
Seminggu setelah hari dimana Reza kembali ke Indonesia, Reza dan Jasmine memperbaiki komunikasi di antara keduanya. Ketika Jasmine pulang dari kantor dan Reza yang ingin tertidur, ketika Jasmine ingin tidur dan Reza yang baru bangun tidur. Itulah saat dimana mereka berbicara dan menyapa.
Ribuan kata cinta yang terlontar dari bibir Reza saat di depan cermin namun tidak bisa di ucapkan kepada istrinya ketika mereka sedang berkomunikasi. Alasannya apa? Entahlah kalian akan tahu ketika mendengar perbincangan mereka. Jika kalian mengira perbincangan diantara Jasmine dan Reza adalah perbincangan mesra dan kata-kata manis di antara keduanya kalian salah besar.
"David, bagaimana jika kau ikut dengan ku ke Paris?" tanya Reza ketika pria itu sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Benarkah?" tanya David tersenyum sumringah.
"Ya, kau bisa melakukan penelitian kota itu bukan, sekalian kau jalan-jalan. Asal tidak menyusahkan ku saja."
"Oh tentu tidak, terima kasih kak. Oh sahabat ku ini!" pekik David mencubit gemas pipi Reza.
"Hei apa yang kau lakukan?! Apa kau mau ada yang melihat dan mengataiku homo?!" ucap Reza menghempaskan tangan David dari wajahnya. David dengan senyum tak berdosanya kembali ke sofa ruangan itu.
"Kapan nilai IPK semester kali ini keluar?" tanya Reza ketika David kembali ke game yang di pegangnya.
"Besok, kau itu cerewet sekali! Akan aku buktikan pada mu nilai IPK ku semester ini pasti tetap bertahan di 0,3."
"Apa!" Seru Reza ketika mendengar ucapan David.
"Maksud ku empat, kau memang pernah menerima laporan nilai ku menurun? Tidak bukan?" ucap David masih fokus pada gadgetnya.
"Jika nilai mu menurun akan ku buang kau dan tidak akan aku biayai UKT mu." Ancam Reza tidak main-main.
"Kau ini menyebalkan sekali, jika kau tidak membayar UKT ku semester depan gampang. Kau lupa jika dari SD sampai SMA aku mendapatkan uang beasiswa, itu akan aku bayarkan, dan aku juga sedang mencari kerja."
Ya, jika mengenai David Reza akan sangat peduli seperti dirinya perduli dengan adiknya sendiri. David sendiri sudah menjadi sahabatnya ketika ia lulus S1 dan berlibur di Indonesia, kira-kira saat ia berumur delapan belas tahun.
"Aku kembali ke panti dulu."
Setelah David keluar, Sifa datang dan membawa setumpuk berkas di tangannya. Sedangkan Reza saat ini sedang duduk santai sembari mencoba mengechat istrinya yang sedang berada di negri sebrang.
__ADS_1
"Pak ini berkas-berkas yang harus anda tangani." Ucap Sifa. Terlintas sebuah ide jahil di pikirannya ketika Jasmine hanya membaca pesan yang ia kirimkan.
"Bisakah kau berfoto bersama ku?" ucap Reza dengan senyuman liciknya.
"Tentu pak." Sifa berjalan ke arah belakang Reza dan menundukkan sedikit tubuhnya agar wajahnya dapat tertangkap kamera. Setelah selesai memotret dirinya bersama Sifa, Reza langsung mengusir Sifa dari hadapannya dan mengirimkan potret itu kepada Jasmine. Ia tidak melihat kejanggalan di foto yang ia ambil tadi dan langsung mengirimkan dirinya pada Jasmine.
Ketika Jasmine melihat foto yang ia kirimkan, Jasmine langsung menelfon Reza dengan rasa amarah yang membara.
"Apa maksudmu?! Kau kira dengan mengirimkan foto dengan wanita mu itu aku akan cemburu, cih murahan sekali!" ucap Jasmine dengan nada terdengar menahan Isak tangis.
