mine, kau percaya?" tanya Reza duduk di samping Jasmine ketika mantan pacar Reza pergi dari ruangan itu.


"Tidak." Jawab Jasmine santai lalu kembali memeriksa data-data perusahaan dari Jerman yang di kirimkan oleh Jeniffer siang ini.


"Kenapa?" tanya Reza sedikit kecewa namun di satu sisi yang berbeda senang karena Jasmine tidak terlalu berlebihan menanggapi hal ini.


"Kau ingat dulu aku pernah mengatakan kau itu hanya berlatih mengucapkan ijab kabul dengan Ayah bukan? Dan... Mungkin inilah jawabannya, ijab kabul waktu itu hanya latihan untuk mu mengucapkan ijab kabul yang sebenarnya dengan dia." Ucap Jasmine cuek. Reza tidak bisa marah sama sekali, ia tahu bagaimana hancurnya perasaan wanita di hadapannya. Wanita mana yang bisa bersikap biasa saja ketika mengetahui suaminya memiliki anak dari orang lain?


"Baiklah, mungkin memang aku harus menikah lagi agar aku bisa terbebas dari--" Reza tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat Jasmine menatapnya dengan sangat tajam.


"Aku bercanda sayang." Ucapnya sembari terkekeh pelan lalu mengecup pipi kanan Jasmine.


"Za, sepertinya aku sudah harus kembali ke Jerman." Ucap Jasmine ketika Reza menarik ponsel itu dari genggamannya. Reza yang awalnya tersenyum dengan wajah berseri kini murung dengan wajah yang di tekuknya.


"Kau tidak takut ketika kita sedang menjalani long distance relationship, Aurora datang ke sini dan tidur dengan ku?" tanya Reza membuat Jasmine tergelak.


"Tidak." Ucap Jasmine santai lalu mengusap lembut rambut Reza ketika pria itu merebahkan kepalanya di paha istrinya.


"Kenapa?!" tanya Reza tidak terima.


"Aku percaya pada mu." Ucap Jasmine dengan badan sedikit membungkuk dan mengecup bibir suaminya. Entahlah, sejak hari di mana dia keguguran waktu itu, rasa manja dan tidak tahu malunya kepada Reza sedikit meliar. Reza sendiri tidak keberatan, justru sangat senang mendapatkan perhatian dari sang istri.


"Mine, apakah kau pernah punya kekasih?" tanya Reza membuka satu persatu kancing blus yang dikenakan Jasmine.


"Kekasih? Tidak, aku tidak pernah menjalin hubungan. Tetapi dulu aku pernah jatuh hati pada seorang pria. Pria tampan yang selalu memberikan perhatikan kepada ku, dia selalu... Kau mau apa?" tanya Jasmine ketika menyadari tangan Reza meraba punggung mulusnya.


"Lanjutkan, aku ingin tahu seberapa hebatnya kekasih mu itu." Ucap Reza dengan nada yang sedikit kesal dan sedikit meninggi.

__ADS_1


"Dia itu..." Jasmine menggigit bibir bawahnya. Rasanya ia ingin membanting tubuh Reza, namun di urungkannya karena sudah terlanjur menikmati.


"Ayo, lanjutkan cerita mu!" ucap Reza dengan nada penuh kesal di dalam kalimatnya.


"Bagaimana jika kau cerita tentang anak mu dari Aurora Finlandia itu?" ucap Jasmine lalu membalas ciuman hangat dari suaminya.


"Dia tidak penting," ucap Reza lalu menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke arah rak buku yang cukup tersusun rapi. Jasmine yang mengetahui kemana arah suaminya bersaksi hanya bisa mendengus kesal, wanita itu tidak habis fikir dengan keadaan suaminya yang tegang tidak tahu tempat.


"Buka," ucap Reza dan Jasmine hanya menurut, di gesernya rak buku itu, dan tampaklah sebuah kamar yang cukup mewah dan lumayan besar yang ada di sana. Terdapat ranjang berukuran king size dengan lemari pakaian, cermin, kamar mandi, bahkan di kamar rahasia yang hanya di ketahui Reza dan Jasmine itu terdapat lemari pendingin untuk menyimpan makanan dan camilan.


