Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat puluh lima


__ADS_3

Semburat merona menghiasi kedua pipi nyonya Jackson saat mendengar nada ra'yuan yang dilontarkan oleh pria dingin itu.


“Sudah tua masih saja suka mera'yu. Ya sudah, Mas, aku mau berangkat. Putrimu sudah terlalu lama menunggu.”


“Hati-hati di sana. Jangan menolak bila ada beberapa orang yang mengikutimu. Cukup patuhi perkataanku. Love you.”


Sambungan terputus dengan Jackson yang terlebih dulu mematikannya.


“Katanya mau berangkat bagaimana, sih.” Nyonya Jackson kesal dengan putri bungsunya yang terus merajuk.


“Iya, iya, ayo berangkat, Ma.”


Kedua wanita cantik berbeda generasi masuk ke dalam mobil yang sudah lebih dulu di tunggu oleh sopir pribadi mereka.


“Tadi papamu pesan pada mama. Ada beberapa orang yang mengikuti kita. Kamu tak keberatan kan?”


Putri bungsu dari Jackson mengangguk kepala. Lalu tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi meninggalkan mansion.

__ADS_1


******


Di mobil lain terdapat sepasang ibu dan anak yang berdiam diri karena keduanya itu pun tak ada yang mengalah.


“Pokoknya hanya pria dingin itu yang sedang aku inginkan,” ujar Sarah tegas. Sebab, dia benar-benar telah jatuh hati pada seorang pria dingin bernama Arion Orlando Alexander Azkalezy.


“Bisakah kamu diam sebentar.” Wanita cantik istri dari papa Alana memijit ujung pangkal hidung.


Bagaimana mungkin ia tak menyangka seseorang yang disukai oleh putrinya tercinta merupakan keturunan dari seorang pria berhati dingin. Yang lebih sialnya lagi istri dari Jackson merupakan adik angkat tersayang dari mendiang wanita itu.


Sebab, ia berpikir apakah mungkin wanita itu berhasil hidup atau sedang menyusun rencana baru. Itulah yang tengah mengganggu pikirannya.


Tidak boleh! Ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Bagaimana nanti kalau wanita itu masih hidup. Aku tak ingin apa yang sudah mati-matian ku' perjuangankan harus berakhir seperti ini. Pria bodoh itu harus selalu dalam genggaman tanganku karena Sarah hanya mengenalnya sebagai papa kandungnya.


Ia bertekad apa pun terjadi nanti sekali pun benar wanita itu masih hidup tak akan pernah melepaskan pria bodoh yang hanya mengenal Sarah sebagai putri kandungnya.


Mobil yang mereka tumpangi itu pun tiba di Mall terbesar. Hal tersebut membuat keduanya memutuskan untuk tak terlalu mendebatkan persoalan tentang hal sepele yang sedang mereka obrolkan.

__ADS_1


“Maaf, ya, Sayang. Jangan merajuk begini. Bagaimana kalau kita berbelanja sesuai dengan keinginanmu?” ucapnya sambil tak lupa ia menawari Sarah untuk membeli keperluannya.


Pada akhirnya kedua wanita berbeda umur itu pun kembali kompak. Saat Sarah selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.


Dari arah lain di dalam mobil yang ditumpangi oleh Arion terlebih dulu tiba di Mall. Kedatangannya tak begitu mencolok karena manager telah mengamankan apa yang dia inginkan.


“Apa mereka belum sampai, Boy?”


“Entahlah aku tak mengerti. Kenapa kau tak menghubungi saja.” Boy mencebik kesal dengan pertanyaan dari sahabatnya tersebut.


Mendengkus kesal terpaksa Arion menuruti perkataan dari Boy. Yang saat ini tangannya memegang ponsel dengan menekan sebuah nomor sang adik tercinta.


“Kamu sudah sampai belum?” tanya Arion begitu panggilan tersambung.


“Sedang dalam perjalanan, Kak. Kenapa memangnya?” Jawabnya dengan balik tanya.


“Aku sudah sampai.” Arion pun memutus panggilan tanpa memedulikan umpatan dari adiknya tercinta.

__ADS_1


__ADS_2