Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 65


__ADS_3

"Kakak!" pekik Lunna saat ingin memasuki kamar ruang inap Jasmine. Namun saat dirinya meraih knop pintu ruangan itu tangannya di cegah oleh seseorang yang duduk di bangku tunggu.


Lelaki itu meraih tangan Lunna dan melepaskan tangan mulus itu dari knop pintu, tangannya juga diletakkan di jidat Lunna dan menyuruhnya mundur sejauh lengannya. Dengan kesal dan perasaan dongkolnya, Lunna menghempaskan tangan David yang merusak tatanan rambut gadis itu.


"Heh bocah! Seenaknya ngerusakin rambut ku. Minggir aku mau ketemu Jasmine." Bukannya menyingkir, David malah menghalangi setiap kali Lunna bergerak.


"Kak Reza sedang menemani Kak Jasmine yang sedang pendarahan di dalam, kau mau di semprot kakak mu?" Karena merasa tidak bisa lagi melawan, Lunna akhirnya duduk di kursi tempat David duduk tadi.


"Apalagi insiden kemarin, kau kira kakak mu tidak tahu kau ciuman dengan pria?" sindir David, bukan hanya Lunna yang membeku tetapi orang yang menemaninya juga merasa takut bukan main mendengar ucapan David.


"B-bagaiman kakak bisa tau?" tanya Lunna gugup.


"Kau tidak lihat sepasang pria pelontos itu?"


Lunna menatap horor pada dua pria yang dari empat hari lalu mengikutinya. Kedua pria itu adalah suruhan Reza sekaligus orang yang sedari dulu bertugas menjaga rumah Papa dan Mamanya yang berdiri megah di New York.


"Tapi kenapa kau--"


"Ke restoran bawah yuk, aku lapar. Kau yang traktir." Ucap David merangkul pundak Lunna.


"Hei nona, apakah kau melupakan supir mu ini?" protes Aldi. Lunna langsung menarik tangan David dan mengajaknya berlari sebelum Aldi mengejar mereka.


"Hei tunggu aku! Aku juga lapar!" Aldi langsung berlari secepat mungkin menyusul keduanya.


...🍃🍃🍃...


"Mama!" pekik Lunna saat mereka kembali dari restoran di lantai bawah, lalu berhambur memeluk Mamanya dengan sangat erat karena sudah lama tidak bertemu. Bukan tidak mau Mama dan Papanya menjenguk Lunna yang lumpuh waktu itu, anak tetaplah prioritas mereka. Namun keadaan tidak memungkinkan untuk menjenguk Lunna ke Indonesia karena kedua orang tuanya Reza juga hilir mudik dari satu negara ke negara lain untuk perusahaan mereka, Lunna memanglah gadis yang manja, namun tahu kondisi ia tidak mungkin mempersulit Mama dan Papanya yang sedang sibuk.


"Apa kau baik-baik saja sayang?" tanya Mamanya Lunna sembari menciumi seluruh wajah anak gadisnya.


Tidak lama setelah itu dokter keluar sembari tersenyum kepada semua orang yang berdiri di luar lalu melangkah pergi dan di susul para perawat. Lunna langsung merangkul lengan Mamanya manja lalu masuk ke dalam ruang inap Jasmine. Sedangkan Aldi dan David tengah berbincang di luar.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Lunna karena saat masuk dirinya di sambut dengan tatapan tajam Reza.


"Ma, lihat apa yang di lakukan anak gadis mu ini." Ucap Reza menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan foto Lunna yang hampir saja berciuman dengan Aldi.


"Bagaimana bisa mereka melakukan itu? Padahal belum aja nyangkut mereka udah nonjok duluan." Batin Lunna meringis melihat Mamanya yang menatapnya dengan sangat tajam.


"Lunna udah hampir 23 tahun ma, hanya beda tiga bulan dengan Jasmine. Jasmine aja udah di buahi, masa iya Lunna belum boleh kiss sama orang. Auh! Ah, Pa sakit!" Pekik Lunna saat Papanya menarik telinga gadis itu, pelan cuma dia saja yang lebay.


"Kak Reza saja pernah ciuman dengan wanita waktu udah nikah sama Jasmine, ups keceplosan." Ucap Lunna membuat tangan Papanya terlepas. Jasmine menatap tajam pada Reza yang sedang menyengir padanya.


