Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 22


__ADS_3

Reza menatap tajam kepada Dika, yang di tatap hanya menundukkan kepalanya sembari menyeka ujung bibirnya. Setelah Reza melampiaskan kemarahannya kepada Dika, Reza langsung berjalan menuju ranjang adiknya.


"Maaf aku terlalu ceroboh." Ucap Dika lalu memberikan ponselnya kepada Reza. Pria itu langsung melihat video yang di putar di dalam ponsel milik Dika, Jasmine yang tidak pernah kepo urusan orang kini ikut melihat apa yang ada di ponsel itu.


"Maaf aku terlalu gegabah, seharusnya juga aku tidak meminta bantuan mu. Kau sibuk mengurus masalah kantor dan pekerjaan ku, tapi aku malah meminta mu mengurus bocah bodoh ini." Ucap Reza memeluk sahabatnya dan dibalas pula oleh Dika.


"Kak, tadi kau membela ku mati-matian sekarang kau menghina ku habis-habisan?" ucap Lunna membuat kedua pria itu menggelengkan kepala.


"Apa kelumpuhannya permanan?" tanya Reza was-was.


"Tidak, paling lama juga 6 bulan dia akan sembuh total, jika dirinya mau bekerja keras setelah kakinya itu sembuh." Ucap Dika menerima ponselnya kembali.


"Benarkan yang aku bilang, jangan berhubungan lagi dengan si bajingan itu, dulu kau mau bunuh diri sekarang kau patah tulang dan mengalami kelumpuhan, lebih baik kau mau bunuh diri tapi masih ragu seperti dulu dari pada lumpuh dan berbaring seperti ini, menyusahkan!" ucap Reza membuat ia mendapatkan pukulan dari sang istri.


"Aku hanya berbicara se adanya." Ucap Reza mengelus pundak yang di pukul oleh Jasmine.


"Jika aku tidak sembuh juga tidak mengapa, kak Dika akan menikahi ku." Ucap Lunna membuat semua orang yang berada di sana melihatnya.


"Apa maksud mu?!" tanya Reza.


"Kak Dika berjanji akan menikahi ku jika aku tidak sembuh. Kalau begitu aku tidak mau sembuh, tampang kak Dika jauh lebih tampan di banding Nathan si brengsek itu." Ucap Lunna membuat Dika dan Reza melotot ke arahnya.

__ADS_1


"Tapi menurut ku lebih tampan dokter itu." ucap Jasmine menunjuk seorang dokter yang menangani Lunna membuat dokter itu menjadi perhatian. Dokter yang merasa dirinya di perhatikan hanya diam lalu tersenyum ramah, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Jasmine nanti ada yang cemburu baru tahu." ucap Lunna lalu tergelak di ikuti tawa Dika, sedangkan kedua pasutri itu hanya terdiam sembari menatap tajam ke arah Lunna.


"Hei, sepertinya aku membutuhkan asisten pribadi." ucap Reza membuat Dika menoleh ke arahnya.


"Baiklah aku akan mencarikannya untuk mu." ucap Dika lalu merangkul pundak Reza, lalu mereka berdua berjalan beriringan keluar dari kamar rawat itu.


"Apakah benar kau akan menikahi Lunna?" tanya Reza saat mereka duduk berdua di taman rumah sakit itu.


"Tidak, jika dia sembuh. Dokter mengatakan dia akan sembuh paling lama setengah tahun, jika dia mau berusaha." Dika hanya bisa menghela nafas ketika ia selesai mengatakan itu


"Kau berfikir Lunna akan semangat untuk menjalani pengobatan karena tidak mau di nikahi oleh mu, tapi kenyataannya kau malah terjebak di atas janjimu sendiri." ucap seorang wanita dari arah belakang membuat kedua pria itu langsung menoleh kearahnya.


"Apakah kau mempunyai seseorang yang kau cintai?" tanya Jasmine mengintimidasi Dika.


"Ya." ucap Dika singkat membuat kedua manusia di hadapan dan di sampingnya menghela nafas.


"Lalu---" ucapan Reza terpotong karena perkataan yang di lontarkan Jasmine.


"Diam lah! Siapa?" ucap Jasmine memotong perkataan Reza lalu beralih ke Dika.

__ADS_1


"Nama mu Jasmine bukan? Bisa kah kita bicara berdua? Ada pengganggu, tidak enak." Ucap Dika lalu menggandeng tangan Jasmine pergi meninggalkan Reza seorang diri.


"Kurang ajar! Mereka mau selingkuh tepat di hadapan ku?!" tanya Reza lalu berjalan pergi ke kamar rawat adiknya.


...🍃🍃🍃...


"Apa yang kau bicarakan dengannya?" tanya Reza saat mereka berangkat menuju ke kantornya.


"Dia melamar ku." Ucap Jasmine membuat Reza kaget setengah mati. Mobil itu bahkan berhenti mendadak, lalu Reza melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Untung saja jalanan sepi, jika tidak mungkin mereka akan bertabrakan.


"Hei jangan gila! Aku hanya bercanda, kau itu seperti suami yang sedang cemburu saja." Jasmine menggenggam sabeltnya.


"Cemburu? Pada kalian? Jangan mimpi!" ucap Reza membuat Jasmine tergelak.


"Hei makhluk mars, kalau kau tidak cemburu jangan bersikap berlebihan. Oh iya, ketika di kantor tidak ada yang boleh tahu pernikahan kita, seorangpun tidak boleh!" ucap Jasmine lalu bersedekap dengan pandangan keluar jendela.


"Iya, lagi pula aku akan memberi tahu siapa? Aku tidak pernah bertegur sapa dengan orang-orang kantor, jangan-jangan kau lagi yang membeberkan semuanya."


"Cih! Mimpi!"


"Terserah pada mu." Ucap Reza lalu melakukan kembali mobil mewahnya dengan kecepatan sedang karena merasa perubahan emosi di hatinya dengan sangat cepat tanpa tahu karena apa.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2