
"Ini seriusan apertemen kakak kamu?" Tanya Aldi ketika mereka sampai di depan pintu apertemen Reza yang di jaga oleh dua pria berbadan kekar.
"Iya, terima kasih sudah mengantar ku. Mimpi indah." Ucap Lunna mengecup pipi Aldi.
"Kak, itu kok ada pengawal?" Tanya Lunna ketika mendapati Reza dan Jasmine sedang menikmati film yang mereka tonton di ruang tengah yang bisa di bilang mirip bioskop minimalis.
"Kerjaan kakak mu, kapan sampai?" Tanya Jasmine menghempaskan rangkulan Reza dan beranjak mendekati Lunna.
"Hei, hei, hei! Apa ini benar-benar Jasmine? Nona kaku nan dingin?" Ucap Lunna memeluk erat sepupu sekaligus kakak iparnya.
"Oh iya, satu minggu lagi Dika menikah. Kau datangkan?" Tanya Jasmine menyerahkan koper Lunna pada suaminya.
"Hah? Kak Dika? Nikah? Dia gak pernah ngelamar aku, gimana kami bisa nikah?" Tanya Lunna dan langsung mendapatkan tarikan ditelinganya dari Reza.
"Iya, iya maafkan aku! Lepas kak sakit!" Teriak Lunna.
"Hei! Dasar kakak durhaka! Adik mu baru pulang, tidak adakah penyambutan sama sekali?" Teriak Lunna ketika Jasmine dan Reza meninggalkan. Dengan gerakan cepat gadis itu berlari melompat ke punggung kakaknya.
"Lunna! Hei lepaskan aku bisa mati nanti!"
Hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Hari pernikahan Dika dan Hanna berlangsung dengan mewah karena suntikan dana dari Reza. Ditemani sang kekasih Lunna berjalan ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Dika dan Hanna, tapi bukan ucapan selamat yang pengantin dapatkan, justru mereka mendapatkan hal tak terduga dari Lunna.
"Aduh ganteng banget sih suami orang!" Ucap Lunna mencium gemas pipi Dika di samping Hanna sendiri. Hanna terkejut bukan main ketika suaminya justru membalas mencium pipi Lunna.
"Lun, suami orang itu! Nanti kamu di omongin artis baik-baik tapi pelakor kaya yang Ono." Ucap Aldi cemburu namun tidak di hiraukan oleh Lunna.
"Hai kak, selamat yah. Tenang pipinya memang sering jadi tempat treveling bibir ku, tapi bibirnya masih ori kok. Dijamin masih ting-ting." Bisik Lunna.
Bukannya marah, Hanna justru tertawa keras melihat adik atasannya satu ini. Ternyata benar ucapan Dika tentang Lunna. Meskipun gadis di hadapannya itu anggun nan elegan ketika tertangkap kamera, tapi nyatanya Lunna adalah gadis ceria yang otaknya geser beberapa senti dari tempat yang seharusnya.
__ADS_1
"Kak Dika selamat yah, usahain ngadonin sampai subuh biar tercetak sempurna."
"Lun, sudah ayo turun!" Ajak Aldi menarik paksa tangan kekasihnya.
...🍃🍃🍃...
"Balik lagi ke pulau terpencil itu?" Tanya Lunna ketika mereka sedang beristirahat di salah satu apertemen yang di sewa untuk kebutuhan istirahat mereka.
"Aku capek!" Rengek Lunna kepada Aldi dan langsung di peluk oleh kekasihnya.
"Cie yang uwu-uwuan, kesebar ke media baru tahu kalian." Ucap Yuna, artis yang cukup ternama yang berperan sebagai orang yang menyukai Aldi di film yang mereka perankan, bisa di bilang pelakor.
"Dih, iri bilang boss!" Ucap yang lain.
"Ya kali iri, aku juga cinlok sama Kara kok. Ya kan Kara?"
"Kalian ini, capek tau bolak balik. belum ada dua minggu kita balik dari Paris udah mau meluncur ke pantai itu lagi. Kenapa kemaren gak sekalian sih!" Kesal Lunna.
"Kalau ketemu dia kan aku bisa mati kutu." Batin Lunna memakan makanan yang tadi di bawa Kara ke lokasi syuting mereka.