"Kapan?" tanya Jasmine datar. Sedangkan yang di tanya menatap takut-takut kearah kakaknya yang saat ini sedang meliriknya dengan laser mematikan dari matanya.


"Tenang Mine, hanya sekali kok. Tapi kak Reza ***** sampai kedalam, menikmati dengan... Pa sakit!"


"Ajaran siapa itu?" tanya Mamanya.


"Astaga Ma, Lunna ini udah hampir 23 tahun bukan anak sekolah menengah pertama lagi. Lagian Lunna juga tau gitu karena Kak Reza yang gak tau tempat kok."


"Lunna awas kau!" gumam Reza saat ketiga pasang mata menatapnya dengan tatapan tajam seakan akan mencabik tubuhnya.


"Terima kasih." Ucap seorang wanita di atas sebuah kursi roda yang tengah di dorong oleh David.


"Lain kali jangan keluar sendiri." David menatap punggung gadis yang mencoba masuk kedalam ruangannya sendiri.


"Belum di tinggal setengah jam udah dapat cewek cantik aja kau bocah." Ucap Lunna membuyarkan segala pikiran David yang sedang treveling.


"David kau remehin."


"Ketemu dari mana?" tanya Lunna mencoba mengorek informasi karena baru kali ini ia melihat David perhatian kepada perempuan selain anak panti dan para penjaganya.


"Ketemu di toilet."

__ADS_1


"Yee elah! Yang keren dikit kenapa. Di toilet lagi, emang kamar dia gak ada toiletnya?"


"Udah jangan ngoceh, kelilingi kota Paris yuk. Bosen dari kemaren jadi perawat kakak mu. Sebelum aku pulang dan kau proses syuting." Ucap David merangkul pundak Lunna.


...🍃🍃🍃...


"Pergi!" bentak Jasmine ketika pipinya di ciumi terus menerus oleh Reza. Rasa kesal karena perkataan Lunna tadi masih belum bisa ia hilangkan dari hatinya.


"Kau juga pernah ciuman dengan Gilang, tidak salah bukan jika aku mencium seorang wanita lain juga?"


"Gak gitu konsepnya! Aish, terserah lah." Reza tersenyum manis melihat Jasmine yang sedang merajuk. Reza membaringkan tubuhnya di samping tubuh Jasmine, memeluk tubuh wanitanya erat bahkan sampai Jasmine meringis kesakitan.


"Aku ini baru pendarahan, kau mau aku cepat mati?" ucap Jasmine kesal. Bukannya menjawab, Reza justru menyesap leher istrinya membuat Jasmine gelay 😂.


"Siapa?" tanya Jasmine mengusap lembut rambut suaminya dengan sesekali mencium aromanya.


"Mantan." Ucap Reza jujur dan apa adanya.


"Jadi kau masih berhubungan ketika kita menikah? Saat ini?!" tanya Jasmine mulai tersulut emosi namun mencoba menstabilkan suaranya.


"Tidak, tiga tahun lalu sudah berakhir. Cuma kemarin itu hanya pelampiasan. Auh!" ringis Reza karena perutnya di cubit kuat oleh Jasmine. Wanita ini sepertinya sayang untuk menendang adik kecil suaminya.


"Salah mu juga tidak mau di sentuh, ah lepas Mine!" pekik Reza kembali karena Jasmine kembali mencubit perutnya dengan lebih keras dan kuat.


"Hei nona, aku hanya bicara seadanya." Ucap Reza menatap intens kearah manik mata istrinya yang sedang digenangi air mata.


"Jadi kenapa kau tidak melampiaskan nafsu mu itu ke dia? Apa kau sudah di campakkan!" Layaknya anak kecil yang sedang merajuk, Jasmine menendang semua yang ada di sekitar kakinya termasuk kaki suaminya sendiri.


"Aku gak selera sama yang bekas." Ucap Reza lalu memeluk erat tubuh Jasmine mencoba menenangkan wanita pujaan hatinya.


"Lunna awas kau!" batin Reza.

__ADS_1


"Hei sayang, sudah Lunna hanya bercanda tadi."


To be continued.


__ADS_2