
Alana mengumpat geram karena ia tak dapat melacak identitas dari seorang organisasi Knight Black yang dibentuk oleh pria bernama Virus. Saat jemari tangan hampir berhasil membobol akses pribadi dari pria itu tiba-tiba laptopnya mengalami kerusakan parah akibat data yang sedang dilacak itu tersedot oleh gelombang tersebut.
“Sia'lan dia tak bisa dilacak dengan mudah. Mengapa kakek memberiku misi seperti ini? Bahkan aku tak mengenalnya bertemu pun belum pernah. Ada apa hubungan kakek dengan pria itu?” Alana bergumam lirih.
Kini Alana dengan ketiga abangnya tengah berada di dalam jet pribadi milik kakek tercinta sedang mengundara di atas awan. Yang mana masing-masing dari mereka telah menerima laporan mengenai strategi untuk menangkap Gordon Cullen. Seseorang yang begitu sangat meresahkan di dunia organisasi rahasia.
Jet milik kakek Alana telah mengantarkannya tiba di sebuah bandara internasional yang telah di tuju. Meskipun tiba dini hari tak membuat mereka menurunkan kewaspadaannya. Mereka benar-benar sangat mempersiapkan segala kemungkinan yang ada.
“Kita harus selalu waspada terhadap sekitar,” peringat Alana.
“Siap, Ketua.”
Mobil yang di tumpangi oleh Alana membelah jalanan yang sepi menuju arah markas cabang di negara tersebut untuk menyelesaikan sebuah misi dari sang kakek tercinta.
__ADS_1
*****
Kembali di dalam mobil dengan Arion setelah dia berpamitan pada adiknya.
Arion bertekad bulat untuk tetap berangkat menangkap ketua mafia yang telah mencuri 10 triliunan milik kakek tercinta.
Bersamaan itu ia memerintahkan Boy sang tangan kanan untuk pergi ke markas cabang. Di mana hanya kedua pria dingin yang mengetahui tempatnya.
Saat sampai di markas sembari ia mendapat sambutan dari beberapa anak buahnya yang akan ikut ke dalam misi ini. Namun, sejauh ini tak ada yang menyadari ada seorang mata-mata ditugaskan untuk mengawasi jalannya keberangkatan Arion.
Mengingat saat berada di sana Arion meminta mobil untuk berangkat sendiri ke arah Los Angeles cabang di perusahaan milik sang kakek tercinta.
“Mengapa kau memilih jalur darat, Yon?” tanya Boy yang sedikit mencemaskan keadaan tuannya itu.
__ADS_1
“Hanya berkendara sendiri tak harus mencemaskan berlebihan seperti itu, Boy.” Arion menjawab sembari mencebik kesal.
“Apa aku tak boleh menemanimu?”
“Tak usah Boy kau dan jalankan perintah masing-masing dariku.”
“Oke-oke tapi ketika nanti di sana kau harus berhati-hati karena aku tak tahu ada jebakan atau tidak. Selalu waspada terhadap sekitar mungkin ada rencana lain yang dilakukan oleh mafia itu.”
Tanpa menjawab pertanyaan dari tangan kanan Arion pun bergegas masuk ke dalam kamar pribadi di dalam jet milik kakeknya tersebut.
Untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya sambil terus memikirkan keberadaan dari seorang gadis yang pernah menolongnya itu.
Tidak terasa belasan jam di dalam jet pribadi. Kini Arion telah sampai di bandara tempatnya akan melakukan misi. Begitu turun dari jet seketika dia merasa senang sekali mendapatkan sebuah mobil yang saat ini memang sedang diinginkannya.
__ADS_1
Tak lupa juga Arion meminta Boy dan beberapa anak buahnya yang lain pergi ke markas cabang. Sementara dia akan melakukan perjalanan ke arah Los Angeles dengan mobil yang akan di kendarainya.
Begitu tak melihat keberadaan Boy dengan beberapa anak buahnya yang ikut. Arion menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan sedang.