Karena bosan terus-terusan di apertemen, Jasmine akhirnya merengek untuk ikut ke perusahaan menemani Reza seharian. Dan disinilah mereka sekarang, di dalam ruangan ruangan megah Reza. Ikut ke kantor ternyata tidak merubah suasana hati Jasmine, Reza ternyata sangat sibuk dengan segala urusannya. Ingin Jasmine berbincang dengan Hanna, tapi gadis itu tengah city dan sekarang sedang berada di Amsterdam bersama Dika untuk honeymoon. Ingin berbincang dengan Sifa, tapi wanita itu sudah menjadi ibu rumah tangga di rumah Gilang karena di hamili pria itu.
Seorang wanita masuk kedalam ruangan Reza tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam. Wanita berpenampilan sederhana dengan kedua tangannya menggendong seorang gadis kecil berusia dua tahunan yang sedang tertidur pulas.
"Bahagia?" Tanya wanita itu duduk di hadapan Jasmine yang sedang memainkan ponselnya. Pandangan Reza sepenuhnya langsung terfokuskan kepada wanita itu.
"Mau apa kau?" Tanya Reza dengan nada tegasnya seakan tidak suka kehadiran wanita dihadapan Jasmine.
"Aku? Aku ingin meminta pertanggung jawaban mu atas anak mu ini! Aku ingin bebas Za, aku sudah memiliki kekasih." Ucap wanita itu.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, sudah aku katakan pada mu hubungi aku ketika tes DNA itu keluar." Ucap Reza lalu bangkit dari kursi kebesarannya dan duduk di samping Jasmine.
"Tunggu Tes DNA?" batin Jasmine merasa janggal.
"Dengan terus mengelak dan menolak, apakah kau kira bisa menghapus fakta jika Bela anak mu? Tidak Za, bagaimanapun dia tetap darah daging mu." Ucap wanita itu.
Deg!
Detak jantung Jasmine saat ini serasa berhenti ketika mendengarkan perkataan wanita di hadapannya. Kenapa pada saat dirinya ingin berubah, ada saja masalah yang mendatangi rumah tangganya. Oke, untuk saat ini wanita itu diam, memasang wajah kaku dan dinginnya. Jasmine juga tidak akan mempercayai perkataan wanita itu begitu saja, tunggu beberapa waktu lagi. Untuk saat ini Jasmine hanya ingin menyaksikan tanpa terlibat dalam masalah kedua manusia di hadapannya.
"Cih! Kau kira aku percaya dengan omongan busuk mu itu? Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun kecuali dia!" Bentak Reza menunjuk pada Jasmine yang sedari tadi hanya diam mematung tanpa mengeluarkan pendapatnya.
"Aku benci sisi mu yang satu ini Za. Jangan menjadi bajingan dengan cara seperti ini. Aku tidak mau menjadi perusak di dalam hidup mu dan kau nona." Ucap wanita itu sedikit tersenyum manis ketika menatap Jasmine.
"Aku juga memiliki seorang kekasih, ya mungkin kau kenal dengannya karena dia salah satu pria yang kau lihat dulu."
"Hei nona, apakah kau tahu? Suami mu inilah yang mengambil kesucian ku untuk pertama kali. Ya, benar aku memang pernah bercinta dengan beberapa pria tapi setelah kesucian ku di renggut olehnya." Jasmine diam, tidak menjawab ataupun menggubris perkataan wanita di hadapannya. Ekspetasinya tentang mantan kekasih Reza berbanding terbalik dengan realita.
"Apakah setelah pertama kali berhubungan badan dengan pria kau ingin melakukannya lagi dan lagi?"
"Itulah yang aku rasakan. Malam di mana acara reunian bersama teman-teman dia mabuk parah, dan terpaksa aku harus mengantarnya ke apertemen. Dia merenggut paksa kesucian ku malam itu, padahal aku sudah menolaknya mati-matian. Dasar laki-laki brengsek!" Ucap wanita itu tanpa jeda.
"Aku tidak sebodoh itu Ra. Aku tahu mana wanita virgin dan mana wanita jalang."
"Tidak semua wanita virgin itu memiliki selaput darah Za, ada beberapa wanita yang memang di lahirkan seperti itu." Ucap Jasmine datar.
To be continued.
Astaga aku! Doyan banget melukai hati Jasmani, eh Jasmine. Beneran ini part gak berbobot sama sekali. Eits, ini orang bukan pelakor loh ya. Dia orang baik kok, orang baik yang tersakiti^^
__ADS_1