"Jangan kasar," ucap Jasmine memperingati meskipun nyatanya Reza tidak pernah bersikap kasar ketika bermain di atas ranjang berdua dengannya. Setelah ucapannya itu, author langsung buru-buru pergi dari sana, biarlah itu menjadi kenangan indah tanpa ada yang tahu apa yang terjadi di dalam sana.


Sementara itu, di luar gedung yang menjulang tinggi dan kokoh. Aurora tengah berbicara kepada seseorang di sebrang telepon.


"Aku sudah melakukan apa yang kau mau, sekarang tinggal dirimu yang beraksi. Jangan libatkan aku kembali Rel." Ucap Aurora.


"Maafkan ibu sayang, ibu terpaksa."


...🍃🍃🍃...


Keesokan paginya. Derasnya hujan mengguyur kota Jakarta. Lunna yang rencananya berangkat pagi ini harus tertunda karena guyuran hujan deras dengan beberapa petir yang menyambar.


Setiap orang mempunyai masalahnya sendiri, beda orang beda pula masalah yang mereka hadapi. Hujan deras pagi ini bagaikan sebuah bencana pagi bagi Jasmine. Sejak dua jam lalu, ketika ia membangunkan suaminya untuk bersiap dan berangkat ke kantor, Reza justru mengajaknya berangkat untuk menerima keindahan surga dunia.


"Sudah, Za!" rengek Jasmine karena suaminya sedari tadi tiada henti terus menggagahinya.


"Sebentar lagi sayang." Ucapnya namun masih bekerja diatas tubuh istrinya. Sedari tadi juga laki-laki itu mengatakan hal yang sama, tapi tidak kunjung berhenti hingga saat ini.

__ADS_1


Keberuntungan sepertinya berpihak padanya. Ponsel Reza berdering membuat Jasmine bersorak riang dalam hati.


"Angkat Mine!" Perintah Reza membuat Jasmine mendengus kesal. Apa mungkin dia berbicara dengan seseorang dengan keadaan seperti ini?


"Jangan gila!" Kesal Jasmine disela-sela racauannya. Dengan terpaksa Reza mencabut sementara adik kecilnya lalu membiarkan Jasmine menerima panggilan telepon itu.


"Za, lama banget! Bela tidak ada yang menjaga, tolong urus dia. Aku akan pergi untuk sementara bersama calon suami ku, tenang saja, Aurel akan membantumu." Ucap Aurora dari sebrang telefon.


"Aku sudah berdiri di depan pintu mu, cepat buka." Ucap Aurora lalu mematikan sambungan telepon tanpa mendengar ucapan Jasmine.


"Anak mu dan ibunya sedang berada di depan, buka gih!" ucap Jasmine ketus lalu mencampakkan ponsel suaminya kepangkuan Reza, dengan gerakan secepat kilat wanita itu menarik selimutnya.


"Mine, ini belum keluar!" ucap Reza lalu mencoba menyibak selimut yang membungkus tubuh polos istrinya.


"Pergi! Bukakan pintu untuk mantan mu itu!"


"Jika aku mengatakan kalau dia sudah jadi istri pertama ku, dan kau adalah istri kedua ku apa kau akan marah?" ucap Reza sontak membuat Jasmine membalikkan badannya karena terkejut setengah mati.


"Ya dia itu..." Reza tidak meneruskan perkataannya bukan karena Jasmine memukulinya atau melontarkan kata-kata kasar sebagai pelampiasan kepadanya. Jasmine justru menatapnya dengan mata berkaca-kaca menahan air matanya yang sebentar lagi mengalir deras.


"Aku bercanda sayang, maafkan aku." Ucap Reza lalu mendekap erat tubuh istrinya. Oke, dia memang senang jika Jasmine marah karena hal-hal seperti ini, tapi hatinya tidak bisa menerima jika wanita kesayangannya, menangis di hadapan dan mata kepalanya sendiri.


"Cepat bukakan pintu itu, atau di akan di usir oleh para anak buahmu itu." Dengan cepat Reza mengecup lembut pelipis mata istrinya lalu beranjak ke ruang ganti untuk mengambil pakaian bersih.


To be continued.


Assalamualaikum...

__ADS_1


Author pamit, ini episode terakhir yang author tulis di Nt. Author tetap lanjut kok nulis, tapi di apk lain, yah... Dari judul, dan isi beda, tapi alur tetap sama dari yang aku rencanakan, maciu🤭 see you next time


__ADS_2