"Makanya kalau punya suami itu jangan di cuekin, gak enak kan kalau di selingkuhin." Ejek Reza menahan tawa yang sebentar lagi akan meledak.
"Oh, jadi selama ini kau bohong?! Kau mengatakan tidak punya wanita lain tetapi sering main dengan--"
"Tidak Mine, aku hanya menggoda mu. Setelah aku mengirimkan foto itu juga sudah aku hapus." Ucap Reza jujur.
"Kau kira aku percaya? Kau dengan sengaja mengirimkan foto mu dan sekretaris tidak tahu malu mu itu selesai melakukan hal mesum? Membuka kancing bajunya dan menampakkan belahan dada dan ukuran yang jauh lebih besar dari milik ku?!" Seru Jasmine membuat Reza langsung terbelalak, pria itu dengan cepat melihat kembali foto yang dikirimkannya ke Jasmine. Dan benar saja, kancing baju Sifa memang terbuka dan memperlihatkan belahan dada wanita itu.
"Tidak Mine. Aku hanya--" Reza tidak melanjutkan perkataannya karena Jasmine memutuskan kontak mereka.
Sedangkan Jasmine yang berada di negri sebrang kini tampak muram dengan wajah datarnya.
"Aku saja tidak pernah berfoto dengan mu, kau pula memotret dirimu dengan jalang mu itu. Cih!" Jasmine langsung menghapus foto itu dan melemparkan ponselnya ke kasur hotel ternama di Paris. Wanita itu ikut merebahkan tubuhnya ke ranjang dengan tatapan ke langit-langit kamarnya, sepertinya jika tidak bertemu secara langsung tidak akan ada perbincangan hangat dan romantis di antara mereka.
Reza kini menyesali perbuatannya, langsung kembali menelfon David.
"Ada apa Kak?" ucap laki-laki itu di dibalik helm yang ia pakai.
"Kau sedang ada di mana?"
"Di jalan ini, kenapa?"
__ADS_1
"Satu jam lagi kita berangkat, persiapkan semua." ucap Reza membuat David terbelalak. Namun saat ia ingin protes Reza langsung mematikan sambungan telefon itu. David langsung menaruh kembali ponselnya ke saku jaket dan melajukan motornya dengan cepat.
...🍃🍃🍃...
"Sudah lah inces, kau ini loh! Sudah biarkan saja dia, kau juga kan dapat film lain. Lawan main kamu di film kali ini ganteng loh, cucok meyong sama kamu." Ucap seorang pria yang memakai bandana di kepalanya merias wajah Lunna.
"Ya gak bisa gitu dong, aku udah hapal isi naskahnya. Masa main ganti-ganti aja! Gak tau apa aku ini siapa?!" ucap Lunna dengan nada berapi-api.
"Aduh! Ribet nih anak, Lune denger yah, proyek yang di tawarkan produser sama kamu itu jauh-jauh lebih besar dari film ini." Pria gemulai yang menata rambut Lunna akhirnya memberikan pendapatnya.
"Terserah kalian lah, berarti besok kita pindah nih?"
"Iya dong, lumayan loh, syuting sekalian jelong-jelong ke pantai."
"Apa?" tanya pria yang mengenakan bandana masih mengoleskan lipstik di bibir Lunna.
"Jelong-jelong!"
"Apa sih itu?"
"Jalan-jalan loh."
"Ih kau ini lah, ngomong yang bener aja kenapa." Ucap pria berbandana merah muda itu menyodorkan lipstik di hadapan temannya.
"Aduh, ribet kalau di antara dua setan ini!"
"Mana ada setan banci." ucap pria gemulai itu kembali menata rambut Lunna.
"Entah, mana ada setan bencong."
To be continued.
__ADS_1
Nah bab 45 nya udah nampak tuh😂