Mr. Sargeant

Mr. Sargeant
Chapter 47


__ADS_3

"Mine, kita beneran masuk?" tanya Reza ketika dirinya sedang berdiri mematung di depan rumah Jeniffer.


"Tentu saja, sudah ayo masuk mereka sudah menunggu kita." Jasmine menarik tangan suaminya agar Reza mengikuti langkah kakinya. Karena suaminya tidak bergerak juga Jasmine langsung mencubit gemas perut sixpack Reza hingga membuat pria itu meringis.


"Sakit Mine, nanti kalau perut ku biru kan gak lucu." ucap Reza lalu menggandeng tangan istrinya memasuki rumah Jeniffer.


"Pantas saja dia meminta di belikan bahan dapur, ternyata untuk membuat acara. Dan gaun yang kemarin dia bilang ternyata untuk di kenakan anaknya di acara ulang tahun? Gitar listrik? Astaga, ibu rumah tangga itu memang benar-benar tidak bisa di prediksi apa tujuannya." Batin Reza menatap dekorasi rumah Jeniffer yang di penuhi dengan warna pink.


"Aku tidak sabar ada di posisi itu Mine." Batin Reza ketika melihat Jeniffer, suami dan anak-anaknya tersenyum bahagia menyambut tamu.


"Kau kenapa?" tanya Jasmine melihat suaminya tersenyum saat menatap Jeniffer dan keluarganya.


"Tidak, ayo."


Acara ulang tahun anaknya Jeniffer yang ke enam tahun berlangsung dengan lancar, suara pekikan anak-anak memenuhi ruangan itu.


"Jeniffer." Panggil Reza ketika wanita itu merapikan pakaian yang di kenakan sang putra. Setelah selesai melakukan aktivitasnya, Jeniffer menyuruh anaknya agar kembali ke teman-temannya.


"Ada apa?"


"Bukan kah kau kemarin mengatakan aku tidak pernah mengatakan cinta pada Jasmine, jadi saat ini apakah aku boleh meminta pendapat mu bagaimana cara mengungkapkannya?"


"Sayang, dari mana saja kau?" ucap seorang pria merangkul pundak Jeniffer dengan lembut.


"Nah, ini. Kau bisa menanyakan caranya kepada suami ku, tenang saja, aku tidak akan mengatakan kau sedang latihan mengatakan cinta kepada istri ku itu. Aku tinggal dulu yah." Jeniffer mengecup pipi suaminya lalu pergi menemui teman-temannya.


"Bukan kah kau adalah cucu tuan Handrick?" ucap Brian suami Jeniffer, tampak jika kedua pasutri itu bukanlah orang Jerman asli, nama dan wajah mereka lebih mirip dengan orang-orang asli Inggris.


"Lupakanlah, jadi... Kau ingin menyatakan cinta mu tetapi tidak tahu caranya? Bodoh sekali." Ucap pria itu berjalan ke sofa ruang tengah sembari memberikan isyarat kepada Reza agar mengikutinya.


"Baiklah siapa wanita yang ingin kau pacari itu?" tanya Brian duduk dengan kaki di silangkan.


"Istri ku."


"What? Bagaimana kalian bisa menikah tanpa adanya kata cinta yang terucap tulus dari dalam hati!"

__ADS_1


"Kami terpaksa menikah." Ucap Reza tak acuh.


"Baiklah, sepertinya aku kedatangan murid yang susah untuk di atur. Lupakan! Sampai di mana hubungan kalian? Apa sudah pernah berpelukan? Kiss? Atau apa?"


"Sudah sering melakukan hubungan suami istri."


"Huh!" Brian memukul sofa itu bertubi-tubi melampiaskan kekesalannya pada sofa yang tidak bersalah itu, merutuki kebodohan manusia di hadapannya.


"Baru kali ini aku bertemu dengan orang tidak tahu diri seperti mu, kau tahu? Aku pacaran dengan Jeniffer sudah lebih dari empat tahun, aku mendapatkan ciuman pertamanya ketika anniversary hubungan kami yang ke dua, ribuan kata cinta terlontar dari bibir ku tapi jarang mendapatkan kecupan kecil darinya, dan tadi kau bilang apa? Sudah berhubungan sejauh itu tanpa kata cinta? Oh God, kenapa ada orang seperti dirinya!"


