
"Kau yang memulainya!" Jasmine memakan spaghetti pedasnya dengan sekali sendok besar dan melahapnya hanya sekejap.
Jeniffer yang melirik cara makanannya Jasmine jadi bergidik ngeri. Ingin rasanya ia menghentikan gerakan Jasmine karena mata wanita itu sudah berkaca-kaca, entah karena pedas dari makanan itu atau sesuatu yang mengganggunya.
"Kau itu kenapa sih?!" tanya sekretaris yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri. Jasmine tidak menghiraukan Jennifer dan terus menggulung pasta pedasnya dan memakan dengan jumlah yang banyak.
"Hei!" Jeniffer mencegah Jasmine yang maka bagai orang kesetanan. Jasmine menatap Jeniffer lalu mencampakkan kasar pastanya ke piring di hadapannya. Lalu mengambil susu yang ada di hadapannya.
"Aku tidak tahu maunya dia sebenarnya apa! Dasar brengsek!" pekik Jasmine meminum susunya yang tersisa di gelas itu dengan sekali teguk lalu meletakkan gelasnya dengan kasar.
"Kau ini kenapa?!" Jasmine mengambil ponsel dan mencari sesuatu di sana, setelah mendapatkan apa yang ia cari Jasmine langsung memberikan kepada Jeniffer.
"Astaga, bodohnya pria ini! Sudah tidak bisa mengatakan cinta, malah berbuat ulah!" hardik Jeniffer di dalam hatinya.
"Sebentar." Jeniffer langsung berlari ke kamarnya dan mencari ponselnya. Mencoba menghubungi Reza yang telah melakukan hal bodoh yang termasuk fatal dalam hubungan mereka.
"Bedebah! Kemana anak ini!" berkali-kali Jeniffer mencoba menelfon Reza, namun hasilnya nihil. Ponsel pria itu tidak aktif sama sekali.
__ADS_1
"Hei makhluk hidup! Kau itu bodoh sekali, belum lagi kau menyatakan perasaan mu kini kau malah membuat kesalahan fatal, terima saja nasibmu."
Jeniffer kembali ke ruang makan itu, tampak Jasmine kembali memakan pastanya dengan mata berkaca-kaca menahan air mata yang sebentar lagi akan tumpah.
"Anak ini, awas kau ya! Jika aku bertemu dengan mu akan ku pukul habis tubuh mu hingga memar!"
"Hei, sudahlah! Ayo kita balas dengan cara cantik khas diri ku." Bujuk Jenifer.
"Apa kau tidak menghubunginya kembali?" tanya Jeniffer menenangkan Jasmine yang kini memeluk pinggangnya dengan mulut mssih mengunyah.
"Tadi aku bangun tidur mencoba menghubunginya karena dia tidak menghubungi ku sama sekali! Tapi ponselnya justru mati, dia bahkan tidak mencoba meminta maaf. Uhuk, Uhukkk!" Ucap Jasmine panjang lebar hingga membuatnya tersedak. .
...🍃🍃🍃...
Sebuah pesawat pribadi bermerek Airbus A380 mendarat mulus di aéroport paris- Charles de Gaulle. Setelah keluar dari pesawat pribadinya, Reza langsung berjalan keluar dari Banda dan menemui supir yang sudah ia sewa ketika masih di Jakarta.
"Astaga! Apa yang kalian pikirkan tentang ku?!" seru Reza ketika melihat deretan notifikasi dari Jasmine, Brian dan Jeniffer.
__ADS_1
Ketika membaca satu persatu pesan yang di kirimkan Jeniffer padanya, Reza hanya tersenyum. Namun ketika ia sampai di chat terakhir dari Jenifer ia langsung terbelalak. Bagaimana tidak? Jasmine berpose dengan eloknya dengan seorang pria yang sangat ia kenal. Wanitanya itu mengenakan pakaian cukup minim dan memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan yang lebih menjengkelkan lagi, Jasmine berpose dengan mesranya bersama Hardhan. Dengan bagroun pemanis yaitu menara Eiffel, Reza lebih terkejut lagi ketika Hardhan dengan mesranya menyodorkan es krim kepada Jasmine, dan di sambut pula oleh Jasmine dengan senyuman manis.
"Hei bukan kah itu Jasmine? Apa dia sudah memiliki pasangan? Pasangannya cukup tampan." Puji David ketika melihat Rez ayang terdiam menatap ponselnya.
"Kenapa jadi ajang balas dendam ini? Aku tidak bermaksud seperti itu, akh!" geram Reza tidak memperdulikan laki-laki di sampingnya.
Karena usul dari para pembimbing cintanya tidak ada yang benar, Reza langsung mencari tahu di google mengenai masalahnya. Meminta maaf dan mengatakan cinta dengan cerita romansa yang tidak akan pernah terlupakan. David yang kesal karena tidak di perdulikan langsung merebut handphonenya Reza dan menyembunyikannya di balik tubuhnya.
"Ah cinta, apakah kau mau selingkuh dari istri mu? Kurangnya dia apa coba? Cantik, baik, pinter, bodynya oke, apalagi goyangannya ya ampun, gak nahan!"
"Apa?! Goyangan! Sejak kapan kau melihat dia bergoyang?!"
"Ya dari instagramnya, dari mana lagi coba?" tanya David cuek. Reza langsung mencari video yang di maksud David, namun tidak menemukan karena dirinya tidak memiliki Instagram.
"Mana video yang kau maksud, perlihatkan pada ku atau aku buang kau di sini!" gertak Reza. Mau tidak mau David menyerahkan ponselnya kepada Reza.
Reza melihat foto-foto istrinya yang terpampang di ponsel David, ia murka ketika melihat foto-foto istrinya di publikasikan di aplikasi yang menurutnya tidak jelas namun kenyataannya sangat di mendarah daging di dalam diri seseorang. Foto-foto Jasmine semuanya hanya untuk mensponsori produk yang di kembangkannya itu, namun ketika melihat sebuah video, Reza langsung mendelik tidak terima melihat tubuh istrinya yang bergoyang dengan eloknya di sana. Dan itu baru di bagikan dua puluh menit yang lalu, namun yang menonton sudah jutaan orang.
__ADS_1
"Jeniffer! Apa yang kau lakukan pada istri ku hingga dia seperti ini!" geram Reza menatap tajam kepada wanita di belakang istrinya yang sedang asik bergoyang dengan eloknya.
To be continued.