
Flashback on
Pada saat itu ketika ia merasa bahagia dengan kelulusan sekolah yang telah ia gapai, bermaksud memberi kejutan pada sang kekasih tercinta.
Justru kenyataan pahit yang harus ditelan oleh dirinya, sang kekasih tercinta, Dion Adi Fanani itu pun dengan teganya mengkhianati semua kepercayaan yang selalu ia berikan untuk sang kekasih tersebut.
Ia begitu terpukul saat melihat kekasih yang begitu sangat ia cintai, melakukan suatu hubungan terlarang. Yang mana orang yang merebut miliknya itu ialah saudari tirinya sendiri, Sarah. Ya, Sarah saudari tirinya itu dengan tega merebut dan merenggut semua yang selalu ia punya.
“Apa hanya segini kesetiaanmu, Fan?” tanya Alana dengan raut wajah yang sangat datar. “Tega sekali kau mengkhianatiku, bahkan tanpa malu kau melakukan hal yang sangat menjijikkan di belakangku!”
__ADS_1
“Maaf.”
“Kau pikir aku mau memaafkanmu begitu saja, hah!” bentak Alana dengan nada tinggi. “Asal kau tahu, Fan. Aku sama sekali tak akan pernah memaafkanmu, bahkan jika aku harus memilih. Lebih baik aku tak menjalin hubungan dengan pria yang sama sekali tak bisa setia dengan pasangannya, dan juga aku lebih rela kau dengan wanita lain yang mencintaimu! Bukan untuk wanita yang hanya mau memanfaatkanmu saja.”
“Al, tunggu!” Dion pun memanggil sang kekasih dengan memegang tangannya, yang mendapat tepisan kasar dari sang kekasih tercinta. “Sekali lagi maafkan aku, Al!”
Menulikan panggilan dari, Dion yang terus memanggil namanya. Ia pun berjalan dengan setengah berlari dari apartemen tempat tinggal seorang lelaki yang menghancurkan dan menorehkan luka hatinya.
(Ini aku jabarkan ya ges, di bab sebelumnya itu yang di tolong oleh Alana itu Arion tapi mereka sama sekali tak saling mengenal)
__ADS_1
Ada apa ini! Kenapa suasananya seperti dalam keadaan tegang? Apa yang sedang terjadi?
Di dorong dengan rasa penasarannya, akhirnya ia pun menghentikan laju motor yang sedang ia kendarai. Lalu tak lama kemudian ia menghampiri kerumunan orang-orang, alangkah terkejutnya saat ia melihat sebuah mobil yang sangat mahal bagian depannya ringsek, dengan memercikan sebuah asap yang sangat mengepul.
Di tambah dengan sang pengemudi yang tak bisa keluar dari mobil itu, dan tanpa berpikir panjang ia mendekatinya tapi begitu di tengah jalannya, ia mendapat hadangan dari orang-orang yang menghalau pertolongan yang akan dilakukan oleh dirinya.
Namun, luka hati yang ditorehkan oleh Dion itu pun membuatnya terpaksa melampiaskan semua yang mengganjal dihati dan pikiran yang sangat kacau, saat beberapa orang tumbang karena tak bisa menimbangi kemampuan bela diri darinya.
Secepat kilat ia berlari ke arah mobil tersebut! Sebab, pandangan matanya mengarah pada suatu percikan api yang mulai sedikit keluar dari mobil, dengan cepat ia pun mengeluarkan seorang pria dengan penuh luka di kedua kaki yang terjepit, dan juga luka tembak tersebut. Membuat darah di tubuhnya mengalir kembali, bahkan wajahnya pun menjadi sangat pucat.
__ADS_1
Saat ia memapah pria tersebut, beberapa detik kemudian mobil itu pun meledak hebat, dengan ia memeluk tubuh lemah tak berdaya itu, untuk menggantikan punggungnya yang sedikit terkena sebuah serpihan akibat ledakan hebat dari sebuah mobil milik korban yang ia tolong.