"Kapan kau mengatakan kau mencintai Jeniffer saat pertama kali?" tanya Reza. Pria itu tersenyum dan membayangkan saat-saat pertama dirinya dan Jeniffer bersama.


"Sungguh manis, saat itu kami sedang liburan ke pulau untuk perpisahan. Saat itu aku melihat dia duduk di pasir putih dengan tersenyum, senyuman manis yang mampu menggetarkan jiwa ku." Reza yang mendengar perkataan Brian semakin ilfil dengan orang yang ada di hadapannya.


"Sudah lupakan, kau tidak akan bisa merasakannya. Ingat ini, wanita itu sangat rapuh hatinya, sangat sensitif. Jika kau menyakiti dirinya sekali saja, tidak, hanya dengan ucapan yang tidak kau sadari pun, dia bisa terluka ingat itu! Wanita itu sangat mengidamkan perhatian dari prianya, hanya perhatian kecil yang kau berikan sudah membuatnya berbunga-bunga, perlakukan dia dengan manis, dia akan membalasnya ribuan kali lipat dari apa yang kau lakukan."


"Wanita itu terkadang sangat sulit di tebak, hari ini bisa manis, besok dia bisa sangat ketus pada kita. Dan untuk masalah mu itu tadi, terkadang wanita merasa bahwa dirinya hanyalah pemuas nafsu pria, jadi perlakuan dia dengan baik."


"Intinya, wanita itu membutuhkan perhatian lembut, selalu ingin di perhatikan dan tidak mau tersakiti. Mungkin jika kau menyakitinya sekali dua kali masih di maafkan, tetapi lihat tipe seperti apa wanita mu itu!" ucap seseorang dari arah belakang.


"Kenalin, Jon." ucap Brian memperkenalkan sahabatnya pada Reza.


"Reza." ucap pria itu menerima uluran tangan Jon.


"Kau lagi apa? Memberikan konsultasi." Ucap Jon ikut duduk di sofa itu.


"Nah sudah jelas bukan, mengalami wanita itu sangat sensitif. Nah sekarang saatnya kita latihan."


"Coba bayangkan aku istri mu, dan kau mengucapkan kata cinta pada ku."


"I love you." ucap Reza datar tanpa ekspresi.


"Sepertinya kau memang harus di modifikasi." Jon yang mendengar perkataan sahabatnya langsung tergelak.


"Coba ungkapan dengan perasaan, seakan-akan kau itu benar-benar mencintai dia. Jangan gengsi mengatakannya, ungkapan apa yang ada di hati mu! Utarakan hal sesungguhnya pada istri mu dengan cara yang manis. Ini? I love you, cih kau kira wanita akan tersentuh dengan kalimat dingin mu itu." ucap Brian kembali.

__ADS_1


"Ulangi sekali lagi, I love you. Ucapkan itu dengan perasaan."


"I..."


"Kelamaan!"


"I love you." Ucap Reza masih dengan nada datarnya. Ponsel Reza berdering, dengan cepat pria itu mengambil ponsel yang ada di saku celananya.


"Za ayo pulang, ibu menyuruh mu agar berkunjung sebelum pulang ke Jakarta bukan?"


"Baiklah, tunggu sebentar, kau langsung ke depan saja."


"Maaf sepertinya aku harus kembali." Saat Reza sudah berjalan pergi meninggalkan mereka, pria itu langsung berbalik membuat Brian dan Jon bingung.


"Bisa aku meminta nomor kalian?"


🍃🍃🍃


Sepanjang perjalanan Reza hanya mengulang perkataan 'I love you.' tanpa mengeluarkan suara membuat Jasmine menatap bingung pada suaminya itu.


"Kau kenapa?" tanya Jasmine.


"Tidak." Jawab pria itu singkat.


"Jasmine." panggil Reza. Seketika itu juga istrinya menoleh melihat wajah suaminya yang sedang menyetir di sisi kiri.


"I... I..." Mulut pria itu terasa kelu ketika ingin mengucapkan kata cinta kepada istrinya.


"Ai, ai, ai, ai! Kau itu tuan crab di Spongebob!"


To be continued.


Jangan lupa like and komen yah, karena itu tidak di pungut biaya sepeserpun, alias gratis!


Terima kasih, see you next time.

__ADS_1


__ADS_2